Ada seorang sahabat dari kaum Anshar, orangnya ceria, ke mana Rasulullah SAW
pergi beliau mendampingi, karena keceriannya banyak orang yang menyenangi
beliau. Tetapi pada suatu hari, beliau Nampak murung dan bersedih, hingga
Rasulullah SAW menegur beliau : 'wahai sahabatku, kenapa engkau Nampak sedih
?' 'Apa yang engkau pikirkan ?'. Sambil menangis sang sahabat menjawab: 'Ya
rasulullah aku sesungguhnya sekarang ini sangat bahagia, karena ke mana
engkau pergi aku selalu berada di dekatmu, yang membuatku sedih, aku
memikirkan nanti di akhirat Ya Rasulullah. Aku belum tentu masuk syurga,
seandainya aku masuk syurga tentu tempat berbeda dengan tempatmu'.

 

Rasulullah SAW tidak menjawab, terdiam, karena beliau tahu syurga dan neraka
bukanlah wewenangnya..Allah SWT menjawab dengan menurunkan Surah An Nisa
ayat 69:

'Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan
bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu:
Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang
saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (4: 69).

 

Mendengar ayat ini sang sahabat tersenyum, mukanya ceria..

 

 

Kirim email ke