--- In [email protected], Mursalin Guci <mursalin.g...@...> wrote: > > KAJIAN > lANJUTAN > > > MAULID?! > > ........................... > Tahun Gajah. Dinamakan Tahun Gajah karena pada saat beliau lahir ada satu > peristiwa besar yaitu penyerbuan Pasukan Gajah (Ashaabul fiil - Lihat surat > Fiil). Ashaab adalah plural/jama' dari shaahib (singular/mufrad), artinya > sahabat/kawan karib/kawan setia/pendukung. Dalam dunia militer ashaab ini > diterjemahkan pasukan. Dan juga didalam kemiliteran setiap pasukan biasanya > diberi nama dengan nama binatang; seperti Pasukan Katak (bukan katak > sebenarnya), Pasukan Garuda (bukan garuda sebenarnya), Pasukan Semut (bukan > semut sebenarnya), atau pasukan yg dipimpin oleh H. Norman Swarkof pada > perang Teluk I (H. mungkin singkatan dari Haji) yg dinamai dengan Pasukan > Tikus Gurun (bukan Tikus sebenarnya). Begitu pulalah halnya dg Pasukan Gajah > (bukan gajah sebenarnya). > Pasukan Gajah ini adalah pasukan tempur Romawi Timur/Bizantium yg pangkalan > militernya di Abesinia (Ethiopia). Pada waktu itu kekuatan dunia terbelah > kedalam dua blok; Blok Barat dipimpin Romawi Timur dan Blok Timur dipimpin > oleh Persia Baru/Sasanid. Dalam rangka penjajakan kekuatan dan juga untuk > menguasai dunia, dimana Ka'bah sebagai lambang kekuasaan Sang Pencipta, > "siapa yg menguasai Ka'bah maka dia menguasai dunia", diperintahkanlah oleh > Kaisar Romawi supaya Gubernur Jendral yg berpusat di Mesir mengirim pasukan > tempur yg berpangkalan di Abesinia untuk menguasai Ka'bah. Maka berangkatlah > pasukan tempur dg kode sandi "Pasukan Gajah" dikomandoi oleh Jend. Ariad, dg > salah satu deputinya adalah Abrahah. > Selanjutnya terjadi silang pendapat, Abrahah mengkudeta Ariad. Sebelum > menyerbu Ka'bah, Abrahah menaklukan Yaman yg dipimpin Gubernur Dzun Nu'as > (kaki tangan Persia Baru). Dari sini disiapkanlah strategi dan taktik untuk > menguasai Ka'bah........ > Melihat gelagat yg sudah sedemikian rupa, Abdul Muthallib (kakek beliau) > melakukan umrah (Thawaf dan Sa'i) dengan satu doa; "Ya Allah, kalaulah mereka > ingin mengambil harta kekayaanku maka akan saya pertahankan habis-habisan, > namun bila mereka ingin menguasai Ka'bah, itu milik-MU, maka KAMU pertahankan > saja sendiri". (Nasionalis tulen!! Bagaimana sikap kita kalau kekayaan negeri > kita dirampok bangsa lain???). > Aneh bin ajaib, entah kebetulan entah apa, ternyata DOA JAHILIYAH ini makbul > 'indallaah. Lihat peristiwa selanjutnya dalam surat > Fiil...................... Bagaimana Istighasah bangsa ini selama ini?????. > > Wal hasil peristiwa pasukan Gajah ini adalah permulaan dari perang peradaban > antara Romawi Timur dg Persia Baru yang mencapai puncaknya dg kehancuran yg > luar biasa pada tahun +/- 9Hijrah. (Lihat surat Rum ayat 1 - 5). > Sisa-sisa peninggalan dari peristiwa pasukan Gajah diantaranya ibunya BILAL > bin Rabah (Al Habsyi/ Abesinia), begitu pula dg Salman Al Farisy sbg Counter > Inteligen Persia. > > SEKIAN > > Mursalin > SMA 1 Bks '89 > (1.1, Bio3) > www.thenextacademy.ac.id > > > > > ___________________________________________________________________________ > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru. > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan > @rocketmail. > Cepat sebelum diambil orang lain! > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ > Artikel pendek tapi lumayan nyentak, kaya nyabut bulu hidung, sedikit tapi nyentak...
Logisisasi atw bahasa kerennya "ngakal-ngakalin" biar masuk akal udah lama dikenal di dunia islam, mulai Abduh, Thoha Husein,Arkoun, Qasim Amin, plus A. Hasan di indo dah ga asing lagi.. dalam Kapita Selekta, M. Natsir pun mengutik logisisasi Soekarno masalah jilatan anjing yang kata Soekarno ga perlu pake debu atau tanah segala, toh dah ada antibiotik spt penicillin dst yang jaman Nabi belum ada... belum lagi tafsir yang bilang kalo burung ababil yang di s. Al Fiil itu sebenarnya virus yang mematikan... semuanya bilang kembali ke Qur'an tapi akhirnya nafsiri seenak udele dewe... kalo gitu sih, kasian yang udah cape2 ngodifikasi & nyeleksi periwayatan tafsir, asbabun nuzul, hadits, atsar, siroh dll yang terkodifikasi dgn baik dan teliti... ga usah liat yang gitu2, lgsg aja ke Qur'an, toh Allah menjadikannya mudah untuk dipahami, mau di maknai atw di tafsiri opo yo monggo mass.. ga perlu merhatiin tafsir ayat bil ayat, ayat bil hadits, ayat bil atsar, atau kulonuwun menurut Ibnu Abbas, menurut Ibnu Umar, Ibnu Mas'ud atau Ibnu2 yang lain, toh kita dikasih pusaka pinilih nyang ga ada bandingnya yaitu AKAL... kalo masuk akal ya kita terima, kalo ga masuk akal ya buang... guampang toh... pancung, potong tangan, rajam, semua mengerikan... Islam agama rahmat, ga masuk akal kalo mengerikan, jadi kita buang aja hukum2 itu... guampang toh... kerudung.. ah, terlalu ekslusif, bukan adat kita. nikah beda agama... so what gitu loh... islam itu memudahkan, tidak menyulitkan, jadi nyang keliatan nyusahin buang aja... guampang toh... mass, di jaman begini, jangan nanggung kalo make akal, soale yang nanggung2 itu biasanya ga enak... tarik jabrik aja lah... biar bablas sekalian okeh... sedih aq... Farhan Bio 1 95
