Dari info yang beredar dan saya percaya,
Sebenarnya dah 3 tahun belakangan ini kita sebenarnya dah defisit antara
produksi Minyak dengan konsumsi minyak DN.
Cuma... kebetulan harga crude oil kita lebih bagus kita jual lebih mahal
dari pada kita beli crude oil yang kurang bagus dari LN sehingga ada sedikit
kelebihan uang dari selisihnya.
Walau sebenarnya harga yang kita "bayar" dengan penggunaan hasil refinary
crude oil yang kurang bagus jauh lebih besar dari pada keuntungan yang kita
peroleh dari selisih penjualan crude bagus dengan pembelian crude yang
kurang bagus.
Tahu dong... mesin jadi cepet rusak... polusi lebih banyak... begitupun
proses refinary-nya yang lebih kompleks dan lain-lain.
Kembali soal itung2an-nya Pak Kwik.
Itung2an Pak Kwik cuma dilihat dari itung2an ekonomi semata dan ada beberapa
data yang kurang akurat terutama:
- Soal produksi dan kebutuhan, nyata2 kita memang dah defisit.... no doubt.
Kenapa demikian: - Produksi lapangan tua yang dah menurun....
- Lapang2an baru belum di-develop maksimal dan
di-produksi.
- Produksi minyak lapangan minyak terus menurun
dengan berjalannya waktu dan membutuhkan biaya yang besar untuk memantain
produksi
sebesar target yang diinginkan... yang
mengakibatkan lifting cost jadi naik... dan berujung berkurangnya jatah
crude pemerintah. Karena
sebagian terpakai untuk bayar lifting cost.
Namun soal2 lainnya memang demikian....birokrasi kompleks, KKN dan
sebagainya...
Tambahan dari info yang saya percaya:
- In-effisiensi kinerja para birokrat migas tanah air beserta para politikus
yang nimbrung tiap 5 tahunan.
- Pertamina yang terus jadi sapi perahan sehingga mandeg buat go
international dan hilangnya peluang cari untung di negara lain
Dan mengenai pasal 33 UUD 45, gak ada yang dilanggar kok, kalau mau jual BBM
maunya harga subsidi alias harga yang lebih murah dari pada harga pasar
dunia dan berharap kita gak perlu import minyak, banyak kelemahannya:
- Negara kita lost opportunity buat nambah devisa negara dan berujung pada
sumber APBN gak ada... karena sebagian besar habis buat subsidi BBM
- Ini cuma menguntungkan sebagian kecil rakyat Indonesia.... orang kaya dan
para pengusaha, seperti info yang saya share di email sebelumnya. Rakyat
miskin
yang jumlahnya sangat lebih banyak dibanding para pengusaha dan orang
kaya... gak dapat efek berarti.
Rencana awalnya hanya mensubsidi buat kendaraan umum serta sebagian dana
subsidi yang diselamatkan dikasih langsung kepada rakyat miskin... sebagian
gak jalan.... dan sebagian lagi malah bikin ricuh.
Ada ide buat bikin smart card..(kayak di Malaysia) pakai kartu khusus buat
ngisi BBM bersubsidi dan diberikan hanya pada kendaraan
umum....he.e..e.e.e.e...
Eh malah mau di-objekin sama salah satu perusahaan dalam negeri... jadi
dibatalkan....
Seperti biasa... di Indonesia semua aturan bukan untuk mempermudah... tapi
difikirkan agar aturan tersebut tidak di-abuse sehingga aturannya harus
dapat persetujuan lama dan pada pelaksanaannya sangat sulit... dan bisa
berujung biaya besar juga.
Untuk komoditi Migas yang sebaiknya hanya untuk konsumsi DN.... adalah GAS.
Cuma memang jualan gas itu tak semudah jualan minyak....
Lapangan gas begitu di-declare "discovery" akan ditawar sejumlah buyer LN
semua cadangan yang di-declare dengan kesepakatan parameter kualitas gas
tersebut dalam jumlah waktu tertentu... dan sebagian ada yang mengikuti
harga minyak... ada yang gak (ini yang loss).
Jadi bukan jual volume ketika di-lifting seperti minyak..... Tapi dipatok di
awal (kayak meng-ijon).
