Terima kasih banyak Vivi... Artinya selama Penduduk LN gak punya penghasilan dan usaha di dalam Negeri. Mereka gak perlu punya NPWP. Namun kalau punya penghasilan di DN, harus punya NPWP dan pajaknya sesuai ketentuan...
Thanks banget.... Kalau soal bebas fiskal yang 4 kali setahun.... tetep jalan kan... gak perlu harus punya NPWP dulu kan? Salam, Morry Infra +966-533214840 2008/9/11 vivi fajar <[EMAIL PROTECTED]> > Dear Morry,.. > maaf baru ikutan memberi masukan > Ini saya kutipkan dari penjelasan pasal demi pasal UU > PPh Th. 2000 Psl. 2 ayat (2): > > Subjek Pajak dibedakan antara Subjek Pajak dalam > negeri dan Subjek Pajak luar negeri. Subjek Pajak > dalam negeri menjadi Wajib Pajak apabila telah > menerima atau memperoleh penghasilan yang besarnya > melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak, sedangkan > Subjek Pajak luar negeri sekaligus menjadi Wajib > Pajak, sehubungan dengan penghasilan yang diterima > dari sumber penghasilan di Indonesia atau diperoleh > melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. Dengan > perkataan lain Wajib Pajak adalah orang pribadi atau > badan yang telah memenuhi kewajiban subjektif dan > objektif. Sehubungan dengan pemilikan NPWP, Wajib > Pajak orang pribadi yang menerima penghasilan di bawah > PTKP tidak perlu mendaftarkan diri untuk memperoleh > NPWP. > Perbedaan yang penting antara Wajib Pajak dalam negeri > dan Wajib Pajak luar negeri terletak dalam pemenuhan > kewajiban pajaknya, antara lain : > a. Wajib Pajak dalam negeri dikenakan pajak atas > penghasilan baik yang diterima atau diperoleh dari > Indonesia dan dari luar Indonesia, sedangkan Wajib > Pajak luar negeri dikenakan pajak hanya atas > penghasilan yang berasal dari sumber penghasilan di > Indonesia. > > b. Wajib Pajak dalam negeri dikenakan pajak > berdasarkan penghasilan neto dengan tarif umum, > sedangkan Wajib Pajak luar negeri dikenakan pajak > berdasarkan penghasilan bruto > dengan tarif pajak sepadan. > > c. Wajib Pajak dalam negeri wajib menyampaikan Surat > Pemberitahuan Tahunan sebagai sarana untuk menetapkan > pajak yang terutang dalam suatu tahun pajak, sedangkan > Wajib Pajak luar negeri tidak wajib menyampaikan Surat > Pemberitahuan Tahunan, karena kewajiban pajaknya > dipenuhi melalui pemotongan pajak yang bersifat final. > > Bagi Wajib Pajak luar negeri yang menjalankan usaha > atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di > Indonesia, pemenuhan kewajiban perpajakannya > dipersamakan dengan pemenuhan kewajiban perpajakan > Wajib Pajak dalam negeri sebagaimana diatur dalam > Undang-undang ini dan Undang-undang tentang Ketentuan > Umum dan Tata Cara Perpajakan. > > Ayat (3)Huruf a > > Pada prinsipnya orang pribadi yang menjadi Subjek > Pajak dalam negeri adalah orang pribadi yang > bertempat tinggal atau berada di Indonesia. Termasuk > dalam pengertian orang pribadi yang bertempat tinggal > di Indonesia adalah mereka yang mempunyai niat untuk > bertempat tinggal di Indonesia. > Apakah seseorang mempunyai niat untuk bertempat > tinggal di Indonesia ditimbang menurut keadaan. > > Kesimpulan: > > Morry,..hukum perpajakan di Indonesia menganut tempat > lahir sebagai dasar penetapan Subjek Pajak,.terkait > dengan pasal 2 ayat (3) di atas,..Morry, yang WNI > (terlahir di Indonesia), jika juga berniat tetap jadi > WNI dan kelak akan kembali bertempat tinggal di > Indonesia,..maka dirimu adalah Subjek Pajak Dalam > Negeri. > > Sedangkan untuk penghasilan (yang menurut UU PPh > adalah objek pajak), kami disini menganut prinsip > worlwide income. Jadi jika seorang Subjek Pajak DN > memiliki penghasilan dari Indonesia dan atau dari Luar > Indonesia maka ia dianggap telah memiliki objek yang > harus dibayarkan kewajiban pajaknya. > Dalam kasusmu,..dirimu memenuhi syarat ini kan? > > Masalah berikutnya,..berhak kah dirimu > berNPWP?...jawabannya YA..jika nilai penghasilannya > diatas PTKP..