Makasih sharingnya... menarik, terutama soal buah Jamblang itu.. waduh sampe menetes nih air liurnya..hehehe. Bener banget, saya juga udah lama nggak nemuin tu buah...
--- In [email protected], Taura <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > cerita tentang lebaran saya dah saya tulis di blog saya, > ada 3 seri cerita berlebaran plus cerita ttg silaturahim > klg besar Kaidan > > pls click ya di > > http://taufikurahman.wordpress.com > > siapa tahu ceritanya nyambung. > > salam, > TfR > > > > > --- On Thu, 10/16/08, Lusiana M. Hevita <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Lusiana M. Hevita <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [sma1bks] Noon Coffee Break: Nyai dan Lebaran > To: [email protected], "sma satu" <[EMAIL PROTECTED]>, "Jip 92" <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Thursday, October 16, 2008, 2:37 AM > > > > > > > > > > > > > > Lebaran ke mana aja? Nggak mudik? Pasti gitu deh pertanyaan > orang-orang. Apakah memang harus mudik? > > > > Seperti lebaran-lebaran sebelumnya, lebaran kali ini juga > nggak mudik. Kebetulan kampung saya banyak penduduk aslinya, so lebaran selalu > meriah. Gang-gang sempit kami penuh dengan berjejal-jejal orang yang saling > bermaaf-maafan. Biasanya berkelompok- kelompok sepulang shalat Ied. Tiap > kelompok terdiri para anggota keluarganya. Seru karena rata-rata penduduk sini > keluarganya besar-besar alias banyak anak. Udah banyak anak, nambah cucu-cucu > pula .:) > > > > Karena penduduk asli, tidak sedikit yang saling ada ikatan > darah. So lebaran nggak sekedar basa-basi salaman doang. Tapi pakai acara > saling peluk bahkan saling bertangisan. Pertama kali lihat orang saling > bertangisan, saya takjub juga, secara segitu menghayatinya kah mereka atas > dosa-dosa selama ini? Tapi lama-lama biasa juga, rupanya sebagai orang > kampung, > kami punya ikatan emosi yang cukup dalam. Tidak seperti orang-orang `komplek' > kali ya yang biasanya satu sama lain tidak akrab. > > > > Soal ikatan darah sekampung, konon mereka berasal dari > `induk' yang sama. Kami biasa menyebutnya Nyai. Beliau meninggal akhir tahun > 90an kemarin. Konon usianya mencapai 100 tahun. Menurut cerita banyak orang, > dia salah satu selir komandan Nippon yang bermarkas di Gedung Tinggi (sekarang > namanya gedung juang, Tambun Selatan kabupaten Bekasi). Nyai ini orang hebat, > bukan sakti, tapi hebat. Perempuan perkasa, segala bisa. Waktu jaman Jepang, > wanita ini biasa naik turun mobil dan tinggal ya di Gedong Tinggi itu tadi. > Nggak heran tanahnya lebar, soalnya dia kaya raya. Salah satu tanahnya adalah > yang sekarang jadi tempat tinggal kami. > > > > Saya masih ingat, Nyai sering ngajak ngobrol saat saya masih > orang baru di situ. Waktu itu menjelang akhir tahun 80an, di atas bale-bale > bambunya, Nyai cerita panjang lebar dengan bahasa Bekasi yang khas. Saya > menangkap setiap kalimatnya, tapi nggak ngerti hehehe Sayang, di usia tuanya, > hidup Nyai tidak seenak masa mudanya. Karena tidak berpendidikan, meter demi > meter > tanahnya berpindah tangan. Uangnya habis untuk hidup sehari-hari. Bahkan untuk > menyambung hidupnya dan hidup anak cucunya, Nyai ngebela-belain jualan bacang > (sejenis lontong yang dibungkus dengan daun bambu). > > > > Tapi Nyai orang yang tegas dan keras. Dia pasti telah > melalui kehidupan yang beragam, dan tetap bisa bertahan sampai sekarang meski > tidak punya suami (lagi) Nyai jarang tersenyum, tapi hatinya baik. Terutama > sama anak-anak. Kalau lebaran, tak jarang dia bagi-bagi uang ke anak tetangga > di situ yang jumlahnya banyak (dan mungkin masih cucunya juga). Lucunya, para > orang tua mereka yang gantian memberi uang ke Nyai.. jadi kayak barteran > dong..:D Begitu saya sudah mulai bekerja, saya juga suka ikut-ikutan kasih > uang > ke Nyai. > > > > Nyai selalu memanggil saya kalau kebetulan lewat depan > rumahnya, "Neng.." lalu wajah seriusnya yang sudah sangat keriput memandang > saya, "Nyai doaian rejekinya makin banyak, makin pinter dan cepet dapet > jodoh ." Hehehehe doa yang juga selalu saya dapatkan saat Lebaran setiap `sungkem' > ke Nyai. Di kampung saya, orang-orang sepuh, terutama Nyai, adalah pihak yang > wajib didatangi duluan. Dan selain anak-anak, para orang lanjut usia termasuk > yang panen rejeki. > > > > Meski lebaran selanjutnya dan selanjutnya tidak ada Nyai, > suasana kampung tidak berubah. Masih saling berjejal-jejal di gang yang sempit > untuk maaf-maafan, berpelukan dan bertangisan. Suasana yang selalu ngangeni > setiap lebaran tiba. Meski kami warga pendatang, tapi jadi ikut merasa seperti > satu keluarga juga lhoo > > > > So guys, gimana dengan lebaranmu kemarin? > > > > Have a nice day! > ------------------------------------ -------------------------------------------------- Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
