Sorry agak telat jawabnya... baru pulang dari seminar yang nge-bahas 
EKONOMI MAKRO di Tahun 2009
 
Bung Dicky....
Ketika kita memutuskan sesuatu pasti ada plus minusnya...
orang sono nyebutnya RISK....
 
Saya pernah bilang ke teman saya kalo ada plusnya kita musti bersyukur 
Kalo pas minus mudah2an dimaafin kesalahan kita...
 
HIDUP tanpa RISK itu ga mungkin.... pasti ada... entah besar atau kecil... 
terasa ga terasa.. pasti ada RISKnya... ga usah dibahas kalo yang ini cuma 
intermezo doank...
Hati itu urusannya sama yang punya hati (Allah)....
 
BOIKOT itu tergantung cara pandang kita dalam membela kemungkaran yang sekarang 
sedang terjadi...
kalo bicara kemungkaran... berarti dasarnya cuma satu yaitu agama...
kalo dalam Islam kemungkaran yang terjadi di Palestina merupakan Kejahatan 
Kemanusiaan.. dan secara global orang pun perbandangan sama... baik di 
venezuela, inggris,  prancis dll.
 
cara pandang kita musti sama dulu....
 
sekarang kita bekerja di perusahaan yang sebagian hasilnya dilakukan untuk 
mendukung kejahatan kemanusiaan tersebut misalnya MC D... (dari setiap 
produknya kita membayar license Rp. 500 ke pemegang merk yaitu MCD yang punya 
orang Yahudi).... 
tiap tahun di seluruh Indonesia tejual 1 milyar produk MCD berapa yang kita 
sumbangkan untuk Kejahatan tersebut 500 Milyar bos... 
 
saya pikir kalo pun MC D bangkrut karena BOIKOT 
saya jamin hal itu akan lebih memandirikan bangsa Indonesia 
dan memajukan produk anak bangsa... 
para penggemar burger bisa pindah ke produk lokal seperti BLENGGER BURGER.... 
KLENGER BURGER ... 
 
kalo produk lokal kita terus berkembang maka pengangguran dari MC D akan 
bekerja kembali dengan menjual produk sendiri dan hasilnya tidak digunakan 
untuk kejahatan kemanusian...
 
ah rasanya kurang enak... mari kita kritik dan membeli...
kalo ngeritik doank trus ga beli... dari mana mereka dapat biaya untuk improve 
rasanya bos...
bantu dengan membeli... kritik untuk terus mengembangkan produk lokal....
 
Ini kesempatan untuk kita membela Palestina dan Memandirikan BANGSA INI....
 
KEFANATIKAN KITA KEPADA SUATU PRODUK YANG BUKAN MILIK KITA SENDIRILAH YANG 
MEMBUAT KITA TIDAK PERNAH MANDIRI...
 
PADAHAL ALTERNATIF LAIN BUUUUANYAK.... 
NOH... ADA... NIH ADA... APA SIH YANG GA ADA???..
KENAPA SEH MUSTI MIKIRIN YANG ITU-ITU AJA ????..
 
MARI KITA TINGKATKAN QUALITAS PRODUK BANGSA DENGAN MEMBELI DAN 
MENGKRIKTIKNYA.... 
 
JANGAN NGERIKTIK DOANK.... 
KASIAN GA PUNYA BIAYA BUAT IMPROVE KUALITAS KALO KITA GA NGE-BELINYA ....
 
MARI KITA MAKAN BURGER MERK LOKAL.... PUUUUAS dan MUUUUANTAFFFF
 
jangan lupa baca Bismillah... 
 
"bismilllahirohmanirrohim" .....ammmm yuammm yuammm.... ....
 
selesai "alhamdulillah".... eeeghhh... kenyang....
 
PEMERINTAH GA USAH MIKIRIN PENGGANGGURAN....
TINGGAL KITANYA NGUBAH KEFANATIKAN KITA... ITU POINTNYA BOS...
 
so .. sudah benarkah kita bekerja?????
  
TETAP OPTIMIS di 2009....

