Title: Samsung Enterprise Portal mySingle
Hihihi....

dalam dunia digital memangnya ada ya nilai 1/2 (kurang pas)

:P

 

 



------- Original Message -------
Sender : arrysign<[EMAIL PROTECTED]>
Date : Sep 20, 2008 13:14 (GMT+07:00)
Title : Re: [sma1bks] Dialog Dua Hati di Kala Malam (Puisi Berantai)

ok d, sepakat...

orang IT yg satu ini emang lagi sok tau,

ncoba komentarin teritori sastra... :))

benar = 1

salah = 0

kurang pas = 1/2

 

scroll...scroll.... baca satu 1 email yg berjibun....


----- Original Message ----
From: Nadiah Abidin <[EMAIL PROTECTED]com>
To: [EMAIL PROTECTED].com
Sent: Saturday, September 20, 2008 1:58:43 PM
Subject: Re: [sma1bks] Dialog Dua Hati di Kala Malam (Puisi Berantai)

Alasannya sederhana, Ry...Temanku itu kan nulis di bait pertama "Wajahmu terlukis di bantal", makanya aku jawab "Bidadari pada lenting bulu angsa dalam bantal". Tau kan. Ada juga bantal-bantal yang di dalamnya berisi bulu angsa. Nah, bantal berkonotasi pada mimpi, angan, keinginan. Bidadari lebih mengacu pada gadis. Jadi artinya...terka aja sendiri :))

 

Btw, aku sama temenku ini iseng aja secara sama-sama anak komunitas puisi. Puisi ini persis sama dengan isi smsku dan dia. Jadi yah, maklumlah andaikata kurang indah hehe...Memang susah jawab seniman. Dia pakai puisi, ya aku juga terima tantangannya jawab pakai puisi.

 

Dalam sastra sih nggak ada benar-salah. Yang penting meluapkan pikiran dan hati :)

 

Salam puisi!

 

Nadiah

--- On Sat, 9/20/08, arrysign <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: arrysign <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [sma1bks] Dialog Dua Hati di Kala Malam (Puisi Berantai)
To: [EMAIL PROTECTED] .com
Date: Saturday, September 20, 2008, 12:11 PM

Hi na,

kalo boleh kasih komentar,

dari runutan waktu dan ungkapan basa,

ada satu kata yg kurang pas itu 'Bantal'

mungkin kamu mau sampaikan lagi tiduran / bemalasan / diatas ranjang..

tapi terasa kata 'Bantal' kurang menyatu di antara bait-bait puisi,

 

sukses membuat sastra

Arry Budianto,

gak punya hubungan sama Arry Amilin atau Arry Cahyono :D

 

 

----- Original Message ----
From: Nadiah Abidin <[EMAIL PROTECTED] com>
To: komunitaspuisi_ [EMAIL PROTECTED] com; [EMAIL PROTECTED] com
Cc: [EMAIL PROTECTED] ups.com; smpn1bekasi95@ yahoogroups. com; [EMAIL PROTECTED] .com; [EMAIL PROTECTED] s.com; [EMAIL PROTECTED] ps.com; dewanrollingaction@ yahoogroups. com; rollingaction@ yahoogroups. com; lautan-quran@ yahoogroups. com; yisc_al-azhar@ yahoogroups. com; [EMAIL PROTECTED] com; agressetiawan@ yahoo.com; [EMAIL PROTECTED] com; alrizal_azhari@ yahoo.com; [EMAIL PROTECTED] com; [EMAIL PROTECTED] com; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] co.id; [EMAIL PROTECTED] co.id; [EMAIL PROTECTED] co.id; Adi <[EMAIL PROTECTED] com>; Antonius Indopos <[EMAIL PROTECTED] com>; Aris Ananda <aris.ananda@ transtv.co. id>; arya batista <[EMAIL PROTECTED] co.id>; atu kesuma <[EMAIL PROTECTED] com>; bc-indonesia_ [EMAIL PROTECTED] .com; [EMAIL PROTECTED] com; [EMAIL PROTECTED] com; Bekasi Kini <[EMAIL PROTECTED] co.id>; formasi-fibui@ yahoogroups. com
Sent: Saturday, September 20, 2008 12:47:33 PM
Subject: [sma1bks] Dialog Dua Hati di Kala Malam (Puisi Berantai)

 

DIALOG DUA HATI DI KALA MALAM

 

Ketika hari mulai senja, bintang-gemintang muncul di angkasa, seseorang berbisik kepadaku.

 

Katanya: 

 

Wajahmu terlukis di bantal,

Senyummu terpahat di jantung,

Tawamu terekam di batin,

Kau menjelma angin

yang membasuh sepiku.

 

Kataku:

 

Malam merangkak jauh

Menuju lengkung relung waktu,

Menimang insan dalam dekapan

Di ujung napas pelan mendiam

Hingga hening-sunyi

menjelang.

 

Katanya:

 

Wajahmu menjelma

Oase di gurun rindu,

'Tika tanpa buah sebagai bekal

Tiada cahaya buat lentera.

 

Senyummu menjelma

Telaga bagi kelana,

Di tengah penat mengurai air mata.

 

Kataku:

 

Oh, kelana...

 

Mungkin carimu

Bidadari pada lenting bulu angsa

Yang bergelung dalam bantalmu.

 

Mungkin dian yang meremang

bisik gelombang ilusi

yang memintal, berpilin, mengelabu,

Bahwa gadis nun jauh di sana

Ialah hati.

 

Padahal sesungguhnya

tidak...

 

Katanya:

 

Di relung waktu renta,

Mentari memucat di bening mata.

Aku terkulai dalam birama ragu,

Kaukah gadis di lenting bulu angsa,

Yang menopang penat

Dalam lingkaran waktu.

 

Kataku:

 

Kiranya kelana salah terka

Tetes embun sangka mutiara.

Terbuai angin lalu,

Getarkan pucuk jantung hatimu.

 

Dan embun menari sejenak,

Hibur hati nan lara

Sebelum lelap dalam gelap gulana

 

Katanya:

 

Akulah sang resah

Di pantai tanya,

Dalam bait pengharapan,

Kala lafadz alam bertuliskan malam,

Kutunggu dirimu

Dengan setetes senja.

 

Jawabku:

 

Wahai pujangga

Di ujung senja.

 

Kiranya duli

rahasiakan asa.

 

Biar waktu redam emosi,

Karena kelam

Tlah peluk gadis erat

 

Biar kelam lampiaskan bara,

Dalam bisu hangat ironi

 

 

Katanya:

 

Di balik senja

Asa merenda,

Harap perawan bermain gerimis,

Kau di ujung waktu

Goreskan sandi rahasia,

Dari relung sribu jiwa.

 

Kataku:

 

Kelam terlanjur

Cengkram jiwa dalam cakra.

Lemah aku tanpa aura.

Biarlah rahasia tetap rahasia.

Masih ada esok tuk bersua

Jika kelam rela

Lepas belenggu nyawa...

 

Lalu bisikan pun menghilang dan aku mulai terbuai mimpi, dalam gelembung Galaksi Bimasakti, yang serasa tanpa tepi.

 

 

(Nadiah Abidin & Arry Amilin, 18 September 2008, pukul 00:20 a.m., saat iseng-iseng berbalas puisi)





 

 

  
 

Achmad Sutriadi

 

Strategy and Planning Procurement

OMS Division

PT Samsung Electronics Indonesia       

 

 

 

 

 

 

__._,_.___

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke