mudah2an gak jadi nge-batalin do'anya

2009/2/17 Mohamad Insan Kamil <[email protected]>

>   Dari milis sebelah
> Maaf jika cross posting
> Salam
> MIK
> ----- Forwarded Message ----
> *Subject:* [IA-GD] Fw: [KotaSantri.com] IMAJINER DOA
>
>
>
>   IMAJINER DOA
>  oleh:/ Ratih Sanggarwati/
>
> Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis:*
> "Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami yang
> dapat kujadikan imam dalam keluargaku." *
>
>
>  Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:*
> "Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka
> dapat mendoakanku ketika nanti aku mati dan jadi salah satu amalanku yang
> tidak pernah putus."*
>
>  Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir*:
> "Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami yang
> baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah...."*
>
>
>  Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:*
> "Ya Allah..... jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral
> Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda.."*
>
>  Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja:*
> "Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg
>  mengkhawatirkanku. Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena
> dia ibarat buah yang sedang ranum."*
>
>  Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa:*
> "Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka, yang
> bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami."*
>
>  Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:*
> "Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut
> kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut
> suaminya."*
>
>  Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:*
>  "Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama
>  pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria wibawaku
> sebagai ibu dari ibunya cucuku."*
>
>  Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum dan
> berkata..... .*
>
> "Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik dan
> sholehah?
>
>  "Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?"
>
>  "Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada
> suamimu.
> Jangan egois begitu...... .. masak engkau ingin anak yang sholehah hanya
> karena engkau ingin mereka mendoakanmu. . ... tentu mereka menjadi  sholehah
> utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah aturan-Ku."
>
>  "Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?......
> prestige? ........ atau....mode? .....atau engkau tidak mau direpotkan
> dengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau juga  harus
> bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha
> mengkhatamkannya. "
>
>  "Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan
> mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?
>  Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan
> kehormatan umat-Ku."
>
>  "Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah
> engkau  tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku.
> Percayalah kalau anakmu adalah anak yang sholihah maka yang sepadanlah yang
> dia akan dapatkan."
>
> "Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu. Aku yang
> memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya. Aku
> tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika
> dia melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya. .. "
>
> "Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu,
> berilah kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi
> amanahnya."*
>
>  Lantas...... aku malu...... dengan imajinasi do'a-ku sendiri....
>  Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA.. . .....
>
> > Maafkan aku ya Allah......*
>
>
>
> .
>
>
>
>  
>



-- 
Kurniawan

Kirim email ke