Nah.... sarana dan prasarana DN agar Perusahaan DN untuk ikut nawar gak
memungkinkan semua lapangan gas DN dipakai untuk kebutuhan DN...
Kalau yang dah jalan... seperti di Aceh buat pabrik pupuk....(walau sempet
mandek karena politik dan perang), Pabrik Pupuk dan Semen di Kaltim, PLN di
Jawa Timur, dll.
Potensi besarnya.... Di Natuna (yang deket justru Singapore dan Malaysia...
jadi dech di-ekspor ke sana), di Irian... belum ada industri yang bisa
ngambil semua gas di Irian... dan keburu di-ijon oleh China... dan masih
banyak lainnya).... dan so far sich orang minyak di tanah air gak tutup
mata.... dan terus kasih pressure ke Pemerintah....
Soal pasal 33 UUD 45 lagi.....he...ehe..ee..
Itu Freeport nambangin emas yang ngakunya nambangin tembaga dengan
pengotornya (emas) telah beroperasi 40 tahunan... apa emasnya buat
DN.....???
Emasnya ilang..... yang keitung cuma tembaga....he..he..e.e.e
Emasnya dah langsung dibawa ke Jepang dan Amerika..... kalau aja emas itu
negara kita yang miliki sesuai pasal 33 di UUD 45.... he.e..e.e kita gak
perlu sibuk ngomongin subsidi BBM.... he...he.e.e.e.
Walau memang sebenarnya ada juga keluarga2 Indonesia yang menikmati emas di
Irian itu... tapi gak banyak... dan cuma pembesar dan eks pembesar Negara
ini.
Sorry, jadi tembak sana sini...he.e..e.ee.
Salam,
Morry Infra
+966-533214840
On 10/23/08, ade rinto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> sebenarnya ni negara mampu ga sih nyukupin sendiri kebutuhan BBM
> rakyatnya tanpa harus
> beli dari luar negeri..
> kemarin sempat ada Kwik Kien Gie (sodaranya Soe Hok Gie bukan???) yang
> nulis dimana-mana
> kalo sebenarnya kita ini surplus produksi BBM tapi karena ada banyak pihak
> yang ikut campur
> akhirnya rakyat yang dikalahin.. trus dia juga bilang kalo harga kita itu
> kudunya kaga usah
> ngikutin harga pasar dunia yang naik turun (kalo disini Premium kaga pernah
> turun) lha wong bisa
> menuhin kebutuhan sendiri... tapi kenapa Pemerintah kudu ikut-ikutan beli
> minyak ama Pertamina
> pake harga dunia?? Bukannya udah ada dalam UUD '45 " Bumi dan air dan
> kekayaan yang terkandung
> didalamnya adalah milik negara dan digunakan untuk sebesar-bear kemakmuran
> rakyat"....
> Jadi Pertamina bukan jual ke Pemerintah trus Pemerintah jual kerakyat
> apalagi dengan patokan
> harga dunia yang ujung-ujungnya kudu disubsidi dari uang rakyat juga...
> kalo mau jual pake harga dunia yang diekspor aja....
>
> salam damai sepanjang hari..
>
>
>
> -----Original Message-----
> *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On
> Behalf Of *Fajar Rusyatno
> *Sent:* 23 Oktober 2008 9:01
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Bls: [sma1bks] MINYAK TURUN BOOO.. NGARUH KAGAK YAAA....KE
> KITE...
>
> kalo asumsi harga minyak (RAPBN 2009) di kisaran USD 90 /barrel.
> kayaknya gak mungkin turun deh tu harga BBM bersubsidi. karena dengan
> asumsi itu, harga keekonomisan premium masih diatas Rp 6000.
>
> Kalaupun sekarang crude oil udah dibawah level USD 70. kita bersyukur saja
> bahwa beban subsidi pemerintah sedikit berkurang. (Noted that harga jual
> Crude Indonesia ke luar negri juga turun. )
>
> saya sendiri gak setuju intervensi pasar /subsidi, karena efeknya kemana
> mana.
> selain seperti yang disebut sebelumnya bahwa subsidi justru menguntungkan
> yang kaya, ada efek lain , misalnya ke penyelundupan, pengoplosan, tidak
> berkembangnya alternative fuel, etc.
