No. rekeningnya di Publish aja bos... Rutin...buat ngingetin kita2...
siapa tahu ada yang kelebihan tiba2 .. inget rek. itu langsung terkirim... kalo
enggak ada yang lagi ngatuk-ngantuk di kantor trus ketiduran... trus ngigo
langsung nyari ATM dan men-transfer tuh... ke No. Rekening itu...
sok atuh ... mangga di posting no rek. na atas nama sapa gituh ... jangan
malu2...
kita ini emang belum bisa seperti orang nasrani...
setiap kebaktian minggu dia bisa tarik sampe Rp. 20juta minimal... trus di
deploy dah tuh dana... yang memang di potong sekian persen dari gaji mereka....
baik terpaksa maupun tidak... makanya mereka cenderung lebih kuat secara
funding... ketimbang kita yang metodanya Keikhlasan.... jadi yah gitu dech...
kita musti belajar banyak dalam hal yang satu ini... baik pengelolaannya maupun
pengembangannya...
--- On Tue, 8/12/08, komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [sma1bks] Eventhough we are living in different world, there is still
a way to reach heart...
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, August 12, 2008, 2:01 PM
Sihir teknologi. Atau, the magic of modern world. Kini tengah saya alami.
Sungguh! Jarak yang berjauhan. Fisik yang berbeda. Ternyata tidak menghalangi
satu niat. Untuk berbagi. Memberikan perhatian, cinta dan materi. atau dsingkat
PERTAMA.
Ada sahabat yang jauh di negeri Timur Tengah. Ia dengan kepercayaan yang tulus
menitipkan sesuatu.
Sahabat kedua ada lagi. Ia bolak balik Jawa sumatera. Sekali pijit, makan 10
anak yatim tertanggulangi. Begitupun yang ada di tempat lain. Alhamdulillah. ...
Ada juga bolak balik ke tempat-tempat wisata, tapi dia bisa bikin Tuti
sumringah karena punya empat buku tulis baru.
Ternyata memang, jarak tidak bisa menghalangi perbuatan baik. Jarak tidak
menghalangi senyum mereka dari Anisah, sang yatim dari Tanjung Air.
Tetap masih bisa. Selama nmasih ada niat. Pasti ada jalan...
Eventhough we are living in different world, there is still a way to reach
heart...
tulisan ini ada di