(Check out Pasal 7 UU PPh untuk ini > dengan adjustmen2nya nilai PTKP sampai tahun ini per > kepala adalah 13.200.000 rph per tahun..dst,..saya > akan carikan aturannya nanti jika masih diperlukan..) > Dirimu bisa mendaftar di KPP yang meliputi domisilimu > di Indonesia. > > jawabannya TIDAK jika nilai objek PPh mu belum > melampaui itu. > > Kewajiban melaporkan SPT mengikuti,jika dirimu telah > berNPWP..ya..wajib lapor SPT. > > Dirimu tentu terkena kewajiban perpajakan di LN (di > negara tempat kerjamu dirimu adalah WPLN kan?)..jangan > khawatir,..pajak yang sudah dibayar/dipotong di negara > luar Indonesia bisa dikreditkan dari total pajak > terutang mu yang harus dilaporkan di > Indonesia..(hasilnya bisa jadi nihil loh...liat > mekanismenya di Pasal 24 UU PPh). > > Terakhir, untuk istrimu (liat Pasal 8 UU PPh): > Jika ia semata2 Ibu RT yang tidak berpenghasilan > sendiri, maka ia murni jadi tanggungan kepala keluarga > (dalam hal ini dirimu)..karena pada prinsipnya pemilik > NPWP dihitung per kepala keluarga, kecuali jika ia > berpenghasilan,..per;u diliat lagi apakah kalian punya > perjanjian pisah harta?..jika YA maka ia harus buat > NPWP sendiri, kewajiban perpajakan teripasah. > Jika TIDAK? maka NPWP nya akan persis sama dengan mu > formulanya kecuali digit > terakhir..(xxx.xxx.xxx.x.xxx.001 - kalo dirimu digit > terakhir kan 000) dan penghasilannya digabung dalam > SPT Tahunan mu,.. > demikian semoga lebih memperjelas.. > kali lain..boleh japri kok kalo mo tanya2..mudah2an > bisa membantu.. > > salam, > vivifajar/fis 3-93 > > --- Morry Infra <[EMAIL PROTECTED] <morry.infra%40gmail.com>> wrote: > > > Thanks banget Bro Aji... ini klarifikasinya. > > 1) Maksudnya bekerja di LN dan dapat penghasilan di > > LN... jadi tetep jadi > > Wajib Pajak ya...OK. Clear. > > 2) Dia tak beraktifitas di Indonesia... karena kerja > > di LN... jadi kena > > pajak 'nggak? > > 3) Pertanyaannya berhubungan dengan no.1... kalau > > Wajib Pajak jadi harus > > punya NPWP (correction dari PPH sebelumnya). > > 4) Jadi kalau penduduk LN yang kurang dari 183 hari > > di Indonesia... dan > > nerima penghasilan di Indonesia... dan tak > > beraktifitas di Indonesia... > > 'nggak perlu punya NPWP... OK clear... > > 5) Dependent ini maksudnya spouse.... istri yang > > ikut suami atau vise > > versa-nya.... apa juga jadi subjek pajak... > > > > Thanks banget penjelasannya.... sejalan nich sama > > yang di bawah ini, cuma > > yang no.5 tolong dijawab kalau dah paham... > > > > > > Intinya: > > > > 1. Subyek Pajak Luar Negeri (tinggal > 183 hari > > dalam setahun di LN) > > tidak terkena kewajiban membayar Pajak Penghasilan > > (PPh). > > > > 2. Subyek Pajak Luar Negeri yg memiliki NPWP > > tetap mempunyai kewajiban > > untuk melaporkan SPT Tahunan paling lambat tanggal > > 31 Maret tahun berikutnya > > ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP), dengan melaporkan > > PPh terutang NIL. > > > > 3. Subyek Pajak Luar Negeri yg memiliki > > penghasilan di Dalam Negeri > > (misal: bengkel, kost, sewa rumah, dll.) tetap > > memiliki kewajiban > > melaporkannya dalam SPT. > > > > 4. Subyek Pajak Luar Negeri tidak wajib > > mendaftarkan diri untuk > > mendapatkan NPWP. > > > > 5. Pendaftaran NPWP dapat dilakukan melalui > > e-registration ti > > www.pajak.go.id > > > > > > > > Jawaban orang Pajak > > > > Apabila saudara berada di Luar Negeri lebih dari 183 > > (seratus delapan puluh > > tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan), > > maka saudara adalah > > Subyek Pajak Luar Negeri sebagaimana diatur di > > Undang-Undang Nomor 17 Tahun > > 2000 Pasal 2 (terlampir)., kecuali diatur lain di > > Perjanjian Penghindaran > > Pajak Berganda (Tax Treaty) antara Indonesia dengan > > negara