Menurut pengalaman dunia, membaiknya pasar dengan respon positif terhadap pemimpin baru bisa dibilang cuman sementara. Seperti layaknya harapan akan adanya perubahan dari pemimpin baru. Yang pasti Obama akan ketiban beban yang sangat-sangat berat, baik di dalam negeri yang lagi terkena krisis, maupun dunia internasional (dunia Islam juga) yang memandang bahwa harapan ke arah dunia yang lebih baik ada di pundak Obama.
Masyarakat dunia juga semestinya tidak begitu saja menaruh harapan begitu tinggi kepada Obama, karena kemenangan Obama belum tentu mencerminkan harapan-harapan itu. Bisa jadi akibat nantinya tertekan akan harapan yang begitu tinggi, Obama justru akan terpuruk dan gagal melangkah. Tunggu saja program 100 hari pertama ala Obama...(kalo di Indonesia khan ada kampanye waktu pil-nya dilanjutin kampanye 100 hari pertama, di AS sono ada gak ya...??) It's only a transition... Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] omongkosongku.blogspot.com answerlieswithin.multiply.com ________________________________ From: komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, November 5, 2008 5:45:04 PM Subject: [sma1bks] Malcolm X, King, Mandela dan Obama Sorry bu, saya masih belum sampai pada kesimpulan bahwa obama bisa disejajarkan dengan Malcolm X. Atau, dengan Martin Luther King. Satu hal yang diharapkan dunia, dunia islam, dunia ketiga adalah Obama mampu menyelesaikan krisis keuangan global. Ada fenomena bagus dimana pasar optimis. Indekspun membaik. Ada kepercayaan yang kuat untuk mengubah kondisi ini. Pun demikian, kepercayaan itu adanya di awal. Dan akan diuji di tengah perjalanan. Bila nantinya, Obama mampu memberikan resep manjur memulihkan krisis global maka ia bisa jadi pahlawan. Dan, skeptisisme pun akan meleleh. Di bidang politik, Obama diduji dengan persoalan Irak, Iran dan Afghanistan. Belum lagi Rusia yang kini mulai menggandeng negara-negara yang mbalelo dengan Paman Sam kayak Libya, Bolivia dan lain-lain. Nah, apa yang akan terjadi nanti, kita tunggu tanggal mainnya. Dan, dalam ruang dan wilayah ini, saya memang cuman ngeduplong aza, sembari kirim-kirim email.... 2008/11/5 Lusiana M. Hevita <[EMAIL PROTECTED] com>: > It is a time for martyrs now, and if I am to be one, it will be for the > cause of brotherhood. That's the only thing that can save this country. > > Malcolm X, NYC, 19 February 1965 *) > > Siapa tak kenal dengan Malcolm X? *hayo ngacung :p Kemenangan Obama mau > tidak mau mengingatkan saya pada sosok karismatik (dan inspiring) itu. Dulu, > di tahun 90an, film-nya pernah diputar secara 'road show' di kampus-kampus. > Saat itu masih belum ada CD, apalagi DVD. Kami memperoleh piringan hitamnya, > dan muterin rumah-rumah buat dapetin playernya :D (akhirnya dapet) > > Selain Malcolm X, ada lagi Martin Luther King. Kisah heroiknya membuat bulu > kuduk berdiri. Seperti halnya Malcolm X, dia juga martir bagi penegakan hak > asasi manusia. Seperti halnya Malcolm X, King, dan juga Mandela.. siapa pun > benci dengan sikap merendahkan orang lain hanya karena ia berkulit hitam. > Sangat tidak manusiawi, sangat jadul, sangat nggak gaul (lhooo). > satu-satunya ingatan yang selalu bikin hati bergetar (diantaranya) : cuplikan > singkat dari film ArRisalah, saat melihat Bilal(budak berkulit hitam) > berseragam perang, keren dan begitu pede, berjajar setara dengan para > panglima perang di jaman Nabi Muhammad. Soo touchy... > > So..apakah Obama juga sekaliber Malcolm X, King maupun Mandela? pastinya > tidak bisa disamakan begitu aja ya... tapi kita akan melihat sejarah yang > baru saja ditorehkan, gimana lanjutannya. .. > > (kutipan dari Malcolm X, diambil dari Blog-nya Ekky :) > > -- Komarudin Ibnu Mikam WTS - Writer Trainer Speaker komarmikam.multiply .com 0818721014 karya-karya ; sekuntum cinta untuk istriku (GIP) prahara buddenovsky (GIP) dinda izinkan aku melamarmu (KBP) sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat) nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat) merit yuk! (qultum media) rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
