Mantapppppp puisinya.
with best regards Vanda _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of komarudin ibnu mikam Sent: Wednesday, 27 August, 2008 10:48 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [sma1bks] PUISI-PUISI CINTA 1. Duomo Kathedral Duomo Katedral Berdiri bisu di persimpangan sejarah, Menjadi saksi pelbagai warna sejarah mengalir panas, Darah, air mata, keringat, ketamakan, kerakusan, kejujuran, ketinggian komitmen, Keinginan mulia, menyatu dengan tuhan, memusuhi tuhan, berteman tapi memuhsi.. Lantai marmer bercorak bunga merekam langkah dan tapak-tapak kaki, Bersinggung erat dengan perjalanan tapak kaki. Tapak-tapak yang tadinya kecil suci Hingga tapak-tapak bermuatan serakah, syirik dan rakus, Amboi, tuan sejarah.. Adakah kembali berputar masa yang dilangit kembali memimpin dengan kesejatian, Bukan sekadar jubah berisi serigala, Bukan sekadar podium indah berurat madah syahwati, Bukan sekadar tradisi Ilahi bermuatan ifrit, Hadirmu gagah perkasa, Sayang sejarah menetakmu, Merebah hanya sebagai nisan, Tenggelam di lautan pariwisata, Terapung dalam sungai rekreasi, --2. ANDAI BESOK BISA KUMINTA Andai esok bisa kuminta, kuharap ia tak pernah datang. Kutoreh masa lalu dengan cinta padamu yang tak berbalas. Untuk satu hati yang tak pernah absent. Just another night n' I'm alone You left me And you take away the biggest part of me You left me And take away the very heart of me Oh, baby, just got to have you by my side But I know I am just a fool for you A fool. Hm.I don't care What's it matter what they say If I love you If they say it is that's wrong Then let it be my mistake Mungkinkah kau mendengar jeritan ini. Eratkan rasa bahwa aku mengharapkanmu, Niatkan kasih terkhayal di muka, Cerita cinta yang hanya sebelah, Insan resah karena hati yang berbelah, Namun kini kuberjalan sendiri mengalah, Terayun langkah mencari secarik mimpi yang memilah, Amboi, adakah bahagiaku teraba, Irama asmara yang kudamba, Madah cinta yang ku dahaga, Ulurkanlah Tuhan takdir nasib yang membekapnya sendiri... Ia pun tergolek dalam lorong sunyi cinta tak pasti. Langit sebenarnya berwarna cerah. Kini terlihat seram akibat hati yang geram. Benar kata orang bujak : sejatinya semua di kolong langit ini adalah sama, pandangan tiap orang lah yang membedakannya. 3) KETIKA CINTA MASIH SUCI Ketika masih dalam hati, ia suci Laksana air Yang baru keluar adalah suci Lalu takdir mengalirkannnya Ada yang menetes dalam jalur Ilahi dan menghidupkan peradaban Tapi ada pula yang mengalir ke bawah perut Yang merambat melalui selokan Ketika masih dalam hati, ia suci Laksana air Yang baru keluar adalah suci Lalu takdir mengalirkannnya Ada yang menetes dalam jalur Ilahi dan menghidupkan peradaban Tapi ada pula yang mengalir ke bawah perut Yang merambat melalui selokan 4) MENCINTAINYA DALAM BAYANG Aku menari dalam langgam yang berbeda, Tari topeng, Tari merintih pedih dalam letih, Mencintainya dalam bayang, Menantinya dalam ruang nisbi, Biar kucoba mencintainya Aku ikhlas Dengan membahagiakannya Menjadi siapa pun yang ia mau Yang penting selalu berada di dekatnya Saksikanlah dunia, aku mencintainya bukan untuk diriku sendiri Aku menyayanginya untuk dirinya, Karena cinta tak harus memiliki, Biarkan cinta ini berjalan dalam garis lurus yang beriringan, Terus bersama saling memandang, Karena sampai akhir ia tak bersimpul... Komarudin Ibnu Mikam WTS - Writer Trainer Speaker komarmikam.multiply <http://komarmikam.multiply.com> .com 0818721014 karya-karya ; sekuntum cinta untuk istriku (GIP) prahara buddenovsky (GIP) dinda izinkan aku melamarmu (KBP) sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat) nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat) merit yuk! (qultum media) rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