domisili saudara. > > Daftar negara yang telah mempunyai Tax Treaty dengan > > Indonesia dapat saudara > > lihat di alamat berikut > > http://www.ortax.org/ortax/?mod=treaty > > > > Subyek Pajak Luar Negeri yang tidak mempunyai > > penghasilan apapun yang > > bersumber dari Indonesia, tidak perlu menbayar Pajak > > Penghasilan (PPh) lagi. > > Apabila Subyek Pajak Luar Negeri memperoleh > > penghasilan yang bersumber dari > > Indonesia, maka atas penghasilan tersebut dipotong > > PPh sesuai dengan tarif > > yang diatur di Tax Treaty (apabila sudah ada Tax > > Treaty dengan Indonesia) > > atau UU RI No. 17 Tahun 2000 tentang Pajak > > Penghasilan (apabila belum ada > > Tax Treaty dengan Indonesia). > > > > WNI yang merupakan Subyek Pajak Luar Negeri tidak > > wajib mendaftarkan diri > > untuk mendapatkan NPWP, akan tetapi diperbolehkan. > > Pendaftarannya dapat > > melalui e-registration di website kami > > www.pajak.go.id. Setelah selesai > > melakukan pendaftaran, formulir registrasi dan Surat > > Keterangan Terdaftar > > Sementara (SKTS) harus dikirimkan dengan dilampiri > > fotokopi KTP yang masih > > berlaku ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sesuai > > domisili saudara berdasarkan > > KTP via pos. Nantinya NPWP akan dikirimkan ke > > alamat saudara seperti yang > > tercantum di KTP. > > > > Akan tetapi setelah memperoleh NPWP, Subyek Pajak > > Luar Negeri tetap > > mempunyai kewajiban yaitu melaporkan SPT Tahunan > > setiap tahun paling lambat > > tanggal 31 Maret tahun berikutnya ke KPP dimana > > saudara terdaftar. Apabila > > saudara tidak memperoleh penghasilan sama sekali > > dari Indonesia, maka > > saudara cukup melaporkan penghasilan dan PPh > > Terutang NIHIL. > > > > > > > > Salam, > > Morry Infra > > +966-533214840 > > 2008/9/10 axic0092 <[EMAIL PROTECTED] <ap0092%40gmail.com>> > > > > > - > > > > > > Pertanyaan saya: > > > > > > 1) Orang yang bekerja di LN (WNI Penduduk > > LN) termasuk Objek > > > Pajak di > > > > > > Indonesia bukan? > > > > > > jawabanya, termasuk, karena WNI itu merupakan > > subjek pajak, dari > > > penghasilan yang dia terima dari dalam maupun luar > > negeri (prinsip > > > world wide income) > > > > > > > > > 2) Orang yang lebih dari 183 hari tidak di > > Indonesia... masih > > > tetap kena pajak? > > > > > > kena pajak gimana maxutnya, kalo dia dapat > > penghasilan ato melakukan > > > aktifitas di indonesia tetep kena pajak kalo > > penghasilannya diterima > > > di indonesia... > > > > > > > > > 3) Haruskan Penduduk LN yang bukan objek > > pajak punya PPH? > > > > > > ini pertanyaan mbingungin, punya PPh ato NPWP? > > > > > > penduduk luar negeri kalo nrima penghasilan di > > Indonesia mesti bayar > > > pajak yang taripnya beda dengan WNI (lebih gede) > > > > > > kalo NPWP mesti diliat 183 hari nya tadi, kalo > > lebih ya dia wajib NPWP > > > > > > > > > 4) Kalau Penduduk LN kena pajak... > > bagaimanakan hitung2an pajaknya? > > > > > > ini dah kejawab di poin 3 tadi > > > > > > > > > 5) Dependent ikut kena pajak juga gak? > > > > > > ini gw ga ngerti maxutnya > > > suwer > > > > > > semoga menjadi pencerahan,dah 16.25 waktu kantor > > gw neh > > > waktunya siap2 pulang > > > biar bisa bukapuasa dirumah > > > > > > diskusi dilanjut besok yah > > > > > > adjie > > > > > > > > > > > > > > Jujur aja... saya dah dapat jawabannya dari > > sharing milist2 di > > > KL dan > > > > > > Saudi... > > > > > > Tapi kok jawabannya beragam dan gak > > meruncing.... > > > > > > > > > > > > Nah mudah2an para Ahli Pajak Alumni SMA 1 > > Bekasi punya jawaban yang > > > > > > cespleng....amien... > > > > > > > > > > > > Dan hasilnya saya akan share ke KL dan > > Saudi... > > > > > > > > > > > > Salam, > > > > > > Morry Infra > > > > > > +966-533214840 > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > >
