Kalau yang nonton TVRI 2 malam lalu (Siapa juga yang nonton TVRI??).... Mas Widj sebagai salah satu anggota Dewan Energy Nasional diwawancara oleh TVRI....
Ini ada potongan cerita Mas Widj soal itu.... dengan bahasa yang sederhana. Salam, Morry Infra +966-533214840 ---------- Forwarded message ---------- From: Widjajono Partowidagdo Date: 2009/1/5 Dik Azman, Nonton ya... Saya ditanya tentang kelangkaan BBM sama Mbak Desy si TVRI, tapi saya belokkan ke "Mandiri Energi". Awalnya saya bilang sebab kelangkaan BBM adalah karena Ekspektasi, Teknis dan Libur panjang. SPBU mengira tanggal 1 Januari harga BBM turun lagi, karena 1 dan 15 Desember turun jadi mereka pesan premiumnya lebih sedikit 30% supaya tidak berlebih karena kalau begitu rugi dengan beli lebih mahal jual lebih murah, seperti sebelumnya. Dikejar: Petramax kok juga habis?. Saya jawab: Pesan petramax jumlahnya sama tetapi karena premiumnya sangat kurang maka petramaxnya juga habis. Teknis karena ada perubahan sistem menjadi "online" sehingga masih belum biasa, ada masalah komputer ditambah libur sehingga mungkin Banknya tutup. Dikejar: Kok tidak diantisipasi sebelumnya?. Saya jawab: Wah kebanyakan orang sudah mikir libur bukan kerja. Libur panjang mengakibatkan demand naik, sedang supply kurang ya pasti ada defisit di-mana2. Liburan menyebabkan penanganan masalah tidak bisa cepat. Ketika ditanya: Bagaimana mengatasinya?. Saya bilang: Jangan turunin harga BBM lagi, karena hal itu akan mengakibatkan ketergantungan kita ke BBM tambah tinggi dan energi alternatif tidak muncul. Desy bilang: Wah, kalau begitu tidak populer dong?. Saya bercanda: Lho, saya kan enggak mau jadi Presiden... Dikejar lagi: Tapi Bapak kan Anggota DEN, bagaimana kalau tidak sejalan sama Presiden?. Saya jawab: Tugas Akademisi adalah memberi tahu apa yang baik untuk negara ini dalam jangka panjang. Lalu saya cerita tentang jarak, kelapa sawit, gas, CBM, batubara kualitas rendah dan panasbumi serta kenapa kita tidak mensubsidi energi alternatif yang lebih murah dan tersedia di dalam negeri di APBN tetapi malah mensubsidi BBM yang kita impor dan tergantung harga minyak dan kurs dolar yang tidak pasti. Kenapa kita tidak gunakan selisih harga tersebut untuk bikin jaringan pipa gas untuk memasak (gas kota) dan untuk SPBG guna transpotasi serta untuk busway?. Tahu tidak kalau LPG (C3 &C4) hanya 10% dari gas sehingga harus impor?. Saya gantian tanya: Gimana kalau Obama dilantik lalu orang percaya akan economic recovery dan harga minyak naik lagi?. Emangnya gampang naikin Harga BBM?. Dia masih ingin diskusi terus sih tapi waktu habis, soalnya dia penasaran orang ini kok pikirannya "lain". Saya berikan makalah saya tentang "Mandiri Energi" supaya dia tenang dan "belajar". Dulu waktu di DPR saya beri makalah dulu, karena diminta, sehingga waktu menjelaskan lebih mudah sehingga saya dapat 44 suara dari 48 yang hadir. Oh ya tadinya saya mau bilang:" We have to choose What is Right instead of What is Easy (Popular)" tapi enggak tega, takut mbaknya tidak bisa tidur... Oh ya, syarat diskusi harus kalem, tapi bukan "ngakali gelem" (nipu mau) lho...