> Program pengentasan kemiskinan dan penguatan sektor informal jauh lebih
> dibutuhkan daripada subsidi BBM.
>
> just my two cents,
>
> salam,
>
> -fajar
> SPBU ijo.
>
>
> ------------------------------
> *Dari:* Dicky Kurniawan <[EMAIL PROTECTED]>
> *Kepada:* [email protected]
> *Terkirim:* Rabu, 22 Oktober, 2008 17:18:26
> *Topik:* Re: [sma1bks] MINYAK TURUN BOOO.. NGARUH KAGAK YAAA....KE KITE...
>
> Bahasa politiknya nanti ; "harga disesuaikan" alias kalo udah naik gak
> akan pernah bisa turun...
>
>
> *It's only a transition... .
>
> Dicky Kurniawan
> *News Camera Person
> *NEWS DIVISION
> PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
> Gd. Trans TV 3rd Fl.
> Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
> Jakarta Selatan 12790
> *+628174964705
> marcial_riquelme@ yahoo.com <[EMAIL PROTECTED]>
> dicky.kurniawan@ gmail.com <[EMAIL PROTECTED]>
> omongkosongku. blogspot. com <http://omongkosongku.blogspot.com/>
>
> answerlieswithin. multiply. com
>
>
>
>
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Morry Infra <morry.infra@ gmail.com>
> To: [EMAIL PROTECTED] .com
> Sent: Friday, October 17, 2008 2:46:48 AM
> Subject: Re: [sma1bks] MINYAK TURUN BOOO.. NGARUH KAGAK YAAA....KE KITE...
>
> Kurni,
> Saya tambahin kutipannya.. .
> "Kalau harga BBM diturunkan.. .. he.e.e.e yang untung sebenarnya yang
> banyak ya pengusaha kaya dan *orang kaya*.... rakyat banyak gak terlalu
> banyak nikmati..."
>
> Logika yang dia sampaikan seperti ini (waktu di kuliah dia sering banget
> ngomong):
> Contohnya kalau seharusnya harga BBM itu 15000/liter.
> Lantas dijual oleh negara dengan harga subsidi jadi 10000/liter.
> Jadi tiap orang bisa berhemat 5000/liter dari volume yang dipakai/konsumsi.
> ..
> Karenanya pengusaha dan orang kaya lebih diuntungkan. ....karena volume
> yang mereka pakai/konsumsi baik untuk pribadi maupun bisnisnya luar biasa
> banyaknya dibanding rakyat miskin.
>
> Setuju 'nggak Kur?
>
> Makanya Pemerintah naikin harga BBM sekaligus ngurangin subsidi...jadi yang
> sempet di Subsidi 5000 jadi 2000 aja misalnya.....
> Dan dana yang disaving dari pengurangan subsidi itu sebagian diberi
> langsung ke rakyat miskin.
> Jadi beban pemerintah agak berkurang... ..
> Mudah2an bisa dimengerti.. ..
>
> Soal harga minyak dunia dah turun tapi BBM juga belum turun....
> Mungkin belum aja diturunkan.. .. pemerintah SBY masih itung2an.... dan
> mencari/memikirkan kebijakan yang paling baik....
> Sebenarnya sich buat SBY agak enak.... langsung aja turunin abis..... kan
> banyak orang pada seneng tuch... termasuk rakyat kecil....
> Nah buat tahun depan... kans menang tambah besar lagi....he.. e.e.e.e.
> Cara2 ini yang juga dilakukan Mega dahulu.... walau minyak dunia dah
> naik... dan kita dah jadi net importir.... tetep gak mau naikin BBM.....
> Alasannya bisa ditebak.... selain demi kepentingan bisnis SPBU sang Bapak
> Presiden (TK)... juga Mega takut kehilangan populeritas di Pemilu
> Presiden...he. .e.e.e.
> Tapi tetep kalah.... dengan capres yang iklannya pakai jaket kulit,
> dibilang ganteng dan nyanyi2....he. .e.e..e..
