nanti tak cari yang namanya deni heryana, mungkin baru masuk, gak gitu kenal. Yang pasti kalau ke tvone, cuma perlu waktu sejam. Kalau ke metro tv yang di kebon jeruk itu, dari bekasi bisa 2 hingga 2,5 jam kalau macet. Pegel bosss..
----- Original Message ---- From: Yustinus Agung <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, September 4, 2008 15:06:59 Subject: Re: [sma1bks] Re: Fwd: FW:Mengapa Andy Noya keluar dari Metro TV? oh.. om ahmad ini di tipione yah? saya ada tuh temen disana juga.. namanya deni heryana bagian film management.. kalo ketemu tolong salamin yah.. ----- Original Message ----- From: tiarrahman To: [EMAIL PROTECTED] .com Sent: Thursday, September 04, 2008 2:47 PM Subject: [sma1bks] Re: Fwd: FW:Mengapa Andy Noya keluar dari Metro TV? Daripada nyeritain orang, gmana kalo nulis alesan kamu pindah dari metro ke tvone. jangan2 karena marwan keluar andy keluar. he he --- In [EMAIL PROTECTED] .com, ahmad usmar <[EMAIL PROTECTED] .> wrote: > > Morry, gue sempat enam tahun di bawah Andi Noya. He..he..he, gue tau dikit lah kenapa dia keluar. > Ya, gitu deh....susah gue ceritanya... > > Marwan, > > >  > > > ----- Original Message ---- > From: Morry Infra <morry.infra@ ...> > To: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>; Serba_KL Serba_KL <serba- [EMAIL PROTECTED] com>; sma1bks <[EMAIL PROTECTED] .com> > Sent: Friday, August 29, 2008 9:47:17 > Subject: [sma1bks] Fwd: FW:Mengapa Andy Noya keluar dari Metro TV? > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Taufik, Mochammad X > Date: Aug 29, 2008 5:39 AM > > > Sekedar Info… > ---------- Forwarded message ---------- > From: Jamal Gawi <[EMAIL PROTECTED] com> > Date: Thu, Aug 28, 2008 at 1:55 PM > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Seumangat Aceh Hijau Hijau <[EMAIL PROTECTED] com> > Date: Thu, Aug 28, 2008 at 12:37 PM > Subject: Fw: [jurnalisme] Mengapa Andy Noya keluar dari Metro TV? > > > --- On Wed, 8/27/08, Satrio Arismunandar <satrioarismunandar @ yahoo.com> wrote: > > From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar @ yahoo.com> > Subject: [jurnalisme] Mengapa Andy Noya keluar dari Metro TV? > To: kahmi_pro_network@ yahoogroups. com, "pantau" > <pantau-komunitas@ yahoogroups. com>, "jurnalisme" > <jurnalisme@ yahoogro ups.com>, "naratama naratama" > <naratamatv@ yahoogro ups.com>, "student EMBA" > <student.emba2005@ bankmega. com>, "Etalase Indonesia" > <etalase_indonesia@ yahoogroups. com>, "Begundal Salemba" > <begundal-salemba@ yahoogroups. com>, aipi_politik@ yahoogroups. com, > "ppiindia" <[EMAIL PROTECTED] p s.com>, "AJI INDONESIA" > <[EMAIL PROTECTED] s .com>, "technomedia" > <technomedia@ yahoogroups. com>, "warta-lingk" > <wartawanlingkungan @ yahoogroups. com>, koran-digital@ googlegroups. com > Date: Wednesday, August 27, 2008, 10:24 AM > > Artikel menarik dari situs Kick Andy.... > > LENTERA JIWA > > source: http://kickandy. com/?ar_id= MTEzOA== > > Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin > redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang > yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ¡pecah kongs dengan Surya > Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak > menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan > power yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, > tiba-tiba saya mengundurkan diri. > > Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan > sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang > beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke > Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri > beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk > mengundurkan diri dari Metro TV. > > Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya > kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa > mengapa saya keluar dari Metro TV. Andy ibarat ikan di dalam kolam. > Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan > tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar. > > Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, > sejak lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. > Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My > Cheese.Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua > kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. > Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat > mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan > kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap > mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu > yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis. > > Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak > sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat > lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh > seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu > tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka > dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju > yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan > menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu > siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh > lebih banyak dibandingkan di tempat lama. > > Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa > nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna > menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak > mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan > mati digilas waktu. > > Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang > menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang > mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang > selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari keju itu > sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti lentera jiwa > saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri. > > Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul Lentera Hati yang > dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan > yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati > saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak > orang. > Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang > merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan > saya, yang sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi > asing, mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan > ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia merasa lentera jiwanya ada di > ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk > memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya > yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam > dilema itu. Dia tidak bahagia. > > Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga > menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka > tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi > apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata > putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang > paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan > membuat mereka tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan > orangtua. > > Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus > 2008), kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan > besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan > lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil > keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak > memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan > menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di > televisi dan kini memiliki restoran sendiri. Saya sangat bahagia > dengan apa yang saya kerjakan saat ini, ujarnya. Padahal, orangtuanya > menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat. > > Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk > menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat > beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah > animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta > mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana > Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu > dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan > penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya > sendiri sebagai public speaker. > > Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam > kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak > yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya. > > Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang > dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu > gembira dalam menikmati hidup. Bagi saya, bekerja itu seperti > rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya, ujar Yon Koeswoyo, salah > satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling > Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. > Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon > mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. Semua > karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta > saya. Hidup saya, katanya. > > Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka > yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka > sudah menemukan lentera jiwa mereka. > > *** > > > >  > > > New Email names for you! > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. > Hurry before someone else does! > http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/ > Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
