Triangular Love 

________________________________

Artikel ini bagus banget untuk jadi bahan renungan setiap orang.... Apa pun 
status Anda saat ini.... menikah, cerai, belum menikah, ingin menikah, pacaran 
menuju pernikahan, dalam perselingkuhan, dan apa pun itu deh....

Segitiga Cinta

Ada banyak alasan orang untuk menikah. Ada yang bilang bahwa pasangannya enak 
diajak bicara. Ada yang bilang pasangannya sangat perhatian. Ada yang bilang 
merasa aman dekat dengan pasangannya. Ada yang bilang pasangannya macho atau 
sexy. Ada yang bilang pasangannya pandai melucu. Ada yang bilang pasangannya 
pandai memasak. Ada yang bilang pasangannya pandai menyenangkan orang tua. 
Pendek kata kebanyakan orang bilang dia COCOK dengan pasangannya.

Ada banyak alasan pula untuk bercerai. Ada yang bilang pasangannya judes, bila 
diajak bicara cenderung emosional. Ada yang bilang pasangannya sangat 
memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada orang-orang di rumah yang setia 
menunggu. Ada yang bilang pasangannya sangat pendiam, tidak dapat bertindak 
cepat dalam situasi darurat, sehingga merasa kurang terlindungi. Ada yang 
bilang pasangannya kurang menggairahkan. Ada yang bilang pasangannya gak 
nyambung kalau bicara. Ada yang bilang masakan pasangannya terlalu asing atau 
terlalu manis. Ada yang bilang pasangannya tidak dapat mengambil hati 
mertuanya. Pendek kata kebanyakan orang bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI 
dengan pasangannya.

Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam ketidakcocokan. Bukan dalam 
kecocokan. Ahli psikologi menyebut kecocokan-kecocokan diatas sebagai sebuah 
ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa cocok tidak akan 
serta merta berubah menjadi tidak cocok 
setelah mereka menikah.

Ada hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang sebelumnya mereka 
pertahankan benar-benar selama pacaran. Sebagai contoh, pada waktu pacaran dua 
sejoli akan saling memperhatikan, saling mendahulukan satu dengan yang lain, 
saling menghargai, saling mencintai. Lalu apa yang dapat menjadi pengikat yang 
mampu terus mempertahankan sebuah pernikahan, bila kecocokan-kecocokan itu 
tidak ada lagi? Jawabannya adalah KOMITMEN.

Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah penelitian, perilaku selingkuh 
kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota dan jauh dari 
anak/isterinya. Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak perlu 
dijabarkan lagi. Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut bertahan untuk 
tidak selingkuh? Jawaban dari penelitian tersebut sama dengan diatas yaitu : 
KOMITMEN.

Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang godaan dunia modern pada waktu 
seorang pria berada jauh dari keluarganya. Begitu pula 
sebaliknya, pada kasus wanita yang berselingkuh.

Komitmen adalah sebagian dari cinta dalam definisi seorang psikolog kenamaan 
bernama Sternberg. Dia menyebutnya sebagai "triangular love" 
atau segitiga cinta dimana ketiga sudutnya berisi: Intimacy (keintiman), 
Passion (gairah) dan Commitment (komitmen). Sebuah cinta yang lengkap dalam 
sebuah rumah tangga selayaknya memiliki ketiga hal diatas.

Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak, nyaman, ada ikatan satu 
dengan yang lainnya.

Passion atau gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan 
seksual dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan.

Commitment atau komitmen adalah sebuah keputusan final bahwa seseorang akan 
mencintai pasangannya dan akan terus memelihara cinta tersebut "until the death 
do us apart".

Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal untuk dipelihara 
dalam kehidupan rumah tangga. Bila sebuat relasi kehilangan
salah satu atau lebih dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat 
dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan
isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.

Sebagai contoh :

Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan commitment saja, maka relasi 
seperti ini biasa disebut sebagai persahabatan.

Bila sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy saja tanpa commitment, 
maka ia biasa disebut sebagai kumpul kebo.

Bila sebuah relasi hanya mengandung passion saja tanpa intimacy dan commitment, 
maka ia biasa disebut sebagai infatuation (tergila-gila)

Intinya adalah jika ingin membuat hubungan menjadi lebih baik tanamkan dalam 
hati tentang arti commitment yang sebenarnya. Itulah arti cinta yang sebenarnya.
 
 
 
 
with love...
-Zandy-


      

Kirim email ke