Satu Pohon untuk Satu Orang Calon Murid, Pengusaha dan
Pengantin Baru
"Satu pohon bisa menyediakan oksigen untuk 2 orang manusia sepanjang hidupnya..
kalau Indonesia memiliki 200 jt penduduk, berarti harus ada 100 juta pohon
untuk bisa
menyediakan oksigen yang cukup untuk bernafas!"
Jika anda ingin mendaftarkan anak anda menjadi murid di
salah satu sekolah , atau mengajukan ijin usaha, bahkan juga mendaftarkan diri
untuk
menikah di KUA di kota Depok jangan kaget kalau petugas mensyaratkan satu bibit
pohon. Unik juga ya…
Koran Monitor Depok senin kemarin*) menurunkan berita
mengenai disyaratkannya satu bibit pohon untuk setiap tiga aktivitas tersebut.
Memang sih ini sifatnya hanya untuk sumbangan saja. Tapi himbauan ini konon
disambut dengan antusias oleh warga Depok. Wuiiih. Rupanya Depok ini ingin jadi
kota sejuta pohon ya, ngalahin kampus UI hehehe…
Di kampus UI Depok sendiri, belakangan aktivitas menanam
bibit pohon baru sedang marak dilakukan. Beberapa batang pohon akasia tua yang
biasa menaungi sepanjang jalan masuk kampus juga tengah mengalami peremajaan.
Banyak bibit pohon baru di tanam. Masih kecil-kecil sih, namanya juga bibit.
Sayangnya bukan bibit pohon buah-buahan. Tidak seperti pemerintah kota Depok
yang membolehkan bibit pohon apapun seperti mangga, jambu, durian dll. Di
kampus UI justru seringnya pohon-pohon langka seperti pohon Matoa (dan
lain-lain, lupa, namanya juga pohon langka J. Takut nantinya
mahasiswa rusuh kali ya..memanjati pohon buah-buahan..hehehe.
Kembali ke soal satu pohon untuk setiap murid baru,
pengusaha baru dan pasangan pengantin baru Depok, lain lagi di kebudayaan Suku
Anak Dalam (Orang Rimba) Jambi. Di sana rupanya hal ini sudah berlaku lama.
Mereka memiliki kearifan lokal berupa ‘kewajiban’ menanam satu batang pohon
bagi setiap kelahiran anak. Jadi rupanya mereka sudah lama memberlakukan
kebiasaan/adat
menanam satu pohon bagi satu ari-ari bayi yang baru lahir. Hebat ya…
Kalau kearifan lokal tersebut terus dijalankan, bahkan
diberlakukan ke seantero nusantara…5-10 tahun ke depan insya Allah Indonesia
akan kembali hijau layaknya Zamrud Khatulistiwa dan semoga terhindar dari
dampak global warming. Amiin.
Ditulis Selasa, 28/4/2009 untuk NCB.