Daripada nyeritain orang, gmana kalo nulis alesan kamu pindah dari metro ke tvone. jangan2 karena marwan keluar andy keluar. he he
--- In [email protected], ahmad usmar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Morry, gue sempat enam tahun di bawah Andi Noya. He..he..he, gue tau dikit lah kenapa dia keluar. > Ya, gitu deh....susah gue ceritanya... > > Marwan, > > >  > > > ----- Original Message ---- > From: Morry Infra <[EMAIL PROTECTED]> > To: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>; Serba_KL Serba_KL <serba- [EMAIL PROTECTED]>; sma1bks <[email protected]> > Sent: Friday, August 29, 2008 9:47:17 > Subject: [sma1bks] Fwd: FW:Mengapa Andy Noya keluar dari Metro TV? > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Taufik, Mochammad X > Date: Aug 29, 2008 5:39 AM > > > Sekedar Info⦠> ---------- Forwarded message ---------- > From: Jamal Gawi <[EMAIL PROTECTED] com> > Date: Thu, Aug 28, 2008 at 1:55 PM > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Seumangat Aceh Hijau Hijau <[EMAIL PROTECTED] com> > Date: Thu, Aug 28, 2008 at 12:37 PM > Subject: Fw: [jurnalisme] Mengapa Andy Noya keluar dari Metro TV? > > > --- On Wed, 8/27/08, Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@ yahoo.com> wrote: > > From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@ yahoo.com> > Subject: [jurnalisme] Mengapa Andy Noya keluar dari Metro TV? > To: kahmi_pro_network@ yahoogroups. com, "pantau" > <pantau-komunitas@ yahoogroups. com>, "jurnalisme" > <[EMAIL PROTECTED] ups.com>, "naratama naratama" > <[EMAIL PROTECTED] ups.com>, "student EMBA" > <student.emba2005@ bankmega. com>, "Etalase Indonesia" > <etalase_indonesia@ yahoogroups. com>, "Begundal Salemba" > <begundal-salemba@ yahoogroups. com>, aipi_politik@ yahoogroups. com, > "ppiindia" <[EMAIL PROTECTED] s.com>, "AJI INDONESIA" > <[EMAIL PROTECTED] .com>, "technomedia" > <technomedia@ yahoogroups. com>, "warta-lingk" > <wartawanlingkungan@ yahoogroups. com>, koran-digital@ googlegroups. com > Date: Wednesday, August 27, 2008, 10:24 AM > > Artikel menarik dari situs Kick Andy.... > > LENTERA JIWA > > source: http://kickandy. com/?ar_id= MTEzOA== > > Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin > redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang > yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ¡pecah kongs dengan Surya > Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak > menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan > power yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, > tiba-tiba saya mengundurkan diri. > > Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan > sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang > beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke > Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri > beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk > mengundurkan diri dari Metro TV. > > Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya > kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa > mengapa saya keluar dari Metro TV. Andy ibarat ikan di dalam kolam. > Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan > tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar. > > Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, > sejak lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. > Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My > Cheese.Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua > kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. > Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat > mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan > kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap > mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu > yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis. > > Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak > sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat > lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh > seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu > tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka > dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju > yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan > menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu > siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh > lebih banyak dibandingkan di tempat lama. > > Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa > nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna > menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak > mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan > mati digilas waktu. > > Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang > menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang > mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang > selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari keju itu > sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti lentera jiwa > saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri. > > Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul Lentera Hati yang > dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan > yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati > saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak > orang. > Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang > merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan > saya, yang sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi > asing, mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan > ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia merasa lentera jiwanya ada di > ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk > memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya > yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam > dilema itu. Dia tidak bahagia. > > Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga > menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka > tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi > apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata > putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang > paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan > membuat mereka tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan > orangtua. > > Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus > 2008), kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan > besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan > lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil > keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak > memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan > menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di > televisi dan kini memiliki restoran sendiri. Saya sangat bahagia > dengan apa yang saya kerjakan saat ini, ujarnya. Padahal, orangtuanya > menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat. > > Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk > menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat > beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah > animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta > mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana > Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu > dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan > penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya > sendiri sebagai public speaker. > > Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam > kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak > yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya. > > Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang > dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu > gembira dalam menikmati hidup. Bagi saya, bekerja itu seperti > rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya, ujar Yon Koeswoyo, salah > satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling > Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. > Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon > mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. Semua > karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta > saya. Hidup saya, katanya. > > Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka > yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka > sudah menemukan lentera jiwa mereka. > > *** > > > >  > > > New Email names for you! > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. > Hurry before someone else does! > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ > ------------------------------------ -------------------------------------------------- Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
