Pak moderator, ini beritanya ada dikompas.com
bravo SMA 1 Bekasi Linda E.S/A1/2-94 BEKASI, SELASA - Pemkot Bekasi akan memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) berkat keberhasilannya menggalang 617 sekolah negeri dan swata membuat kantin kejujuran. Itu merupakan rekor terbanyak di Indonesia. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan bersamaan dengan peresmian kantin kejujuran oleh Jaksa Agung Hendarman Supandji di SMAN I Bekasi, Selasa (28/10) ini. "Provinsi sekaliber DKI Jakarta saja saat ini baru memiliki 36 kantin kejujuran," kata Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad, kemarin. Menurut Mochtar, pembuatan kantin kejujuran di sekolah merupakan upaya menanamkan sikap jujur sejak dini. Kantin kejujuran yang ada selama ini adalah kantin yang menyediakan sejumlah makanan dan minuman serta kebutuhan sekolah tanpa ada pelayan alias tak perlu diawasi. Para pelajar yang hendak membeli barang-barang di kantin kejujuran tersebut tinggal mengambil barang apa saja yang diinginkan dan menaruh uang pembelian di kotak uang. Jika ada kembaliannya mereka tinggal mengambil uang kembalian di kotak uang yang telah disediakan. "Diharapkan para siswa bisa menularkan sikap jujurnya di sekolah ke rumah dan lingkungan masing-masing," ujar Mochtar. PKL jadi korban Guna menyukseskan acara peresmian kantin kejujuran, sedikitnya 20 pedagang kaki lima (PKL) terpaksa ditertibkan. Lapak pedagang yang berdiri di Lapangan Telukangsan, Jalan Agus Salim, Mekarsari, Bekasi Timur, dibongkar satuan polisi pamong praja (satpol PP). Sejumlah pedagang mengaku kaget dengan aksi pembongkaran tersebut. Tapi setelah diberi pengertian bahwa kegiatan tersebut dalam rangka hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober plus kedatangan Jaksa Agung, mereka rela membongkar sendiri lapaknya. "Ya daripada dibongkar paksa petugas, lebih baik dibongkar sendiri," kata Masnah, pedagang buah. Agus, pedagang soto ayam, juga pasrah dengan kebijakan sesaat itu. "Saya sih terima saja lapak ini dibongkar. Katanya sih selama tiga hari, setelah itu boleh berjualan kembali," ucapnya. Namun Camat Bekasi Timur Cecep Muntasar membantah bahwa pembongkaran lapak pedagang dalam rangka kedatangan Jaksa Agung. Penertiban lapak pedagang merupakan program terencana, bukan dadakan. "Penggusuran ini adalah kegiatan rutin menjelang perebutan Piala Adipura. Ini sesuai dengan instruksi Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad yang meminta agar Kota Bekasi bersih dan indah dipandang," ujar Cecep. Sementara itu menurut Kepala Dinas Perhubungan Rayendra Sukarmadji, untuk menyambut kedatangan Jaksa Agung pihaknya akan memberlakukan sistem buka-tutup di sejumlah jalan. Paling tidak di Jalan Agus Salim kami akan melakukan sistem buka-tutup saat rombongan datang dan saat rombongan meninggalkan gedung sekolah," ujar Rayendra
