Ikutan dong... gw soalnya jg ngikutin Tetralogi laskar pelangi..Setuju... 
ehhh.. belum baca Maryamah Karpovnya.. baru beli..
cm temen gw jg ngomong gt.. knp yach.. justru novel terakhirnya seolah2 mimpi2 
itu ilang semua.. tdk spt di novel2 awal.. yg mimpi2 Andrea menggebu2..
Kalo gw si suka.. Sang Pemimpi.. ada lucunya.. pastinya semangat untuk 
menginjak Sorbone Paris itu kuat bgt.. walau hny dg nabung duit recehan..hehhe
apalg kata2 yg selalu diingat " org seperti kita kalo gak bermimpi bs apalg, 
itulah yg kita bs"... hehhe.. kayaknya "ngena bgt deh..

Kalo di urutin gw sukanya : Sang Pemimpi, Laskar Pelangi, Endesor.. Maryamah 
Karpov (walau blm baca .hehhe)

Salam
Lulu'97

  ----- Original Message ----- 
  From: wahyu purwaningsih 
  To: FLP Bekasi ; [email protected] ; [email protected] 
  Sent: Wednesday, December 17, 2008 1:27 PM
  Subject: [sma1bks] REVIEW MARYAMAH KARPOV


              
                          Category: Books 
                          Genre:  Literature & Fiction 
                          Author: Andrea Hirata 

                    REVIEW MARYAMAH KARPOV

                    Setelah cukup lama menanti kemunculan novel yang merupakan 
tetralogi Laskar Pelangi yang terakhir ini, akhirnya bulan Desember 2008 ini, 
telah di launching novel Maryamah Karpov karya Andrea Hirata, setelah penundaan 
kemunculan novel ini menanti film Laskar Pelangi di tayangkan. Saya memiliki 
seluruh buku tetraloginya, saya juga telah melihat filmnya. Filmnya bagi saya 
memang tidak sebegitu menarik seperti yang digemborkan, tidak seperti bayangan 
imajinasi saya saat membaca novelnya. Namun hal itu memang dapat dimaklumi 
karena persepsi setiap pembaca berbeda dalam memahami sebuah buku. Tapi film 
ini sudah cukup bagus jika dibandingkan dengan film-film Indonesia lain yang 
beredar saat ini. 
                    Bagi saya, novel terakhir Andrea Hirata ini kurang 
gregetnya. Diantara tetraloginya, saya paling menyukai Edensor, seri ketiganya. 
Dan jika saya urutkan berdasarkan tingkat kesukaan saya, jadinya akan seperti 
ini : Edensor, Laskar Pelangi, Maryamah Karpov dan Sang Pemimpi. 
                    Isi cerita dalam Maryamah Karpov tidak menggambarkan 
keseluruhan isinya. Nama Maryamah Karpov hanya muncul sedikit dalam bukunya. 
                    Maryamah Karpov merupakan tetralogi terakhir Laskar Pelangi 
dan juga (katanya) merupakan karya terakhir dari Andrea Hirata. Menurut kabar 
angin yang beredar, Andrea berniat mengundurkan diri dari dunia kepenulisan, 
suatu keputusan yang disayangkan banyak pihak. Kabarnya Andrea mengundurkan 
diri dari kepenulisan karena beliaunya hendak menyepi dari hiruk pikuk 
selebritas. Andrea merasa kurang siap atas ketenaran yang secara tiba-tiba 
hinggap dalam hidupnya. Andrea yang semula berasal dari keluarga yang biasa 
saja, Andrea yang memiliki kehidupan yang biasa saja tiba-tiba harus berhadapan 
dengan ketenaran yang menerpanya. Dan imbas dari ketenaran itu, Andrea juga 
sempat dilanda gosip. Kehidupan adem ayem yang biasanya menemaninya berubah 
menjadi kehidupan hectic dimana tak ada lagi tempat untuk ruang privasinya. 
                    Kisah dalam Maryamah Karpov merupakan kisah hidup Andrea 
pasca menyelesaikan studi masternya di Perancis. Andrea kembali tinggal di 
kampung halamannya di Belitong. Cerita terus berlanjut mengenai lika-liku 
kehidupannya di Belitong termasuk juga pencariannya terhadap A Ling. Demi A 
ling, Ikal, nama kecil Andrea, kembali rela menemui Tuk Bayan Tula ditemani 
Mahar dan 3 orang lainnya. Pencariannya kali ini menggunakan perahu yang dibuat 
sendiri oleh Ikal dibantu tentu saja oleh sang jenius, Lintang. Perahu yang 
diberi nama Mimpi-mimpi Lintang tersebut dibuat dengan sepenuh hati oleh Ikal 
dengan tangannya sendiri walau harus dianggap remeh oleh orang sekampungnya, 
bahkan dijadikan taruhan. 
                    Dalam novel ini, Andrea banyak bercerita tentang kebiasaan 
orang-orang Belitong yang terdiri dari berbagai macam suku yang memiliki 
kebiasaan yang aneh dan berbeda-beda. 
                    Jika di novel sebelumnya, alur berjalan begitu cepat, di 
novel terakhir ini, alur cerita berjalan agak lambat. Andrea banyak memberikan 
deskripsi tentang banyak hal: orang, tempat, keadaan sehingga menjadikan 
alurnya terasa melambat. Namun masih dengan gaya seorang Hirata, ceritanya juga 
dibumbui dengan gaya yang lucu. 
                    Tapi saya tidak begitu suka ending dari novel kali ini. 
Endingnya dibuat menggantung dan tidak jelas membuat pembaca menjadi penasaran. 
Hal ini menjadikannya tidak menarik, seolah penantian selama 3 buku sebelumnya 
menjadi sia-sia. Ending yang tidak bahagia justru disaat-saat seharusnya ending 
itu seharusnya menjadi bahagia. Mengecewakan. Penasaran. Sebel. Sedih. 
Begitulah kira-kira perasaan saya setelah menyelesaikan lembar terakhir dari 
novel Maryamah Karpov ini. Seakan-akan saya masih mengharapkan ada lembar lain 
lagi setelah lembar terakhirnya, ada kata-kata dan kalimat-kalimat lain yang 
menutup tetralogi itu, ada kisah lain yang mengakhiri kisah Ikal itu, ada 
ending lain yang bisa jauh lebih baik dari tetralogi Laskar Pelangi yang 
pamungkas ini. 
                    Beginikah akhir dari seluruh perjuangan, penjelajahan, 
pencarian atas cinta dan mimpi-mimpi?


                    w...@16122008

                    This review can be read also in : 
                    
http://wahyuotree.multiply.com/reviews/item/9/Maryamah_Karpov_Andrea_Hirata?replies_read=2
                    or 
                    
http://wahyu-otree.blog.friendster.com/2008/12/review-novel-maryamah-karpov/




                     
                    Best


                    Wahyu Purwaningsih

                    "The earth provides enough to satisfy every man's needs but 
not every man's greed" 
                    (Mahatma Gandhi)

                    www.wahyuotree.multiply.com
                   
                   
              
       


Kirim email ke