Internasional



/ Home / Internasional /
Kamis, 13 November 2008 | 15:32
Harga Minyak Terjun Bebas, Bursa Teluk Persia Terguncang Keras


DUBAI. Murahnya harga minyak yang terendah dalam 21 bulan terakhir membuat 
bursa saham di Teluk Persia guncang. Alhasil, indeks saham acuan Dubai pun 
mengalami penurunan terendah dalam enam hari terakhir. Gejolak tersebut juga 
membuat bursa Kuwait menghentikan sementara waktu transaksi perdagangannya.
Pukul 11.40 waktu lokal, Dubai Financial Market General Index anjlok 4,1% dan 
bertengger pada posisi 2.124,51. Itu artinya, sepanjang minggu ini, indeks 
sudah anjlok sebesar 24%. Sedangkan Abu Dhabi Securities Exchange General Index 
juga mengalami kondisi serupa dengan penurunan 3,4%.
Selain melorotnya harga minyak, adanya pengetatan kredit bagi investor real 
estate juga turut memicu penurunan indeks saham Dubai. Sebut saja Emaar 
Properties PJSC memimpin penurunan terbesar hari ini. Harga saham developer 
real estate terbesar di Timur Tengah ini bahkan menyentuh posisi terendah dalam 
empat tahun terakhir. Kondisi serupa juga dialami oleh Arkan Building Materials 
Co yang terpeleset jauh sejak melakukan pencatatan saham di bursa Dubai pada 
Januari 2007.
“Turunnya indeks Dubai dan Abu Dhabi kali ini didorong oleh sektor real estate. 
Itu membuat investor menjadi khawatir. Sangat sulit untuk mengukur daya tarik 
permasalahan ini,” papar Ajeev Gopinathan, vice president Gulf Baader Capital 
Markets SAOC.
Sementara itu, Bursa Efek Kuwait memutuskan untuk men-suspend perdagangan hari 
ini. Hal itu dilakukan menyusul adanya perintah dari otoritas bursa Kuwait agar 
investor tidak mengalami kerugian yang lebih besar lagi. Pada pukul 09.47 waktu 
lokal, indeks acuan masih berada pada level 8.691. Dalam seminggu ini, indeks 
Kuwait sudah turun 10% dan bertengger pada posisi terendah sejak Juli 2005 
silam.
Kabarnya, bursa Kuwait akan ditutup hingga 17 November mendatang. Pada hari 
itu, otoritas bursa berencana mengadakan pertemuan untuk mempertimbangkan 
apakah bursa akan dibuka atau kembali diperpanjang suspendnya. “Pada pertemuan 
nanti otoritas bursa tidak hanya akan membahas tentang penurunan saham, namun 
juga dampak sosial atas anjloknya harga saham,” jelas Adel Abdul Hadi, 
pengacara otoritas bursa Kuwait.
Catatan saja, hari ini, harga minyak mentah dunia anjlok dan berada di bawah 
US$ 55 per barel yang disebabkan menurunnya permintaan energi dari 
negara-negara dengan perekonomian utama dunia. Harga kontrak minyak untuk 
pengiriman bulan Desember turun 2,7% atau US$ 1,49 menjadi US$ 54,67 per barel 
di New York Mercantile Exchange.
 

Barratut Taqiyyah Bloomberg 

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94


      

Kirim email ke