Kemarin saya ikut acara penutupan Pekan Olahraga kawasan KBI dan sekalian mau 
mengambil hadiah juara 2 tenis meja. Biasalah yang kumpul kebanyakan orang HRD 
yang penuh dengan protokoler. Karena undangan terlalu mendadak (katanya), 
dimulainya acara juga sedikit molor. Wah ternyata ada doorprize segala. Setelah 
sambutan ini-itu, laporan, evaluasi dan dilanjutkan dengan pembagian hadiah. 
Amplopnya gak langsung aku buka, besok ajalah bareng HRDku. 

 

Kemudian tibalah acara pembagian lucky draw. Lucu juga tuh ketua panitia, 
katanya Lucky Draw itu kalo ga lucky (untung) ya draw (seri) alias ga 
kehilangan apa-apa. Tapi ini sempat tertunda karena sebagian peserta makan nasi 
bungkus di luar, jadi menunggu lagi deh. Lucky Draw-nya: Voucher pro-optik 
[EMAIL PROTECTED] rb, [EMAIL PROTECTED] rb 5 dan [EMAIL PROTECTED] rb, voucher 
menginap di prime inn dan 2x hp flexy. Pas undian dimulai dalam hati aku 
komat-kamit, semoga aku ga dapet yang kecil. Dan ternyata dapat yang kecil 
(padahal untung dapet ya, yang lain kan engga dapet).

 

Saya teringat ebook yang say abaca (the Secret), otak dan hati akan memancarkan 
frekwensi apa yang kita dengungkan dan menarik semesta ke pikiran itu, tidak 
melihat negative or positif. Jadi selagi kita bilang saya tidak mau hadiah 
kecil, yang terpancar adalah hadiah-kecil hadiah-kecil. Makanya dapatnya juga 
kecil. Kejadian ini pernah juga saya alami waktu family day tahun lalu, saya 
kira hadiah terbesarnya handphone sebab diundi terakhir. Makanya saya niatkan 
dalam hati dapat terakhir dapat terakhir, dan akhirnya dapat. Ternyata hadiah 
yang termahal ditaruh di tengah... cape deh.

 

Mengenai frekwensi fikiran ini, saya pernah juga merasa ini hari buruk... maka 
berlanjutlah hari buruk di transportasi... ya macetlah, salah naik angkotlah, 
ngetemnya lama lagi... 

 

Makanya pas malam itu, walau bĂȘte dapat hadiah kecil dan pulsa hp kosong 
sehingga ga bisa manggil mobil koperasi untuk jemput pulang (padahal dah ngasih 
tahu istri agar pulsa diisi), saya berusaha tetap gembira dan berfikir tenang. 
Gampang nanti naik ojek juga bisa. Tak lama ada motor yang keluar dari hotel 
ngajak bareng, sayang ga searah. Tetap gembira dan berfikir positif. Pas sampe 
perempatan ada motor lagi yang berhenti, dan nanya apa mau ke depan. Saya 
bilang iya dan ini ojek bukan? Dia jawab bukan. Akhirnya saya naik dan 
sepanjang jalan itu kita ngobrol deh dan kebetulan juga dia menuju arah 
cikampek dimana bis menuju bekasi ngetem. Makasih banget ya frend.

 

So guys... pernah ga mengalami yang seperti ini? Hari kita yang hancur karena 
perasaan kita yang kacau akibat terpeleset di pagi hari atau kena tumpahan 
kopi? Bangun dengan badmood? Berhati-hatilah dengan frekwensi hati yang kita 
pancarkan... sebab itu bisa menjadi magnet bagi peristiwa di hari-hari kita. 
Pikirkan dalam bentuk positif, semoga itu menarik semua hal-hal positif 
mendekati kita. 

 

Selamat mencoba...

 

Have a nice dream

Your cute pilot

 

Tiar Rahman

 



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. 
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named 
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified 
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email 
and its attachments, if any, or the information contained herein is 
prohibited. If you have received this email in error, please 
immediately notify the sender by return email and delete this email 
from your system. Thank you.

Kirim email ke