>
> Salam,
> Morry Infra
> +966-533214840
>
> On 10/16/08, kurniawan iswanto <kurniawan.iswanto@ gmail.com<[EMAIL
> PROTECTED]>>
> wrote:
>>
>> Bang Morry
>>
>> Saya bukan bermaksud mengada2
>>
>> cuma mau ngomentarin saran Prof. anda yang bilang "Kalau harga BBM
>> diturunkan.. .. he.e.e.e yang untung sebenarnya yang banyak ya pengusaha
>> kaya.... rakyat banyak gak terlalu banyak nikmati..." dimana komennya sudah
>> saya tulis di email sebelumnya
>>
>> masalah perminyakan tentunya bang Morry lebih tau
>>
>> 2008/10/16 Morry Infra <morry.infra@ gmail.com <[EMAIL PROTECTED]>>
>>
>>> Kurni,
>>>
>>> Bukan mengada2....
>>> Harusnya orang DEPKEU lebih tahu soal ini.....
>>> Saya sih denger diskusinya orang DEN, Pertamina, BP Migas dan ESDM....
>>> DEPKEU dibawa2 dalam hal ini (acknowledge) .....
>>>
>>> Jalan keluar yang dilakukan pemerintah saat ini kan dah pada tahu...
>>> Dikasih bantuan langsung ke orang miskin...dari sebagian dana subsidi
>>> yang di-safe.
>>> Jadi orang miskin merasakan...
>>> Cuma ketika pelaksanaanya ada yang gak bener... sebenarnya bukan idenya
>>> yang salah....
>>> Tapi memang banyak oknum2 di Indonesia yang sukanya... nyusahin orang...
>>> dengan KKN....
>>> Dan masih gak malu dan takut....
>>>
>>> Dan soal kok harga minyak dunia dah turun harga BBM kita belum
>>> turun....he. e..e.e
>>> Belum aja.... karena mungkin pemerintahan SBY lagi lihat timing dan
>>> untung ruginya...
>>>
>>> Soal keuntungan pengusaha gak lari ke luar negeri?
>>> Lah ini sich masalah baru lagi... gak berhubungan dengan BBM.....
>>>
>>> Kalau saya punya opini....
>>> Dulu waktu krismon 97-98.... Mahattir di Malaysia untuk ngatasin hal
>>> itu...
>>> Dia bilang yang intinya begini: "Uang yang dibawa ke LN... dia tahu nomor
>>> serinya... akan dinyatakan gak berlaku lagi jika hingga tanggal sekian... "
>>> ....he..ee.. ee...
>>> Entah gertak sambal atau bukan... akhirnya banyak pengusaha yang bawa
>>> balik uangnya ke DN....
>>> It works....
>>>
>>> Salam,
>>> Morry Infra
>>> +966-533214840
>>>
>>> On 10/16/08, kurniawan.iswanto@ gmail.com<[EMAIL
>>> PROTECTED]><kurniawan.iswanto@
>>> gmail.com <[EMAIL PROTECTED]>> wrote:
>>>>
>>>> apa kalo harga BBM dinaekin, rakyat banyak bisa nikmatin? ga juga
>>>> kan.
>>>> kalo alasan BBM tidak perlu diturunkan karena hanya menguntungkan
>>>> pengusaha kaya, kok seperti mencari-cari alasan.
>>>>
>>>> yang perlu dicari jalan keluarnya adalah bagaimana supaya keuntungan
>>>> pengusaha kaya ini gak lari keluar negeri atau hanya disimpan di bank
>>>> saja. bagaimana supaya keuntungan ini bisa berputar di masyarakat.
>>>>
>>>>
>>>> On 10/16/08, Morry Infra <morry.infra@ gmail.com<morry.infra%40gmail.com>>
>>>> wrote:
>>>> > So,
>>>> > Ayo dong.... jangan beli Premium bersubsidi lagi.....Belinya
>>>> > Premix....he. .he..e.e. e..
>>>> > Di Malaysia... harga Premium yang disubsidi cuma untuk angkutan umum
>>>> saja.
>>>> > Bocoran:
>>>> > Indonesia mau bikin seperti itu...(Premium bersubsudi hanya untuk
>>>> angkuta
>>>> > umum)... ech pengusaha SPBU protes....
>>>> > Mereka takut nantinya pasar mereka lari ke Shell, BP, Petronas,
>>>> Caltex,
>>>> > dll...
>>>> > Dan kemungkinan SPBU asing juga akan bukan station di seluruh
>>>> Indonesia...
