teringat aku saat memainkan melayang-layang…
berputar, 
naik melambung tinggi ke udara
kadang menukik tajam
dan tersangkut di pohon

kadang putus karena diadu
atau putus tangan
atau tertinggal di belukar

dan saat layangan kita putus
puluhan kaki-kaki kecil
mengejar kemana angin berhembus
menjejakkan kaki di tanah yang berdebu

Sudah lama gak bawa bacaan di bus, iseng-iseng jalan ke toko buku. 
Wah ada buku bagus ni, judulnya A Thousand Splendid Suns. Tapi di 
cover-nya disebutin juga pengarang ini (Khaled Hosseini) juga 
pengarang The Kite Runner. Gue cari di rak gak ada. Akhirnya gue 
minta bantuan si Mbak penjaga GA, dia ngotot kemarin masih ada 
tinggal 2. Gak ada, tapi dia bersedia ngecek ke gudang, Alhamdulillah 
ada.

Setting dari cerita ini ada 3 tempat: Kabul (Afghanistan, Peshawar 
(Pakistan) dan Amerika). Ceritanya sendiri dimulai dengan flash back 
ke masa kecil Amir-jan yang piatu, dimana dulu dia tinggal bersama 
saudara sesusuannya: Hassan. Sebetulnya Amir memendam kecemburuan 
kepada Hassan, sebab biarpun dia anak kandung sang Ayah (Baba) tapi 
kok rasa sayang Baba kepada Hassan lebih daripada yang dia rasakan. 
Memang sih dia kurang dalam hal olahraga yang mengandalkan fisik, 
tapi dia sangat piawai dalam menulis. Sang Baba sendiri sewaktu kecil 
hebat di segala bidang olahraga, baik sepakbola maupun lainnya, maka 
dari itu dia sangat mengharapkan Amir bisa meneruskan bakatnya.

Baba seorang yang bersemangat, sosial tapi tak begitu religius. Baba 
membangun panti asuhan dan banyak sudah orang yang dibantunya. Teman-
teman semasa kecil Baba juga tinggal di rumah mereka Ali (Ayah Hasan) 
dan Rahim, mereka memang 3 serangkai hingga mereka dewasa. Seperti di 
Iran-Irak ternyata Afghanistan juga memakai istilah Sunni (Pashtun) 
dan Syiah (Hazara), dan Amir adalah pashtun sedangkan Hasan dan Ali 
adalah hazara yang dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga.

Kecemburuan Amir terhadap tidak pupus walaupun Hasan sering membela 
Amir, dan menganggapnya lebih dari saudara. Tahu gak? Kata pertama 
yang diucapkan Amir ketika bayi adalah Baba, sedangkan kata pertama 
Hasan adalah namanya. Walau sering bermain bersama dan Amir sering 
membaca cerita karena Hasan tidak bisa membaca (yang kadang ceritanya 
diplintir oleh Amir), tapi Amir gak pernah menganggapnya sebagai 
teman. 

Cerita pertama yang dibuat Amir… hanya dilihat sekilas ayahnya, tapi 
dipuji setinggi langit oleh Rahim yang membuatnya semangat untuk 
menjadi penulis. Ketika cerita itu diceritakan kepada Hassan, Hassan 
hanya berkata bagus dan bertanya mengapa sang tokoh tidak mengiris 
bawang saja untuk menangis? Mengapa harus membunuh istrinya?

Tapi persahabatan kedua anak ini berubah seketika semenjak festival 
layang-layang yang dimenangkan Amir dan Hassan juga memenangkan 
pengejaran layang-layang. Karena ada satu insiden yang dialami Hassan 
tapi Amir hanya melihatnya dan tak berani untuk membelanya. Dan 
dengan cara licik Amir berusaha mengusir Hassan dari rumahnya. 
Walaupun Baba melarang Ali dan Hassan untuk pergi tapi mereka tetap 
berkeras. 

Keadaan Kabul berubah sejak kudeta tak berdarah, tentara rusia 
menguasai Afghanistan. Amir dan keluarga akhirnya mengungsi ke 
Pakistan dan melanjutkan ke Amerika. Di Amerika Amir kembali 
bersekolah sambil menemani ayahnya berjualan di pasar loak hari 
minggu. Amir melanjutkan ke jurusan sastra, sementara Baba mulai 
sakit-sakitan. Amir melanjutkan mimpi menjadi penulis, dan dia juga 
bertemu dengan Soraya yang akhirnya menjadi istrinya. Akhirnya Baba 
meninggal… dan Rahim Khan yang mendapat pemberitahuan yang terlambat 
menelpon… ternyata dia juga sakit keras, dan sebelum menutup telpon 
dia berkata, "Datanglah! Ada jalan untuk kembali menuju kebaikan". 
Setelah Amir meminta izin istrinya, mulailah perjalanan yang tak 
pernah terbayangkan dalam kehidupannya di Afghanistan dan Pakistan.

Cerita yang sangat menyentuh dengan bahasa yang lugas dan plot 
menarik. Sangat layak untuk anda baca. Hmmm… jadi gak sabar pengen 
nonton filmnya dan menikmati buku kedua sang pengarang: "A Thousand 
Splinded Suns"


Tiar Rahman
Sorry seharusnya diposting Senin malam, tapi pusing berat euy.



------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke