subhanallah... luar biasa. Mereka bisa menikmati kemerdekaan sesungguhnya.... semoga Kabupaten Bekasi Utara akan sepeti itu adanya...... bismillah......
2008/12/29 Morry Infra <[email protected]> > Berita bagus di tanah air... > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Novan Hidayat <[email protected]> > Date: 2008/12/28 > Subject: ANDI HATTA MARAKARMA, BUPATI LUWU TIMUR (Sebuah Lumbung Nun di > Timur) > > > ANDI HATTA MARAKARMA, BUPATI LUWU TIMUR > Sebuah Lumbung Nun di Timur > Berkat taktik "desa mengepung kota", Luwu Timur jadi lumbung padi Sulawesi > Selatan. Anak tak sekolah, Orang tua kena Sanksi. > Nun di Luwu Timur lima tahun lalu, Andi Hatta Marakarma menatap tanah > Sulawesi Selatan itu dengan penuh keinginan untuk perbaikan dan > perkembangan. > Tak ada yang kurang dengan daerah di Teluk Bone itu. Punya gunung di utara, > cocok untuk perkebunan. Di punggungnya ada Danau Towuti. Airnya siap memutar > turbin listrik. Dari kaki gunung hingga pantai menghampar sawah yang subur. > Saat panen raya mirip karpet kuning. Di tengah "karpet" itu ada Danau > Matano. Dalamnya 600 meter-paling jero di Asia. > Tapi, dia melihat jalan-jalan yang rusak. Akibatnya berantai: hasil panen > tak terangkut, irigasi amburadul. Akhirnya petani pun beralih bertanam > kakao, yang sudah tak lagi jadi primadona. > Andi paham betul bahwa potensi Luwu Timur adalah pertanian padi, karena 80 > persen penduduknya petani, dan di sana terhampar 19 ribu hektare sawah. Ini > pula yang menjadi modal bagi kabupaten itu ketika memisahkan diri dari Luwu > Utara pada Maret 2003. > Untuk menggerakkan semua potensi, menurut Andi, kuncinya adalah perbaikan > infrastruktur. Maka, ia tidak memprioritaskan pembangunan kantornya, yang > menumpang di kantor Kecamatan Malili. Ia mengutamakan pembangunan jalan desa > dan jalan tani yang menjangkau hingga ke pelosok. Andi menyebut pola > pembangunan ini dengan istilah "desa mengepung kota". > Lulusan Magister Pertanian Universitas Hasanuddin ini memfokuskan > pembangunan ke pedesaan, mulai dengan membangun kantor desa, jalan desa, dan > irigasi. Bupati yang gemar mengendarai mobil sendirian hingga ke pelosok > desa ini juga membebaskan daerah terisolasi dengan membuka jalan baru dan > membangun jembatan. Hingga 2008 telah dibuka jalan baru sepanjang 194 > kilometer dan 101 jembatan. > Pada tahun ketiga, pembangunan baru mengarah ke pusat pemerintahan di > Malili, termasuk membangun kantor bupati. Kompleks pemerintahan dibangun di > sebuah perbukitan, bekas perkebunan. Untuk menghidupkan kota ini, dia > membuka jalan tembus ke beberapa penjuru. > Malili sebenarnya tak semaju dua kota lainnya di Luwu Timur, yaitu > kecamatan Tomoni dan Soroako. Tapi Andi ingin menjadikan tiga kota itu > sebagai pusat pertumbuhan berbeda. Kota Tomoni yang berpenduduk padat > dikembangkan menjadi kota perdagangan. Soroako yang maju karena aktivitas PT > Inco, penghasil nikel, dijadikan kota industri. Malili yang memiliki akses > pelabuhan dikembangkan sebagai kota pemerintahan. > Selain memperhatikan bidang ekonomi, ayah dua anak ini tak melupakan > pengembangan pendidikan. Andi percaya, investasi jangka panjang yang penting > bagi Luwu Timur adalah pembangunan manusia. Untuk itu, bupati yang kerap > disapa "Opu" ini menerapkan program sekolah gratis, dari tingkat dasar > hingga menengah atas. Dia juga merenovasi bangunan sekolah menjadi permanen, > memberikan beasiswa, bahkan mengirim murid ke sekolah-sekolah unggulan ke > luar daerah. Kini Andi tengah menyiapkan peraturan daerah tentang sanksi > bagi orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya. "Setelah (sekolah) gratis, > tidak ada alasan bagi orang tua tidak mampu untuk tidak menyekolahkan > anaknya," katanya. > Di bidang kesehatan, Andi membangun pusat kesehatan masyarakat dengan > layanan rawat inap. Saat ini, dari 13 pusat kesehatan yang ada, 12 klinik > telah memiliki fasilitas rawat inap, enam di antaranya telah memiliki ruang > gawat darurat. Biaya rawat inap kelas III pun dibebaskan. > Untuk memenuhi kebutuhan dokter, Andi tak segan memberikan fasilitas. > Melalui Dinas Kesehatan Provinsi, dia mengumumkan akan memberikan insentif > tambahan Rp 10 juta, rumah dinas, dan mobil bagi dokter spesialis yang > bersedia berpraktek di Luwu Timur. > Salah satu petani yang merasakan kemakmuran hidup sebagai petani adalah > Wasono, Ketua Kelompok Tani Ambarawa, yang memiliki 20 hektare lahan sawah. > Dalam lima tahun terakhir, dia melihat perubahan signifikan di kampung > halamannya, Desa Wonorejo, Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur. Pria 41 tahun > ini bersama rekannya sesama petani tak lagi kesulitan mengangkut hasil > pertanian karena jalan beraspal sudah menjangkau hingga ke pelosok. Irigasi > persawahan juga membaik. "Dulu ongkos angkut satu karung gabah Rp 9.000, > sekarang hanya Rp 2.000," kata Wasono. > Lima tahun setelah berdiri sebagai Kabupaten Luwu Timur-pemekaran dari > Kabupaten Luwu Utara-Wasono baru merasakan hasil kerja pemerintah yang > berpihak ke petani. Kelompok tani hidup dan berkembang. Bantuan bibit dan > penyaluran pupuk lancar. Menurut Wasono, kini produksi padi meningkat dari > 4,8 ton menjadi 6 ton per hektare tahun ini. > Selain sebagai penghasil beras, Luwu Timur kaya potensi perkebunan seperti > jagung, kakao, dan sawit. Produk lainnya yang digarap serius adalah budi > daya rumput laut. Andi pun mengarahkan Kepala Dinas Perikanan Zakaria untuk > mengembangkan rumput laut-yang menurut Zakaria terbaik se-Sulawesi Selatan. > Andi yakin, budidaya rumput laut ini akan menjadi primadona daerah yang > dikenal dengan sebutan Bumi Batara Guru itu. > Tetapi Andi tidak ingin mengandalkan sektor pertambangan di masa depan. > Pertimbangannya, pertambangan merupakan sumber daya tak terbarukan, dan > merusak lingkungan. Ia lebih tertarik mengembangkan agrobisnis. > Luwu Timur kini menjadi daerah terkaya kedua di seluruh Sulawesi Selatan, > setelah Kota Makassar > > > -- Komarudin Ibnu Mikam WTS - Writer Trainer Speaker komarmikam.multiply.com 0818721014-33113503 karya-karya ; Novel Intelijen SOA (luxima) sekuntum cinta untuk istriku (GIP) prahara buddenovsky (GIP) dinda izinkan aku melamarmu (KBP) sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat) nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat) merit yuk! (qultum media) rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