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94
 
Allahuma 'ajjil li palestineka al faraj wa rafiyah wa anshr
Wa ij'alna min khoiri ansharihi wa a'wanihi wa ij'alna mustasyahidna baina 
yadaihi

 
Ya Alloh segerakanlah kemenangan, keselamatan dan perlindungan untuk 
palestina-Mu
Dan jadikanlah kami sebaik-baiknya pengikut, penolong baginya serta jadikanlah 
mati kami sebagai mati syahid dalam membelanya


--- On Wed, 1/28/09, Dicky Kurniawan <[email protected]> wrote:

From: Dicky Kurniawan <[email protected]>
Subject: Re: [sma1bks] Siapa Owner TV One
To: [email protected]
Date: Wednesday, January 28, 2009, 9:20 AM









Pertanyaannya lagi nih misalnya:
di list boikot itu ada nama Mc Donald..restoran waralaba..
terus diboikot, kita gak beli produk McD, terus McD tutup, terus karyawan dan 
keluarga karyawan yang semula kerja di McD mo dikemanain? Apa kompensasinya? 
Ini long term yang paling dekat sama kita, gak usah jauh2 ngayal kalo kita gak 
beli produk Yahudi, Israel bakal bangkrut. Negara ini juga ikutan bangkrut.... 
.Itu baru satu contoh..lah kalo misalanya berimbas sama perusahaan lain yang 
nanam modal Yahudi-nya di Indonesia, gimana??? Pengangguran sekarang aja jadi 
beban pemerintah, masak mo nambah lagi???
 
Bikin produk secara mandiri..BISA! Sekarang tinggal goodwill aja dari pemegang 
kebijakan mau atau tidak. Udah bisa bikin pesawat, bisa ngejual, laku, masak mo 
di bangkrutin pabriknya... yang bener aja....
 
It's only a transition.. .

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
marcial_riquelme@ yahoo.com
dicky.kurniawan@ gmail.com
omongkosongku. blogspot. com
answerlieswithin. multiply. com
  
 






From: OpiK <miliscampurcampur@ gmail.com>
To: sma1...@yahoogroups .com
Sent: Wednesday, January 28, 2009 12:26:19 PM
Subject: Re: [sma1bks] Siapa Owner TV One



pertanyaannya, ada gak calon presiden yg seperti itu?
dari beberapa nama yg mencuat, kalo menurut ane sih gak layak di pilih. tapi, 
survey menyebutkan bahwa presiden saat ini dan yg sebelumnya adalah yg paling 
banyak dipilih. So?????



2009/1/28 Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@ yahoo.com>











YES.... you got the point....
itulah yang harus kita tentukan sekarang di PEMILU 2009....
 
PILIH PRESIDEN yang mampu mengembangkan potensi yang ada sesuai 
dengan keutamaan daerahnya masing2... 
PRESIDEN yang dapat mengambil alih kembali kekayaan yang diambil/dikelola 
asing.... 
dan menjadikan dunia mencari kita...
 
yang mampu membuat kita kerja keras di tengah krisis global.... 
dan NEGARA INDONESIA menjadi SINGA DUNIA hehehe...... ..(ngimpi kalee...)
Cari CALON PRESIDEN dari kalangan AKADEMISI ATAU ENTERPRENUR yang baik....
dengan kriteria baik secara religi dan baik secara sosial... maupun 
 
Kalo sudah begitu ga perlu mikirin dollar lagi.... mereka akan mencari RUPIAH

--- On Wed, 1/28/09, Renata Pramento <renata_pramento@ yahoo.com> wrote:

From: Renata Pramento <renata_pramento@ yahoo.com> 

Subject: Re: [sma1bks] Siapa Owner TV One
To: sma1...@yahoogroups .com
Date: Wednesday, January 28, 2009, 3:59 AM 












Kalo begini berarti kita harus bisa memproduksi barang sendiri alias produksi 
dalam negeri, nah pertanyaanya siapkah kita memproduksi barang sendiri? siapkah 
SDM dan teknologi kita? apakah kebijakan pemerintah berpihak pada perusahaan 
lokal (birokrasi atau pajak)? atau pertanyaan yang lebih mendasar, siapkah 
mental kita untuk bekerja keras, meninggalkan pendapatan DOLLAR dan alih 
teknologi?
 
sampe sekarang aja, gunung emas di papua masih diexplore oleh perusahaan asing
 


--- On Wed, 1/28/09, Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@ yahoo.com> wrote:

