...
Ami Omar Hashem pernah punya pekerja rumah tangga yang beragama Kristen. 
Wanti-wantinya: “Jangan sekali-sekali coba Islamkan dia.” Bukannya agresif 
menerangkan ajaran Islam hingga berbusa-busa, Ami malah rutin mengantarkannya 
ke gereja. Seisi rumah memanggilnya ‘Mbak’, dilarang keras memanggilnya dengan 
sebutan yang menghina dan merendahkan. 
Kebanyakan orang memandang rendah pekerja rumah tangganya (baca: pembantu). Ia 
tak ubahnya manusia setengah jadi. Di beberapa ‘tradisi’ keluarga kaya, 
memanggil pembantu juga tanpa mulut, tapi cukup dengan lonceng. Tidak ada 
bedanya dengan memanggil anjing.
Tapi Ami memperlakukannya sungguh berbeda. Pembantunya makan satu meja dengan 
keluarga Ami dengan menu yang sama. Mbak itu dikursuskan dan disekolahkan. Ami 
ingin ia maju. Karena itulah Mbak itu hanya bekerja selama dua tahun karena 
ingin sekolah kesusteran di Padang. Tidak selesai sampai di sana, Ami pun rutin 
mengiriminya buku-buku kebutuhan sekolahnya. ... 
 
baca lebih lanjut di 
http://anditoaja.wordpress.com/2009/03/06/obituari-dr-o-hashem-semangat-hidup-rasionalitas-dan-buku/#more-281
 
 Andito (Adit)
+628111800723
[email protected]
www.maulanusantara.wordpress.com
www.anditoaja.wordpress.com 


      

Kirim email ke