Memang ada yang unik tentang para caleg, orang-orang yang sudah dikenal luas mempunyai akhlak yang baik, punya kemauan membela masyarakat, koq nggak ada yang muncul..(jarang mungkin), tiba-tiba ada orang dari entah berantah naik jadi anggota dewan. Idealnya anggota dewan adalah wakil rakyat dari daerahnya, bukan wakil partai atau golongan saja. Mungkin perlu dibuat mekanisme baru untuk mendukung hal ini. Pasti di setiap tempat ada orang2 yang memang layak menjadi anggota dewan, orang-orang seperti ini biasanya tidak mau mengajukan diri, mereka harus ‘dipaksa’ maju. Menjadi wakil rakyat adalah amanah yang berat, tidak semua orang bisa mengembannya. Secara pribadi, saya sendiri belum terpikir untuk menjadi wakil rakyat, tetapi kalau keinginan punya 10000 karyawan, sudah melangkah. Untuk angkatan 92 kayanya Ustuchri yang akan maju jadi caleg, DPRD TK I, dia pernah bilang : ‘B, jangan lihat partainya, tapi lihat siapa calonnya…’ he..he..he…pinter dia…
Ada pelajaran dari seorang pejabat Pemda Bekasi (beliau sudah almarhum)…setiap kali hendak sholat Jum’at, beliau menyuruh sopirnya untuk kembali ke kantor, dia sendiri naik ojek ke masjid, jika ditanya kenapa bapak nggak mau ? Dia bilang, mobil itu punya Negara, sedangkan ini urusan pribadi…beliau sangat disegani… From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of ahmad usmar Sent: Monday, August 25, 2008 9:36 PM To: [email protected] Subject: Re: [sma1bks] ada yang jadi caleg? Alumni SMA 1 ada yang jadi caleg gak? Komar jadi caleg? TB Farid jadi caleg gak? Angkatan 90'an ada yang jadi caleg belum? Kalau ada yang jadi caleg, khan kita bisa titip-titip: bikin gedung SMA 1 yang gede, laboratorium yang mewah, jalan yang bagus, enggak banjir dan sebagainya. Gak usah malu-malu, kalo bener dan jujur pasti banyak yang dukung. Weh, toplah sekarang orang berbondong-bondong jadi caleg. Ada yang bagus, tapi banyak juga yang pengangguran, SD juga gak tamat, bahkan ada yang setengah gila, sehingga harus dapat rekomendasi dari RS Jiwa. Kemarin ada aktivis partai yang gambarnya kepala burung, dia bilang: kalau mau jadi caleg di tempat dia gratis, malah dikasih modal, dikasih massa. Syaratnya cuma satu: loyal. Tapi ada teman lain yang bisikin: ada caleg dari Sumatera, yang sekarang ngilang (atau dihilangkan), karena dia gak loyal padahal udah dikasih duit dan massa. Kasian tuh orang. Kemarin lagi ada dua teman lama yang minta ketemu. Yang satu minta dimunculin di tipi, supaya kans-nya jadi caleg bendera bulan sabit tambah lancar. Yang satu lagi dari ormas dakwah/keagamaan terkenal. Mereka rencananya mau bikin parpol baru empat tahun lagi. Wah, bagus. Baru sepuluh tahun reformasi, orang Indonesia ternyata telah bertransformasi, dari yang malu-malu bicara, bahkan baru bicara sudah dikejar-kejar dan ditangkap (Komar, ente ingat gak dulu sering dikejar-kejar aparat?), sekarang sudah mahir bersilat lidah, tampil percaya diri, bahkan sampai iklan di tipi, meskipun kadang malu-maluin....Tidak apa-apa, mungkin sepuluh tahun lagi bisa lebih bagus. Jadi, ada gak nih alumni SMA satu yang jadi caleg? Harus ada dong, harus percaya diri. Kalo soal dukungan, ya.....gak janji sih... MARWAN---- ('92) _____ Get <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/> your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