From: Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@ yahoo.com>
Subject: Re: [sma1bks] Siapa Owner TV One
To: "Kirim Pesan" <sma1...@yahoogroups .com>
Date: Wednesday, January 28, 2009, 10:29 AM









Problemnya bukan masalah manfaatkan Produk buatan Israel atau Orang Yahudi....
Bung Dicky... 
terlepas dari produknya bagus atau tidak 
tapi intinya putaran uang yang anda sebutkan tadi... 
 
putaran uang yang kita belikan untuk produk Israel tersebut sebagian besar 
masuk ke negara sana... dan uang itu digunakan untuk kejahatan kemanusian di 
Palestina... its means kita ikut nyumbang untuk terjadinya kejahatan itu secara 
tidak langsung.... .
 
boikot sebenarnya merupakan efek long term (jangka panjang)... soalnya efeknya 
ga mungkin dirasakan hari ini juga, detik ini juga, tapi 5 tahun atau 10 tahun 
kedepan akan terasa jika kita komit tidak membeli produk israel... 
 
dan mereka tidak akan menguasai lagi seluruh perputaran uang di dunia...
dunia akan mengarah ke multi financing source control... 
salah satunya kita Indonesia punya kesempatan yang sama dengan negara lain 
sebagai source control... karena apa??? karena pasar kita besar.....
 
dan yang paling penting ... kita tidak ikut melakukan kejahatan kemanusiaan 
secara tidak langsung... karena barang yang kita beli ownernya bukan orang 
Yahudi yang telah nampak kebiadabannya. ...
 
Boikot merupakan salah satu cara yang BIJAK untuk mengurangi tekan Israel 
terhadap Palestine... . Kalo nyerang langsung bukan cara yang BIJAK bos... 
selain karena ga mungkin dilakukan... hal ini akan membuat kita sama seperti 
mereka.... BANGSA PENJAJAH....
 
Penggunaan barang yang sudah terlanjur di beli silahkan.... hadiah OK.... 
Nge-BAJAK YES.....hehehe. ... pake gratisan monggo....
 
tapi untuk BUY NEW... MAKE THEY (ISRAEL) GROWTH UP ...
BETTER YOU THINKING FIRST... LHAAAA.....! !!!. 
THINK A FUTURE...... ......!!!
 
Toby Fittivaldy 
Fis2  '94
 
Allahuma 'ajjil li palestineka al faraj wa rafiyah wa anshr
Wa ij'alna min khoiri ansharihi wa a'wanihi wa ij'alna mustasyahidna baina 
yadaihi

 
Ya Alloh segerakanlah kemenangan, keselamatan dan perlindungan untuk 
palestina-Mu
Dan jadikanlah kami sebaik-baiknya pengikut, penolong baginya serta jadikanlah 
mati kami sebagai mati syahid dalam membelanya.. .
 
 
 
From: Dicky Kurniawan 
Date: Tue, 27 Jan 2009 01:00:48 -0800 (PST)
To: <sma1...@yahoogroups .com>
Subject: Re: [sma1bks] Siapa Owner TV One






Kalo mo dirunut ya om tante mbak mas yang budiman....semua perputaran uang 
dunia ini diatur sama Yahudi...coba aja liat banyak banget khan perusahaan yang 
didanai atau malah milik Yahudi. Bukannya mau mbelain Yahudi, tapi kalo 
produknya punya manfaat masak gak kita manfaatin? Orang Islam aja nih yang suka 
cari celah kesalahan orang lain, hingga lupa bisa memanfaatkan produk musuhnya 
untuk bisa melawan balik musuh-musuh Islam. Boikot?? Bukan kampanye yang bijak.
 
Komputer di kantor anda itu kebanyakan make prosesor Intel, hape kalian itu 
kebanyakan pada Nokia..n mungkin saja tempat kerja anda sekarang bisa jadi ada 
sebagian modal Yahudi disana...So? ?
 
It's only a transition.. .

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
marcial_riquelme@ yahoo.com
dicky.kurniawan@ gmail.com
omongkosongku. blogspot. com
answerlieswithin. multiply. com


 





-- 
OpiK
http://taufiek. wordpress. com

 














      

Kirim email ke