>>>> >
>>>> > Memang kecenderungan bisnis di Indonesia itu selalunya ada
>>>> keberpihakan
>>>> > dengan pihak2 yang dekat dengan kekuasaan (Nepotism).
>>>> > Di Malaysia juga begitu.... tapi di Indonesia... amat2 terlalu....
>>>> > Cerita jaman Pak Harto... masih terus berlangsung. ... walau ganti
>>>> baju dan
>>>> > ganti nama aja.
>>>> >
>>>> > Nah kembali soal minyak,
>>>> > Saran Prof. saya.... ahli minyak dan ahli ekonomi... di Indonesia...
>>>> sekarang
>>>> > Anggota DEN,
>>>> > Dia bilang....Kalau harga BBM diturunkan.. .. he.e.e.e yang untung
>>>> sebenarnya
>>>> > yang banyak ya pengusaha kaya.... rakyat banyak gak terlalu banyak
>>>> > nikmati...
>>>> > Dengan harga BBM di Indonesia mahal seperti sekarang....
>>>> > Banyak energi alternative bermunculan. .... BBN (bahan bakar nabati)
>>>> berbagai
>>>> > rupa dah muncul... minyak jarak.... Bio Gas... dll.
>>>> > Dan rakyat kecil jadi kreatif dan banyak lapangan usaha bermunculan
>>>> dari BBN
>>>> > ini.... pada nanam jarak... dsb...
>>>> >
>>>> > So far orang takut kalau kelapa sawit jadi BBN.... bisa2 minyak sayur
>>>> naik
>>>> > gila.... sementar ini memang agak2 di-discourage BBN dari kelapa
>>>> sawit.
>>>> >
>>>> > So, orang2 DEPKEU bilang... orang bijak taat pajak....
>>>> > Orang Pertamina bilang... orang baik... jangan ikutan beli BBM
>>>> subsidi...
>>>> > kan ngurangin pendapatan negara dan menyulitkan orang miskin... jadi
>>>> dech
>>>> > BBM bersubsidi langka.....he. e..e..e.e.
>>>> >
>>>> > Salam,
>>>> > Morry Infra
>>>> > +966-533214840
>>>> >
>>>> > On 10/16/08, Risman Rais <[EMAIL PROTECTED] com <r41sman%40yahoo.com>>
>>>> wrote:
>>>> >>
>>>> >> Hmmm, gw coba liat dari sisi yang beda y...
>>>> >>
>>>> >> Gw bingung negara kita emang dah biasa disuapin + subsidi kali yah...
>>>> >> gara2
>>>> >> minyak naek langsung demo disana sini, yang berakibat pada kerusuhan
>>>> >> beberapa waktu yang lalu. Padahal Katanya harga minyak kita adalah
>>>> >> terendah
>>>> >> di negara ASEAN. Dan pemerintah juga udah nambal sulam buat subsidi
>>>> >> beratus
>>>> >> triliun.
>>>> >>
>>>> >> Disaat minyak turun, memang seh Malaysia dah turunin harganya
>>>> terakhir
>>>> >> menjadi 2.30 ringgit dan vietnam juga dah 3x nurunin harga bensin
>>>> dari
>>>> >> Agustus jadi $1. Namun dikita juga gara2 masih subsidi mungkin masih
>>>> berat
>>>> >> buat nurunin kali yah... karena itu artinya subsidi pemerintah gak
>>>> >> berkurang, dan devisa negara tetap terpakai buat subsidi. Beda hal
>>>> nya
>>>> >> dengan pertamax dan pertamax plus yang karena harga minyak turun dan
>>>> tidak
>>>> >> disubsidi pemerintah, akhirnya pertamina nurunin harga jualnya,
>>>> walaupun
>>>> >> kurang tajam dengan alasannya karena biar bisa bersaing dengan harga
>>>> >> retail
>>>> >> Shell dan Petronas.
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >> --- On *Wed, 10/15/08, Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@
>>>> >> yahoo.com<toby.fittivaldy%40yahoo.com>>*
>>>> wrote:
>>>> >>
>>>> >> From: Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@
>>>> >> yahoo.com<toby.fittivaldy%40yahoo.com>
>>>> >
>>>> >> Subject: [sma1bks] MINYAK TURUN BOOO.. NGARUH KAGAK YAAA....KE
>>>> KITE...
