It is a time for martyrs now, and if I am to be one, it will be for the cause
of brotherhood. That's the only thing that can save this country.
Malcolm X, NYC, 19 February 1965 *)
Siapa tak kenal dengan Malcolm X? *hayo ngacung :p Kemenangan Obama mau tidak
mau mengingatkan saya pada sosok karismatik (dan inspiring) itu. Dulu, di tahun
90an, film-nya pernah diputar secara 'road show' di kampus-kampus. Saat itu
masih belum ada CD, apalagi DVD. Kami memperoleh piringan hitamnya, dan muterin
rumah-rumah buat dapetin playernya :D (akhirnya dapet)
Selain Malcolm X, ada lagi Martin Luther King. Kisah heroiknya membuat bulu
kuduk berdiri. Seperti halnya Malcolm X, dia juga martir bagi penegakan hak
asasi manusia. Seperti halnya Malcolm X, King, dan juga Mandela.. siapa pun
benci dengan sikap merendahkan orang lain hanya karena ia berkulit hitam.
Sangat tidak manusiawi, sangat jadul, sangat nggak gaul (lhooo). satu-satunya
ingatan yang selalu bikin hati bergetar (diantaranya): cuplikan singkat dari
film ArRisalah, saat melihat Bilal(budak berkulit hitam) berseragam perang,
keren dan begitu pede, berjajar setara dengan para panglima perang di jaman
Nabi Muhammad. Soo touchy...
So..apakah Obama juga sekaliber Malcolm X, King maupun Mandela? pastinya tidak
bisa disamakan begitu aja ya... tapi kita akan melihat sejarah yang baru saja
ditorehkan, gimana lanjutannya...
(kutipan dari Malcolm X, diambil dari Blog-nya Ekky :)