Ada yang tahu nama gue sewaktu masih kecil dan nama juga kecil gue?
Jangan bilang Tiar Rahboy ya! Walaupun Tiar kecil dan emaknya pernah
berfoto laksana Kal-El dan Ibundanya di sebuah kebon di planet
kripton... sebelum Ti-El diluncurkan dengan pesawat ruang angkasa ke
bumi ini. Halah... Ternyata waktu lahir, bapak gue memberi nama Nur
Fajar yang berarti cahaya matahari pagi (Cahaya juga ya, sebelumnya gue
sudah cerita tentang keluarga cahaya). Tapi karena sering sakit-sakitan
maka orang tua gue berniat mengganti nama ini. Bapak gue minta pendapat
seorang dalang dan dia memberi usul: Asep Supriyadi. Ya... walaupun gue
ganteng, rasanya aneh juga orang bekasi memakai nama asep. 

 

Ga tahu dari mana, bapak tersayang akhirnya memberi nama Tiar Rahman.
Tapi ga pake Bah (Bahtiar maksudnya), nanti takut disangka orang batak
yang suka berkata bah :-). Dan ini nama yang kupake sampe sekarang.

 

Dan nama panggilan rumah gue: Iyang. Mungkin karena cadel maka gue
menyebut nama gue sendiri seperti ini. Maka nama inilah yang terkenal di
butekan tempat gue tinggal. Sama ade-ade biasa dipanggil Bang Iyang,
bapak dan emak gue kena tulah anak pertama dan dipanggil enya Iyang dan
Baba Iyang.

 

Sewaktu SD, nama kecil ini sering digunakan karena di SD ini banyak
tetangga yang sekolah bareng. SMP mulai deh nama Tiar lebih terkenal,
kalo panggil jauh biasa dipanggil Yar, Tiar. Tapi ada juga seorang teman
yang memanggil gue Ti (i-nya pendek, ga enak banget dengernya) dan yang
paling nyakitin gue juga dipanggil kebo. Walaupun badan gue emang
melar... mana rela gue disamain dengan pembajak sawah. Pas SMA mah ga
ada panggilan yang aneh-aneh.


Nah pas kuliah baru ada panggilan yang laen lagi. Ada yang manggil Tii
(i-nya panjang. Gue jadi suka karena lebih enak terdengar daripada i-nya
pendek), ada yang manggil pak Tiar, Mas Tiar atau Bang Tiar (temen
asrama). Kalo sama yayang gue dikasih panggilan baru lagi Be-I. Pas
jamannya film jet-li muncul gue kadang menamakan diri gue Jet-Ti dan pas
film kartun spiderman yang lincah dan kocak.. gue kadang ingin menjadi
spider-tii, ini semua dalam rangka menerapkan kelincahan mereka ke dalam
teknik permainan pingpongku. Halah.. pingpong lagi pingpong lagi.

 

Setelah menikah dan bertambah gemuk... panggilan baru ada lagi. Oleh
ipar-iparku, gue dipanggil om Tiar. Dan oleh anakku yang kedua biasa
manggil ayah Tiar. Tetangga di kampung laen lagi... mereka nyebut aku
pak Boss, kalo ada orang yang kurang mudeng dengan panggilan Bapak Fariz
atau Pak Tiar.

 

Kayaknya cukup segitu dulu deh, nanti ada yang iseng ngasih panggilan
aneh lagi ke gue.

 



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. 
This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named 
above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified 
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email 
and its attachments, if any, or the information contained herein is 
prohibited. If you have received this email in error, please 
immediately notify the sender by return email and delete this email 
from your system. Thank you.

Kirim email ke