>>>> >> To: "Kirim Pesan" <[EMAIL PROTECTED] .com<sma1bks%40yahoogroups.com>
>>>> >
>>>> >> Date: Wednesday, October 15, 2008, 8:28 PM
>>>> >>
>>>> >> *New-York* - Harga minyak mintah dunia kembali anjlok tajam. Minyak
>>>> >> Brent bahkan untuk pertama kalinya kembali melorot di bawah US$ 70
>>>> per
>>>> >> barel, dipicu oleh kekhawatiran resesi ekonomi.
>>>> >>
>>>> >> Pada perdagangan Rabu (15/10/2008) kontrak utama New York untuk
>>>> minyak
>>>> >> jenis *light *pengiriman November melorot 4,09 dolar ke level US$
>>>> 74,54
>>>> >> per barel. Kontrak ini sempat melorot tajam hingga 74,32 per barel,
>>>> atau
>>>> >> berarti turun hingga 50% dari puncak harga tertinggi di US$ 147 per
>>>> barel
>>>> >> yang dicetak pada pertengahan Juli lalu.
>>>> >>
>>>> >> Sementara minyak jenis *Brent *sempat melorot hingga US$ 69,97 per
>>>> barel,
>>>> >> sebelum akhirnya ditutup turun 3,73 dolar ke level US$ 70,80 per
>>>> barel.
>>>> >> Ini
>>>> >> adalah level terendah sejak Agustus 2007.
>>>> >>
>>>> >> "Pasar saham terperangkap dalam 4 tsunami: resesi global, pengetatan
>>>> >> kredit, meningkatnya kapasitas kilang dan meningkatnya suplai minyak
>>>> non
>>>> >> OPEC. Semua hal itu akan menekan permintaan minyak dari OPEC," jelas
>>>> >> Lawrence Eagles, analis dari JPMorgan dalam laporannya seperti
>>>> dikutip
>>>> >> dari
>>>> >> AFP, Kamis (16/10/2008) .
>>>> >>
>>>> >> OPEC telah memangkas pertumbuhan permintaan tahun ini dan mencukur
>>>> >> proyeksi
>>>> >> tahun 2009, dengan alasan menurunnya permintaan di AS yang merupakan
>>>> >> negara
>>>> >> konsumen terbesar.
>>>> >>
>>>> >> Kemelorotan harga minyak terjadi seiring jatuhnya saham-saham di Wall
>>>> >> Street<http://www.detikfin ance.com/ read/2008/ 10/16/064105/
>>>> 1020761/6/ wall-street-
>>>> jatuh-lagi<http://www.detikfinance.com/read/2008/10/16/064105/1020761/6/wall-street-jatuh-lagi>
>>>> >setelah
>>>> >> keluarnya data penjualan ritel yang memicu kekhawatiran bahwa resesi
>>>> >> semakin nyata. Kemarin indeks Dow Jones kembali mencetak rekor
>>>> terbesar
>>>> >> dalam sejarahnya lagi.
>>>> >>
>>>> >> Kejatuhan ekonomi AS sangat berperan penting bagi permintaan minyak
>>>> dunia.
>>>> >> Apalagi kemerosotan perekonomian AS bisa menular ke berbagai ekonomi
>>>> >> negara
>>>> >> berkembang lainnya,
>>>> >>
>>>> >> "Kejatuhan kontrak harga minyak merefleksikan pergerakan di pasar
>>>> saham
>>>> >> yang mencerminkan kekhawatiran tentang resesi yang akan memangkas
>>>> >> permintaan
>>>> >> minyak mentah," ujar Joe Possillico, broker dari MF Global seperti
>>>> dikutip
>>>> >> dari* Reuters*.
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >> Toby Fittivaldy
>>>> >> Fis2 '94
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >>
>>>> >
>>>>
>>>> --
>>>> Kurniawan
>>>> http://www.ptc- vaganza.info <http://www.ptc-vaganza.info/>
>>>>
>>>>
>>>
>>>
>>
>>
>>
>> --
>> Kurniawan
>> http://www.ptc- vaganza.info <http://www.ptc-vaganza.info/>
>>
>>
>
>
> "
> ------------------------------
> Apakah wajar artis ikut Pemilu?
> Temukan jawabannya di Yahoo Answers! "
>
>
>