Are you narcis enough? Kalimat ini pertama kali didengar dari kalangan MPers. Alias orang-orang yang hobi ngeblog di Multiply. Makin narsis si pemiliki blog, makin banyak temennya dan makin banyak yang ngelongok blog-nya. Biasanya sih emang seru-seru banget. Kebayang deh kalau masuk jadi salah satu personilnya, dijamin nggak bakal mati kesepian sampe kapanpun hehehe.. Komunitas MPers makin mendunia. Kemanapun pergi, biasanya sih selalu ada nama kontak kita di daerah atau negara itu. Ibarat cuma ngongkos pesawat doang, soal penginapan dan semua akomodasi bisa aja ditanggung sama si kontak ini. Beberapa kali ikut ketemuan dengan beberapa personil mereka. Rame! Gara-garanya ya itu tadi, mereka berlomba-lomba dalam kenarsisan hehehe… Soal narsis ini emang persoalan sederhana aja sih. Mereka berusaha terbuka dengan sesama kontaknya. Berusaha untuk berbagi, sekecil apapun. Dari hal-hal kayak gitu, pertemanan yang nyaris sejati (karena kejelekan juga nggak tabu lagi diumbar) orang jadi bisa langsung akrab tanpa basa-basi. Semuanya bisa langsung klik meski baru ketemu. Tapi persoalan narsis bisa jadi rumit. Karena sebagai orang luar yang nggak gitu kenal, membaca hal-hal kecil dan nggak penting orang lain jadi menyebalkan. “Emang siapa luh!” yaah, soalnya emang bukan temenan banget sih… Nah sekarang Facebook lebih-lebih lagi, disediain fasilitas tempat orang bisa cerita kegiatan yang lagi dilakuin saat sekarang juga. Kalau para MPers tidak akan mati kesepian, para Facebookers tidak akan pernah bisa putus kontak dengan dunia! Weleh… iseng-iseng saya tanya ke temen: “Nggak ketularan demam facebook?” “Nggak…exhibitionism…” *speechless*
