Wah keren bang... saya salut sama konsepnya, dan tolong sampaikan salam saya sama bapak ALU yah... dan tolong tanyain aja, apa yang kira2 kita sebagai orang bekasi bisa garap bersama untuk memajukan bekasi, kita hajar aja dah...
Cuma dari sisi negatif yang kebayang ama saya dilain sisi positif yang dibawah itu , adalah berkacamata dengan otonomi daerah yaitu, dahulu KKN itu hanya dipusat saja, tapi sekarang akibat otonomi daerah yang membuat daerah2 itu maju akibat sumber daya masing2 ddidaerah itu sendiri, juga menyebabkan korupsi juga menjadi tersebar didaerah - daerah. Hal ini terbukti dari mulai gubernur hingga walikota bahkan sekda yang dipanggil KPK.... moga2 ini gak kejadian di kota tertjinta... --- On Wed, 10/15/08, komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [sma1bks] MEngapa Pemekaran. (buat Bang Risman] To: [email protected] Date: Wednesday, October 15, 2008, 11:20 PM Sanusi Nasihun, Presiden ALU (Aliansi Utara): PEMEKARAN, SATU-SATUNYA SOLUSI MERAIH KESEJAHTERAAN Karena masyarakat Bekasi bagian Utara sangat memprihatinkan. Baik ekonomi maupun politik. Menurut saya kemiskinan itu kemiskinan structural yang diciptkan oleh Pemerintahan daerah. Setelah sekian periode, selalu saja membangun infrastruktur pada titik-titik yang lebih berpihak kepada pengusaha atau golongan. Tidak mempertimbangkan kepentingan umat/masyarakat. Padahal, secara geografis semuanya berpotensi. Ada minyak. Ada laut. Bekasi Utara yang dilola dengan baik. Hanya titik tengah yang lebih diperhatikan. Sekian ribu perusahaan. Sekian kawasan. Hanya mementingkan kapitalis. Yang diterima hanya dampak negative. Pencemaran dari wilayah selatan yang mengalir ke utara. Mematikan infrastruktur ekonomi, pendidikan, social dan budaya. Dan mengapus cita-cita orang Utara. Dulu, sekitar tahun 1982, ada sebuah harapan besar buat masyarakat Utara setelah dibangunnya sungai CBL (Cikarang BEkasi Laut). Sebagai kali buatan atau kali pembuang antara sungai Bekasi dan Cikarang yang bermuara di CBL. Kali ini berfungsi untuk pembuangan. Agar Bekasi Utara lepas dari ancaman banjir. Dan juga memberikan tambahan pendapatan hasil tangkapan ikan/udang karena memang ikan laut masuk ke kali tersebut. Akan tetapi ternyata, setelah sekian tahu fungsi CBL beralih fungsi jadi pembuangan limbah. Yang mengalir dari kali Bekasi dan kali CIkarang. Ikan pun ogah mampir ke situ. Ekosistem sungai ancuuur…! Kegembiraan pun berubah jadi bencana. Rupanya penzoliman terhadap lingkungan yang disebut limbah B3 cair terus berlanjut sampai saat ini. Menghitamkan air CBL. Apa yang diperbuat oleh pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup kecuali upeti sebagai kompensasi. Dan mudah-mudahan doa orang yang dizolimi terkabul untuk para pejabat yang menzolimi biar pada punya anak pada bisulan dan bapaknya pada stroke…Tidak terkendali. Menghancurkan infrastruktur BEkasi Utara. Sebuah contoh kecil, di Muara Kali CBL ada Kampung Sembilangan. Dulu, kampung yang benar-benar makmur karena hasil laut. Udang galah dulu besarnya bisa 0,5kg satu ekornya. Belom lagi ikan kakap ada yang mencapi 8 kg/ekor. Belum lagi ikan-ikan lain. Dan itu sudah mampu membangun kampung. TANPA APBD! Prestasinya bahkan sudah ada yang menjadi atLet bulutangkis. Karena itulah ALU menggesa pemekaran. Itu satu-satunya solusi untuk menjawab tantangan zaman dan mempersiapkan generasi baru, masyarakat baru. ALU berjihad fi sabililah untuk menghindari terjadinya lost of generation. Pemekaran menjadi jalan terang untuk mengubah nasib. Kemiskinan akan dientaskan dengan pemekaran. [] BEKASI CYBER PARK, 15/10/2008 tulisan ini ada di aliansiutara.multiply.com ------------------------------------ -------------------------------------------------- Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Groups Links
