Kalau dihitung-hitung udah berapa kali ya negara kita kena
travel warning? Sejak keluar isu Indonesia sarang teroris, banyak negara jadi
memperingatkan warganya untuk tidak masuk ke negara ini. Sebagian ada yang
sangat peduli, alias nurut-nurut aja. Sebagian enggak, tetep aja cuek dan nggak
ngaruh.
 
Waktu menyaksikan pameran foto-foto bom Bali I di Denpasar
beberapa tahun lalu, kengerian itu memang sangat terasa. Tiba-tiba saja merasa
harus waspada di tengah kerumunan massa Bali. Saya berjilbab, sasaran empuk
kalau ada rasa sentimen itu. Tapi syukurlah perasaan itu segera hilang. Meski
beberapa pasang sempat tertangkap memerhatikan dengan tajam, selebihnya,
masyarakat Bali adalah masyarakat yang ramah.
 
Kata Pak Putu, orang Bali tidak suka menyimpan dendam.
Masyarakat Bali adalah masyarakat yang cinta damai, enggan berseteru, enggan
berkonflik, apalagi dengan para pendatang/pelancong. Mereka baik, karena
tanahnya adalah Tanah Dewata, mereka menjunjung nilai-nilai spiritualnya. Ah,
pantas saja para turis selalu ingin kembali ke Bali. Bali menjadi tujuan utama
wisata dunia, mulai dari bulan madu, sampai beradu kebolehan olah raga.
Macam-macam acara di sana, dan selalu sukses menuai peserta.
 
“Ada peserta mengundurkan diri…” cetus seorang.
Belakangan kami memang sampai di titik puncak kerepotan menjelang konferensi.
“cuma dua orang sih..” lanjutnya, cuek.
“Dari mana?” Inggris? Australia? Jepang? China? Amerika?
“Malaysia..” sahutnya enteng.
Kami menahan tawa, sebegitu parno-nya  kah, saudara serumpun kita itu?
“Yahh, saya bilang nggak apa-apa kalau mereka batal datang.
Cuma saya sebel waktu dia beralasan kalau suasana di Bali tidak amanlah inilah,
itulah..eh sok tau ya, padahal kan kita di sini nggak apa-apa. Tapi ya udah,
ngundurin diri juga nggak masalah.. yang penting dia udah bayar registrasi 300
dolar…hahaha…”
 
Saat cerita itu terjadi, Amrozi dkk belum dieksekusi.
Mungkin memang berita yang beredar mencemaskan. Tapi setelah proses eksekusi
itu selesai, berharap sih peserta Malaysia itu jadi datang. Sayang juga
kan udah bayar mahal-mahal (2X300=600 dolar!).. apalagi kalau udah booking
hotel segala.
 
“Wah, travel warning nih dari Inggris,” kata bos ketika
membaca kiriman email pemberitahuan dari ketua steering committee kami kemarin.
“Tenang aja, Bu… sejauh ini baru peserta Malaysia kok yang
mundur…”
setelah di cek lagi, sampai hari ini alhamdulillah belum ada
yang nyusul membatalkan keikutsertaan. Peserta asing sudah mencapai angka lebih
dari 100 orang kemarin, dan masih ada 30 hari lagi sebelum hari H.
 
Hmm, siapa sih yang sanggup mengelak dari pesona Bali. Pulau
Dewata itu memang memiliki keindahan eksotis yang tiada tara. Tapi kata Mbak
Mayang dosen filsafat dulu, keindahan itu bukan di mata, tapi di hati.
Pulau yang masyhur indah, memang menjadi semakin indah kala pelancong yang
datang sudah membawa keindahan itu di hatinya.
 
So guys, weekend ini juga akan jadi indah bersama keluarga
kalau kita sudah menyiapkan keindahan itu di hati kita..*halah…maksa :D
 
Have a lovely and nice weekend!


      

Kirim email ke