Sebelum bekerja, biasanya seseorang akan diberi opsi pasal2 dlm surat
kontrak kerja, mengenai hak dan kewajibannya.

Caleg buat kontrak kerja dgn partainya, tapi digaji sama uang pajak rakyat.
Nah loh.

 

Krn caleg, tidak buat kontrak kerja dgn rakyat, shg mudahlah mereka buat
janji disana-sini. Skrg bgmn megang janji2 mereka, kalo bukan dituangkan
dalam bentuk otentik (akta notaris). Bukan spt salah satu partai di iklan
tv, buat kontrak politik, para pihaknya siapa?, sangksinya apa kalo
melanggar?, tanda tangan kontraknya kapan? Nah loh.

 

Btw busway, brp anggaran PEMILU dan sudah terpakai brp % ya?

Ada tidak anggaran PEMILU, untuk mendukung program meningkatkan kualitas
PEMILU, PEMILIH dan CALEG? 

Terkesan KPU kita hanya menjalankan tugas dan mengalir begitu saja, tidak
ada plan jk panjang. Ato saya yg tdk tahu kali ya??

Selalu muncul dari PEMILU KE PEMILU dari PILKADA KE PILKADA, indikasi
potensi kecurangan suaralah, DPT yg masih gak validlah, pelanggaran
kampanyelah, hampir semuanya adalah consistency problem, itu lagi itu lagi.
Nah loh..

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
OpiK
Sent: Friday, April 03, 2009 5:15 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [sma1bks] Heri BS di Radio One Centre Jam 16.00 -15.00

 

Waduh, jangan deh mas. Kalo ditambah dg buat DVD kampanye caleg, bisa2
anggaran pemilu lebih gede dari APBN.

Sekarang sih, kalo yg mau milih silahkan milih. Pilihannya banyak bangets
kok. Tapi kalo bisa pilih yg kita tau latar belakangnya dan kita juga punya
akses ke org itu, kek om komar dg om heri. Jadi klo ntar org itu jadi dan
dia gak nepatin janjinya, tinggal bawain aja ustadz ke rumahnya, hehehe.

Tapi klo yg gak mau milih, entah karena bingung mo milih yg mana atau udah
apatis terhadap parpor beserta calegnya atau bahkan terhadap pemilu itu
sendiri yah silahkan juga. 

Baik yg milih maupun yg nggak, semua punya alasan sendiri2. Dan dalam
politik, gak ada yg benar dan gak ada yg salah, semua tergantung
kepentingan.

OpiK
sent from My Samsul Smartphone
powered by Tsel, kadang nyambung kadang nggak!

-----Original Message-----
From: Irzan Supriyadi <[email protected]
<mailto:irzan.s%40faber-castell.co.id> >
Sent: Friday, April 03, 2009 8:47 AM
To: [email protected] <mailto:sma1bks%40yahoogroups.com> 
Subject: RE: [sma1bks] Heri BS di Radio One Centre Jam 16.00 -15.00

Betul, memberikan kesempatan terhadap caleg2, mestinya bukan hal yg sulit.
Kita dukung niat baiknya, tapi juga lihat latar belakangnya.

Makin banyak kita yg hadir/dengar, kalau dia orang yg baik makin terikat dia
krn makin banyak dia menanggung malu, andai ybs tidak tepati janjinya.

Kalo perlu dvd rekaman kampanyenya kita gandakan, dan kita jadikan alat
control andai dia terpilih nanti. 

KPU, melalui SK KPU mestinya punya anggaran untuk mendapatkan rekaman dan
dokumentasi seluruh kampanye para caleg dan partai, kalo perlu dibuat surat
akte notaris tentang kesediaan menepati janjinya dan kesediaan untuk mundur
jika tidak menepati janjinya, lalu digandakan dan disebarluaskan ke seluruh
nasional. Nantinya KPU atas a/n KPU bisa lakukan lontrol dgn memutar/lihat
kembali dokumen dan dvd tsb. Setuju gak bro sis???

From: [email protected] <mailto:sma1bks%40yahoogroups.com>
[mailto:[email protected] <mailto:sma1bks%40yahoogroups.com> ] On
Behalf Of
komarudin ibnu mikam
Sent: Friday, April 03, 2009 12:06 AM
To: [email protected] <mailto:sma1bks%40yahoogroups.com> 
Subject: Re: [sma1bks] Heri BS di Radio One Centre Jam 16.00 -15.00

Mas Yudi yang selalu berprasangka baik,

saya setuju dengan substansi pemikiran mas Yudi...

Biar sajalah kalau mereka mau berbuat dosa. Berjanji tak menepati.

Buat kita, yang penting tidak berprasangka buruk.

Jangan menggeneralisir semua caleg ya pak.

Ada temen saya yang memang menggadaikan sawahnya yang 8 hektar. Tapi, kalo
bang Heri yang temen saya angkatan 90, insyaAllah gak lah. Saya yakin
uangnya lebih dari cukup. Gak sampe ke pegadaian barang-barangnya.
He..he.he... maaf ya pak.

Caleg berjanji itu mungkin dalam konteks pemaparan visi, misi dan program.
Gimana coba kalo semua diam saja. Cicing wae. mana kita tahu, dia mau bikin
apa kelak. 

Saya bersikap proporsional saja. Selama ia berkata, selama itu pula

[The entire original message is not included]



Kirim email ke