Saya setuju dengan tulisan ini. memulai dari yang kecil, diri sendiri dan di
sini.

Persoalannya kemudian, ketika konstruksi budaya dibangun hanya dari
puing-puing individu. Tapi tidak dibangun  juga dari konteks makro. Maka
yang terjadi kemudian 'pagi hari dirajut, malam dilepas.'
Kita jagain anak-anak kita dari rumah. Sementara, ruang-ruang sosial isinya
jin ifrit, maka kerap terjadi pertarungan. Alhamdulillah kalao menang. Kalo
kalah. Waduh.....

Inilah yang terjadi ketika seorang anak tokoh malah ancur. Karena
ruang-ruang sosial yang mestinya jadi domain pemerintah gak disentuh dengan
nilai-nilai.

So, Saya seh setuju saja dengan mulai dari diri sendiri. Hanya pemerintahnya
juga secara makro kudu mengarah pada goal yang sama.
Kalo gak, walah....cape deh!

Kirim email ke