YAHOO!RESEARCH, PALO ALTO DAN NOTULIS GATEK Ini kisah nyata. Belum lama terjadi. Seorang notulis dari dunia ketika yang rada sotoy hari itu duduk manis di kursi paling depan. Berhadapan langsung dengan layar tempat slide-slide keren ditampilkan. Laptop, buku catatan, pulpen, air mineral bahkan koneksi dengan internet (yang sebenarnya nggak perlu-perlu amat pun) sudah dinyalakan. Siap tempur lah… Hari pertama adalah Ricardo Baeza-Yates. Orang dari Yahoo!Research. Datang langsung dari negaranya, Spanyol. Besar, tinggi dan brewokan (liat aja fotonya di facebook , kalo belom diganti ya:). Mirip-mirip tokoh Brutus dalam kartun Popeye (hehehe….). Lima menit berjalan, sang notulis mulai resah karena belum ada secuil tulisan pun dihasilkan. Sementara di sampingnya, David (Bainbridge) sedari tadi tak henti-hentinya mengetik, sekaligus membuka banyak jendela (window) yang penuh dengan data-data. Weleh… orang ini nggak cuma keren dan ganteng abis, tapi juga pinter ;) Soalnya kayaknya dia ngerti banget, catatannya juga banyak. Pikir notulis, “uraian Ricardo berjudul “Towards Semantic Search: a Pragmatic Approach” sepertinya lebih asyik didengarkan daripada juga dituliskan”. Selain kalau nyambi nulis bikin nggak konsen dengerinnya, notulis juga kesulitan merumuskannya dalam kata-kata (alias sebenernya butuh usaha keras banget untuk bisa mengerti dan menuliskannya kembali dibanding mengerti dengan hanya mendengarkannya saja ;). Esoknya di hari kedua, sang notulis masih belum berputus asa. Kali ini giliran Ed. H. Chi dari Palo Alto Research Center (PARC). Pusat penelitian teknologi informasi tingkat tinggi. Konon berbagai penemuan terbaru dan paling inovatif berserakan di sini (haiyah..). Lain Ricardo lain Ed Chi. Kali ini dia membawakan uraian berjudul “Enhancing the social web through augmented social cognition research” topik yang nggak kalah menarik dan keren dengan punyanya Ricardo. Tapi lagi-lagi notulis cuma bisa asyik mendengarkan tanpa sanggup menuliskannya…hiks… Iseng-iseng notulis melirik ke big bos yang juga dosen serta doktor di ranah yang nggak beda dengan dua pembicara itu (Computer science). Hmm, mungkin perlu ngobrol dengannya untuk mendapat penjelasan yang lebih terang mengenai uraian dua keynote speaker itu. Tapi, belom sempet tanya, rupanya si Bapak juga terkena euphoria yang sama saat mendengarkan uraian Ricardo terutama. Komennya panjang dan yang bikin saya termehek-mehek adalah waktu dia bilang “Topiknya sama sekali belum pernah terpikir oleh para peneliti kita. Menarik-menarik semua dan belum ada di Indonesia. Coba deh kalian baca lagi file ppt-nya. Gali lagi… bagus kalau kita bisa bikin penelitian serupa di sini. Yang punyanya Ricardo kalau kita dalami menarik sekali tuh… saya ngertilah apa yang dia katakan, 25% paham lah….” Hah.. si Bos becanda nih, sok merendah. Tapi kalau memang benar, gue boleh dong kalo pahamnya cuma 0,5 - 1% saja hahaha….
