Guys, sudah mulai memilih hewan qurban? Beli langsung, transfer (banyak lembaga Islam yang menyediakan layanan qurban, cukup dengan transfer sejumlah uang saja) atau ada orang yang membantu mencarikan sesuai dengan budget yang ada? Urusan qurban, seperti memilih kambing, kerbau atau sapi memang bukan masalah besar. Asal ada duit, pasti dapet deh! Itu juga pikiran sederhana saya. Sebagai perempuan, urusan perkambingan jelas bukan ‘ranah’nya hehehe (maaf para pria jangan tersinggung ya…). Emang ada gitu cewek-cewek memilih-milih kambing di pasar hewan? Pastinya jarang banget ya. Tapi begitu membaca beberapa tips memilih hewan qurban di beberapa artikel koran, jadi ngebayangin, kayaknya ‘asyik’ deh. “Berqurbanlah dengan hewan yang terbaik,” begitu kira-kira ustadz pernah menasehati. Meski sama-sama kambing, tapi ada keutamaan untuk memilih yang terbaik. Dan yang terbaik tidak mesti yang termahal, meski biasanya yang terbaik itu mahal. Saya jadi ingat dengan kambing dan domba yang merumput di alun-alun kota waktu kecil dulu. Bersama teman-teman kami sering menyodorkan dedaunan buat kambing yang menurut kami paling cakep. Bulunya bersih mengkilat (kecuali wedhus gembel :D), matanya bersih dan jernih (waktu kecil kami bilang matanya ramah, nggak galak :-), bukan kambing yang kurus dan cacat, berjalan tegak, nggak pincang, apalagi sempoyongan…:) kulitnya halus *halah.. maksudnya nggak kudisan, borokan ataupun ada lukanya. Mulut, telinga, hidung, dan anusnya juga bersih. Jangan lupa lihat kondisi giginya, hewan qurban yang layak, giginya harus lengkap. Nah, untuk hewan yang didatangkan dari daerah yang jauh, perhatikan juga kesehatannya. Kali-kali aja perjalanan yang panjang membuat mereka stress dan sakit. So, penting untuk memastikan mereka sudah bugar sebelum dijadikan qurban (siapa tau sebelumnya butuh terapi dulu…hihi). Hewan yang bagus, bergerak dengan lincah, kuat, bersemangat, tidak gelisah dan selera makannya bagus. Suaranya nyaring…hehehe bo’ong ding, di artikel nggak ada yang ngebahas suara :p. Lebih baiknya lagi, hewan-hewan qurban ini diperiksa oleh dinas kesehatan hewan sebelum diperjualbelikan (ini bagi mereka yang mau berbinis kambing :p). Nah hewan yang sudah lolos dari pemeriksaan ini biasanya dilengkapi dengan surat keterangan sehat (untuk hewan yang memang sehat). Nah, gimana…untuk ibadah yang cuma sekali setahun dan untuk menghayati pengorbanan Nabi Ibrahim kepada Allah, bagus juga kalau kita pun selektif memilih hewan qurban. Ngga mau kan kalau ternyata hewan yang kita jadikan qurban kena penyakit Anthrax, atau bahkan sapi gila…hiyyy… Selamat memilih hewan qurban! (sebelum harganya makin mahal :-)
