Senin, 20/10/2008 14:59 WIB
Perbankan RI Dikhawatirkan Kena Dampak Pembekuan Indover
Wahyu Daniel
Foto: Alih Istik/detikFinance Jakarta - Dana beberapa perbankan dalam negeri 
ternyata "nyangkut" di Bank Indover, setelah pengadilan Belanda membekukan anak 
usaha Bank Indonesia itu karena masalah kekurangan likuiditas.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR Endin Soefihara usai rapat 
konsultasi penyelesaian masalah Bank Indover dengan Bank Indonesia dan Menteri 
Keuangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2008).

"Kreditur Indover banyak dari bank dalam negeri ada bank BUMN dan BPD," 
ujarnya. 

Endin mengatakan Indover memang harus diselamatkan karena banyaknya uang 
perbankan dalam negeri yang ternyata disimpan di Indover. 

"Kalau sampai Indover tidak bisa membayar maka bagaimana dampaknya terhadap 
neraca perbankan nasional," katanya.

Akan tetapi dikatakan Endin, BI dalam rapat tersebut tidak menyebutkan berapa 
dana perbankan dalam negeri yang disimpan pada Indover.

Usai rapat tersebut, Gubernur BI Boediono tidak menjelaskan apapun terkait 
rencananya untuk menyelamatkan Indover. "Saya belum bisa mengatakan apa-apa 
karena rapatnya tertutup, nanti pada saatnya akan disampaikan," katanya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian 
Sri Mulyani yang enggan berkomentar mengenai Indover. "Saya tidak mau 
komentar," imbuhnya.

Usai rapat tersebut baik dari pihak BI maupun pemerintah semua tutup mulut 
mengenai rencana penyelamatan Bank Indover.

Sementara itu anggota Komisi XI Misbah Hidayat mengatakan dalam rapat tersebut 
BI memaparkan dampak yang akan dialami dengan pembekuan Indover saat ini. 

"Memang tadi ada beberapa bank dalam negeri seperti bank BUMN dan bank swasta 
yang disimpan di Indover," ujarnya.
- detikFinance



 
Rabu, 15/10/2008 14:48 WIB
BPK: Indover Sarang Penyamun
Wahyu Daniel - detikFinance



Foto: Indover 
Jakarta - Praktik keuangan yang tidak jujur ditengarai sering terjadi di bank 
Indover yang kini tengah mengalami kesulitan likuiditas. 

Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) yang sekarang menjabat Ketua 
Badan Pengawas Keuangan, Anwar Nasution menilai bank milik BI itu sebagai 
sarang penyamun.
 
"Menurut saya Indover itu dari dulu proyek KKN, dan sarang penyamun, dan saya 
dengar ada beberapa pemda yang membawa uang ke sana," ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua BPK Anwar Nasution di sela-sela Dialog Publik 
BPK RI dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai "Mendorong Terciptanya Transparansi 
dan Akuntabilitas Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara/Daerah" di 
Balai Agung Pemprov DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu 
(15/10/1008).

Dana Moneter Internasional (IMF) ketika krisis melanda Indonesia 10 tahun yang 
lalu, meminta BI untuk segera menutup Indover.

"Itulah yang menjadi persoalan saat krisis, IMF menyuruh kita untuk menutup 
itu, tapi disuntik terus oleh BI, dan amblas cadangan luar negeri kita 
gara-gara itu," ujarnya.

Anwar mengatakan, BPK akan mengeluarkan hasil audit terbaru mengenai Indover. 
Bank Indover di Belanda terpaksa dilikuidasi karena kesulitan likuiditas.Pada 
tanggal 7 Oktober 2008, Bank Sentral Belanda (De Nederlandsche Bank/ DNB) 
menyatakan bahwa Pengadilan Belanda telah memutuskan untuk membekukan kegiatan 
operasional Indover Bank yang berkedudukan di Amsterdam.(
 Toby Fittivaldy 
Fis2  '94 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke