What a good article...
Izin copas..

hasan abadi kamil
3ipa1 (1997)
--- In [email protected], "Morry Infra" <morry.in...@...> wrote:
>
> Kita berhutang banyak dengan Palestina.....
> 
> Wassalam,
> Morry Infra
> +966-533214840
> 
> ---------- Forwarded message ----------
> From: Setianto, Budi
> Date: 2009/1/6
> Subject: Sisi Lain Fakta Sejarah Kemerdekaan Indonesia..
> 
> 
> 
>    Wallahu a'lam bi showab
> 
> 
> 
> :::
> 
> 
> 
> Fwd :
> 
> 
> 
> Sisi Lain Fakta Sejarah Kemerdekaan Indonesia
> 
> namun sayang masih ada saja komentar anak bangsa ini yg mengatakan
"Ngapain
> Sih Mendukung Palestina"
> 
> 
> 
> dan komentar menarik dari majalah TIME
> 
> ...dengan kebangkitan Nasionalisme-Islam di Asia dan Dunia Arab.
> "Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di
Indonesia
> akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri
> dari Eropa."
> 
> 
> 
> 
> 
> salam
> 
> Abdillah
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ----- Forwarded Message ----
> *From:* niken putri
> 
> *Sent:* Wednesday, December 31, 2008 5:41:50 AM
> *Subject:*Ngapain sih mendukung Palestina?
> 
> Ngapain sih mendukung Palestina?
> 
> Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir,
Palestina,
> atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap
Negara
> tersebut. Misalnya baru-baru ini ketika Palestina diserang. Ngapain sih
> mendukung Palestina?
> 
> Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita
bukan
> orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah, dan
juga
> karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak berpengaruh pada
> kegiatan kita sehari-hari.
> 
> Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai orang Indonesia
malah
> berhutang dukungan untuk Palestina.
> 
> 
> 
> Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI *de facto*
pada 17
> Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai
> negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari
bangsa-bangsa
> lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari
tokoh tokoh
> Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.
> 
> Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan
> Mesir, seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar
> Negeri" yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan
> Indonesia , M. Zein Hassan Lc*.  *Buku ini diberi kata sambutan oleh
*Moh. *
> *Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan
Perdana
> Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini
diterbitkan)
> , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.*
> 
> 
> 
> M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam
bukunya pada
> hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata
Palestina
> terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani
> untuk memutuskan sikap.
> 
> Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini
-mufti
> besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:
> 
> ".., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan
'ucapan
> selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke
> Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami,
bertepatan
> 'pengakuan Jepang' atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan
radio
> tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian
> "Al-Ahram" yang terkenal telitinya juga menyiarkan." Syekh Muhammad Amin
> Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan
> menyambut kedatangan delegasi "Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia" dan
> memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak
diketahui
> generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.
> 
> Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta
benar-benar
> memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang
sangat
> bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher.
Beliau adalah
> seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh
uangnya di
> Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua
kekayaan
> saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia .."
> 
> Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui
kedaulatan RI
> pertama kali oleh Negara *Mesir* 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang
> disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI
> untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.
> Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan
> negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan &
pembahasan
> tentang Indonesia di lembaga internasional.
> 
> 
> 
> 
> 
> *Dukungan Mengalir Setelah Itu*
> 
> Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi
> sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk *'Panitia
Pembela
> Indonesia '*. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga
> internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu
> Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.
> 
> 
> 
> Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada
Indonesia
> oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi *serangan Inggris atas
Surabaya
> 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya* , demonstrasi
> anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat
ghaib
> dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di
Timur
> Tengah untuk para syuhada yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat
> itu.
> 
> Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika
momentum Pasca
> *Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947*, pada 9 Agustus. Saat kapal
> "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai
di Port
> Said.
> 
> Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan
itu. Mereka
> menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih –tanda
> solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau
> blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin
menyuplai air
> & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati
> Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar
> pengangkut logistik untuk "Volendam" bergerak dengan dijaga oleh 20
orang
> polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal
> Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di
pelabuhan. Namun
> hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.
> 
> 
> 
> Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan:
> 
> 
> "Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat
besar itu
> dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar
> stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan
motor-boat besar
> itu kejuruan lain."
> 
> Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib
> menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan
> Dunia Arab. "Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia
seperti di
> Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk
> membebaskan diri dari Eropa."
> 
> 
> 
> 
> 
> Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia
yang saat
> ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa
bangsa
> Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita..(Lihat  foto
> bung Hatta, Hj Agus Salim, Mufti Palestina, dan pemimpin Mesir di
> attachement supaya kita kenal wajah wajah dari tokoh pembela
Indonesia ini)
> 
> 
> 
> Statement Tokoh dalam buku ini:
> 
> 
> *Dr. Moh. Hatta*
> 
> "Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan
> pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia
sebagai
> negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi
Belanda
> untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu
dilakukannya di
> masa-masa yang lampau."
> 
> *A.H. Nasution*
> 
> "Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu
mengakui RI
> dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling
> dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar
negeri. *Mesir,
> Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen,* memelopori pengakuan de jure RI
bersama *
> Afghanistan* dan *IranTurki* mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil
> perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap
> luas di negara-2 Timur Tengah merupakan modal perdjuangan kita
seterusnja,
> jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD
'45 : *"ikut
> melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi
> dan keadilan sosial"*.
> 
> 
> "*Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta
mencintai
> antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa
> sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat
tidur.*" (HR
> Bukhari)
> 
> 
> 
> 
>  ------------------------------
> 
> 
> 
>
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13rt3hjba/M=493064.12016295.13271503.10835568/D=groups/S=1705060085:MKP1/Y=YAHOO/EXP=1231232321/L=/B=LyHucULaX9U-/J=1231225121818235/A=5530388/R=0/SIG=11nuutlas/*http:/explore.yahoo.com/groups/kraftmealsmadesimple/>
> 
> 
> .
>



------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [email protected]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke