setelah menikah pak dokter kita ini nampaknya nambah bijak n makin produktif aja neh, hikmah dr nikah kali yah...
--- Pada Sel, 16/12/08, genis ginanjar <[email protected]> menulis: Dari: genis ginanjar <[email protected]> Topik: [sma1bks] setelah Kuambil Keputusan Besar Itu Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 16 Desember, 2008, 10:33 PM setelah Aku Mengambil Keputusan Besar Itu menikah. Bagi sebagian orang kata itu mungkin terdengar sedikit horor. membincangkan tentang pernikahan berarti menyiapkan tempat, waktu dan perhatian serta kesibukan dibagi dengan pasangan kita, atau juga anak-anak yang mungkin lahir kemudian. maka menikah, mungkin adalah petaka bagi mereka yang memuja privasi dan egoisme pribadi diatas segalanya. tapi menikah adalah jenjang atau anak tangga menuju surga bagi kami. memang benar bahwa kebebasan yang dulu kita miliki akan sedikit tereduksi. atau privasi kita mungkin harus rela kita bagi dengan orang lain yang menjadi anak, ataupn istri kita. namun disanalah letak surga itu. seperti dua hari yang lalu. aku benar-benar tidak bisa menulis dengan lancar. karena fatih menangis dan terus menuntut perhatian dari ayahnya. padahal aku belum tidur cukup selama 4 hari, dan meniatkan satu hari itu ingin berbaring dan melepas lelah barang sesaat, sebelum menulis buku "Obesitas pada Anak", (calon) bukuku yang kelima. kesabaran dan kasih sayang ternyata benar-benar anugerah ALLah yang besar bagi mereka yang memimpikan membangun surga melalui pernikahan. Senyum fatih, tawanya serta mumbling-nya yang kian jelas, membuat penatku berubah menjadi limpahan energi kasih sayang yang besar. terimakasih fatih, telah mengajarkan ayah sebentuk kesabaran malam itu. i love you, my professor! Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
