Setuju sama sarannya Morry, buat antisipasi..emang
perlu begitu
Bang Komar, skali lagi mungkin analisa saya kurang
tajam, tapi paling nggak hal-hal berikut ini sangat
mungkin terjadi:
1. Pengurangan tenaga kerja /PHK: perusahaan yg selama
ini mengandalkan ekspor ke AS akan sangat terganggu,
jumlah produksi akan diturunkan karena daya beli di
dalam negeri plus persaingan dengan produk2 yang biasa
dipasarkan disini juga ketat...akhirnya terpakasa
cutting cost..salah satunya dengan pengurangan tenaga
kerja
2. APBN makin berat menanggung biaya bunga dan cicilan
utang luar negeri, akibatnya akan ada pengalihan
anggaran untuk pos-pos lain yang terpakasa
diperketat/dikurangi ato malah dihapuskan...walaupun
Bu Bos saya bilang "masih bisa dikendalikan" banyak
pihak mahfum kalo cadangan devisa Indonesia masuk
kategori 'siaga satu' kalo nggak mau disebut
'parah'..akibat lebih jauhnya..banyak proyek tertunda
==> penyerapan tenaga kerja terganggu ==> turunnya
daya beli masyarakat
3. Suku bunga SBI kek nya bakal terus dikerek buat
antisipasi ,..ekornya semua bunga yang ditetapkan buat
kredit baik untuk usaha maupun konsumsi bakalan ikut
naik..ini berat:
- masyarakat kita yang kemarin-kemarin kadung diracuni
gaya hidup konsumtif dan terlanjur terlibat hutang
dengan bank/lembaga pembiayaan bakal kena imbas
langsung
- kredit usaha dengan bunga tinggi? ...makin banyak
dong pengusaha yang sulit cari tambahan modal ==>
usaha terhambat ==> ujung2nya produksi turun/ato malah
mati sekalian == PHK ==> masyarakat kehilangan daya
beli....colaps...
Kalo diliat dari sisi manapun, kondisi Indonesia
memang rentan..karena efek krisi ekonomi bak domino
effect..alias gampang banget merambat kemana2...
Benar juga kata Dahlan Iskan,..(selain semangat saling
bantu dikala susah..dan merubah gaya hidup) kita emang
harus siap2 kembali menanam jagung...

semoga bisa memberi bayangan

vivifajar/fis3-93
--- Morry Infra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Bang Komar,
> 
> Sedih ya ngedenger dan ngerasain.....
> 
> Kayaknya sebagai tips awal.... seperti beberapa
> tips-nya Waren Buffet:
> Hiduplah secara sederhana.
> Jangan lakukan apa yang orang lain katakan,
> dengarkanlah mereka, namun
> lakukan apa yang menurut Anda baik.
> Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang
> bermerk, pakailah apa
> yang sekiranya nyaman bagi Anda.
> 
> Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang
> tidak diperlukan;
> gunakanlah uang untuk membantu mereka yang
> kekurangan.
> 
> Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat
> mengatur hidup Anda sendiri.
> Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.
> 
> Tambahannya:
> Syukurilah apa2 yang sudah kita punya .... itu
> adalah rejeki dari Allah.
> Pergunakan dan manfaatkan dengan sebaik2nya....
> Hindari maksiat......
> Berusa keras dalam kebaikan (termasuk kerja)... biar
> Allah yang mereward...
> Bersabar dan bersyukur ketika menerima reward....
> Berhenti mengeluh... karena dengan mengeluh
> mematikan semangat...
> Berbahagialah...
> 
> Sekedar saran kalau memang nanti perekonomian kita
> tambah buruk dan beberapa
> di antara kita dan teman kita bernasib buruk karena
> di PHK misalnya,
> Sebaiknya harus meperbaiki gaya hidup jadi sederhana
> dan cari
> alternative penghasilan... either kerja di tempat
> lain or do small
> business....
> Dan kita sebagai sebaik2nya kawan... Alangkah
> mulianya bisa membantu
> mereka.... baik moril maupun materil....
> Insya Allah... keikhlasan kita akan dibalas oleh
> Allah SWT....amien....
> 
> Salam,
> Morry Infra
> +966-533214840
> 
> On 10/7/08, komarudin ibnu mikam
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   Salut buat Om Morry dan tante Vivi....
> >
> > Sorry men temen,
> > gue lom dapet jawaban neh.
> >
> > Soal mengapa-nya kita bisa dapet dari banyak
> tempat.
> > Nah, yang gue mau tahu pengaruh baik langsung
> maupun tidak langsung.
> > Contohnya gini, kemarin ada yang dateng lebaran ke
> rumah. Curhat.
> > Kalao perusahaan dia tempat kerja, perusahaan
> kertas, udah gak bisa
> > ngekspor ke Amrik. So, bakalan banyak tnaga kerja
> yang di phk.
> > Itu dari sisi negatif, kalo dari positifnya. Kalo
> gitu mestinya harga
> > kertas lebih murah dong, gue yang kerja dibidang
> pnerbitan berharap.
> > Eh, kata dia..berat pak. Harganya gak nutup.
> >
> > Nah, ini penting. Buat gue dansahabat2 gue di
> bawah. Untuk bersiap2
> > mengantisipasi.
> >
> > Satu hal yang rada2 deket, banjirnya produk cina.
> Lemparan dari Amrik
> > ke sini. Nah, belon ada Subprima aza, serangan
> produk tionkok udah
> > bikin termehek-mehek. Apa lagi kalau ada buangan
> dari sono.
> > Weleeeh...beraat!
> >
> > nah, kalo lo punya pengalaman pribadi atau analisa
> pribadi hayo
> > dong...share....
> > insyaAllah jadi pahala deh.....
> > 
> >
> 



      

------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke