Tos buat Lina. setuju banget.. !!!!! (salam kenal ya Lin... hehehe) proses melahirkan itu memang berat.. tp jangan salah lho.. proses menyusui itu sama beratnya dg proses melahirkan.
sayangnya, terkadang ada pemikiran yg salah dr para "ayah" (dan ironisnya lagi, tidak sedikit para "ibu" juga berpikir hal yg sama.. hiks) dengan menganggap enteng pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan dan menyusuinya sampai berumur 2 tahun. Pas ibu mengalami stres sedikit ajah (entah urusan rumah tangga, urusan kantor, atau mgk lainnya), volume ASI bisa lho berkurang. Begitu juga pas asupan makanan & gizi si ibu kurang, otomatis volume ASI juga berkurang. trus akibatnya apa..? kebutuhan anak kurang mencukupi. lalu jalan keluarnya..? mgk bagi yang konsisten dengan ASI ekslusifnya, tetep bertahan, walau mgk jg, si bayi jadi nangis terus, krn masih merasa laper. sementara bagi yang ngga konsisten..? pasti dengan gampangnya menambahkan (atau malah mengganti) dengan susu formula. nah.. keliatan banget kan disini, kalo peranan suami, sangat diperlukan ^_^.. salam Dini, 3Fis1 Angkatan 95 Ibunya Safa (4 tahun 5 bulan) & Aiko (10 bulan kurang 5 hari) On Thu, Feb 5, 2009 at 11:35 AM, lina sri rosmawan <[email protected]>wrote: > Dear All,... > > Sekedar sharing, > Nggak usah terlalu jauh melihat kesuksesan negara tetangga, kita mulai dari > diri kita. > Pertanyaannya; > 1. Sudahkah setiap kita memberikan ASI (minimal) Eksklusif 6 bln kepada > anak-anak kita? > 2. Sudahkah para "Ayah" dalam milis ini mensupport istri-istri nya untuk > memberikan ASI ? meskipun asi perah karena isteri bekerja? > Insya Allah dengan hal yang kelihatannya kecil tapi membutuhkan kesungguhan > ini, banyak hal yang dapat kita ambil manfaatnya dikemudian hari. > > * > So, para Ibu, Yuk kuatkan tekad menyusui /memberikan ASI untuk amanah > terindah yang dititipkan pada kita*. > * > Pemberian ASI Ekslusif adalah Hak Anak* > *Oleh : Ria Permana Sari* > > > >
