Konser The Spirit of Ramadhan (9/9/2008) Ramadhan malah nonton konser? Bukannya shalat tarawih dan banyak-banyak baca Al-Qur’an… Tapi yah begitulah. Di malam Ramadhan yang suci kemarin janjian sama temen ke JCC. Erwin Gutawa, boo.. kerjasama dengan Jay Subiyakto, gimana nggak kurang keren. Belum lagi sederet artis mulai dari anaknya (Gita maksudnya), Opik, Bimbo, Taufik Ismail, Raihan, Ungu, GIGI,.. kalau Chrisye masih ada dia juga mungkin ada di antaranya. Alhamdulillah, dapet tiket gratisan dari pihak penyelenggara (yang konon tidak ngejar penjualan tiket karena biaya produksi sudah tertutupi oleh para sponsor – apa sponsor itu termasuk seorang pria yang profilenya belakangan muncul dalam iklan di stasiun-stasiun televisi? Yang datang dalam ’pengamanan’ yang ketat ;p ). Dan lebih bersyukur lagi kami sedang berhalangan puasa so..free from feeling guilty hehehe... Konser malam itu tidak hanya berisi musik dan syair lagu islami. Tapi juga mengangkat budaya Islam di negri ini yang beraneka rupa, salah satunya ditampilkan juga ”Adzan Pitu”. Tradisi ber-Adzan (panggilan shalat) yang dikumandangkan oleh 7 orang laki-laki, yang konon masih sering dilakukan di daerah Cirebon. Uniknya, adzan dengan 7 muadzin (orang yang menyuarakan adzan) ini juga dalam 7 gaya yang berbeda. Bagus sekali. Kami seperti mendengar adzan dari 7 masjid (atau 7 stasiun teve :) Malam itu rasa kangen pada Raihan juga terpuaskan. Mereka medley beberapa nasyid terpopulernya. Sayang, Nazery Johani, sang lead vokal sudah keluar. Suara emas Raihan seperti kehilangan power-nya. Tapi penampilan mereka cukup mengingatkan saat-saat kejayaannya, sejak awal 90an sampai menjelang tahun 2000an. Mengingatkan saat-saat mereka Roadshow ke kampus-kampus dan disambut dengan sorak gegap gempita. Nasyid menjadi begitu populer. Sebaliknya, Trio Bimbo begitu memikat. Tak ada yang berubah dari suara mereka. Tidak saat live, ataupun di kaset/CD. Meski kini usia mereka sudah lanjut (Gita Gutawa menyebut mereka Aki :) tapi suara mereka luar biasa. Bagus banget. Nadanya mantap, jejeg dan lantang (hihi..apaan sih). Pasyha Ungu kalah deh...jauuuh (maaf para penggemar Ungu :p) Gigi lain lagi. Terlepas dari gayanya Armand Maulana yang kadang jadi mirip kayak orang tripping, salut buat Gigi. Mereka berhasil mengangkat lagu Kasidah yang sering kita maenin pake kecrekan ”Perdamaian..perdamaian..perdamaian..perdamaian...” yang dulu kayaknya hits oleh Nasidariah (grup Kasidahan ibu-ibu paling populer di TVRI th 80an itu lhoo...) jadi lagu penuh semangat, powerfull dan beda banget deh. Nggak kebayang kalau dulunya dinyanyikan dengan cengkok yang khas oleh ibu-ibu berkerudung tapi sasakan sanggulnya tinggi itu...hehehe. Kami juga dibuat surprise saat Gigi (armand) ’duet’ dengan Raihan di lagu I’tiraf. Akhirnya bisa liat Armand nyanyi dengan ’body language’ nyaris tenang :D Penampilan yang lain adalah Opik, pria yang sangat bersahaja dan sangat telaten menanggapi penggemarnya. Hampir semua syair lagu Opik menggetarkan hati *halah... Ada juga Sulis ”Ummi” partnernya Hadad Alwi, Pak Taufik Ismail, kelompok gendang rampak, kesenian Aceh, Gita, juga visualisasi dan tarian teaterikal (bikinan Jay?). JCC nyaris penuh. Larut sekali acara baru bubar. Lebih larut lagi karena kami harus menunggu dua rekan yang ’nekad’ nerobos belakang panggung. Ima ”backpacker’zahra tidak mau ketinggalan momen, dari tadi teman yang satu ini tidak bisa diam dengan kamera-nya. Belum lagi Nanik, teman satunya lagi yang ’tergila-gila’ dengan Erwin Gutawa. ”Jangankan gue, Raihan aja ngantri pengen berfoto dengan Erwin..” katanya ngeles begitu kami melihat beberapa jepretan Ima mengabadikan Erwin, Gita dan Nanik malam itu. Iya deh, Allah mewujudkan mimpinya untuk bisa nonton konsernya Erwin Gutawa plus bonus foto eksklusif bersama Gita. What a perfect Ramadhan night :p
