Assalamualaikum wr.wb.
Salam sejahtera untuk yang lain,

Selamat pagi buat yang sudah bangun,
Selamat meneruskan tidur buat yang sudah bangun tapi tidur lagi....mumpung
libur ya?

Saya tertarik kemarin dengan tulisan Mbak Vita dan postingan temen-temen
sebagai feedback-nya. Yang temanya pemimpin.

Bicara pemimpin sama rumitnya dengan bicara soal definisi manusia itu
sendiri. Banyak pandangan. Banyak argumen. Definisinya juga banyak. Yang
aneh, ada yang syahwatnya menggebu-gebu untuk jadi pemimpin. Atau, dipilih
jadi pemimpin. Ada juga yang ogahnya setengah mati untuk dipiilih sebagai
pemimpin.

Buat yang berambisi, mereka membayangkan 'yang enak-enak' bila jadi
'pemimpin'. Yang tidak berminat, mikir susahnya untuk jadi pemimpin. Dalam
poin ini, menurut saya kita bisa ambil jalan tengah. Gak terlalu memudahkan.
Gak terlalu menyulitkan.

Menjadi pemimpin itu amanah. Dan, setiap kita adalah pemimpin.Sebagai apa
pun kita. Bapak adalah pemimpin. Sebagai kepala rumah tangga. Ibu, adalah
pemimpin untuk anak-anaknya. Tidak jadi apa-apa pun kita adalah pemimpin
untuk diri kita sendiri.

Agar kita bisa sukses memimpin sebagai pemimpin. Dalam konteks apa pun. Kita
harus punya modal.. Yakni Kepercayaan diri dan prestasi.

Sebagai kepala rumah tangga, kit tidak akan dipercaya dan tidak bakalan
punya kepercayaan diri bila kita tidak 'berprestasi'.Bayangkan saja kepala
rumah tangga yang hanya mengandalkan WARALABA (warisan HARTA mertua DAN
Babe).

Maka sebagai apa pun kita, prestasi itu suatu yang penting. Buktikan dalam
ruang yang sedikit dan sempit. Bila ada lima orang. Di situlah kita harus
punya kelebihan atau prestasi dibanding empat teman yang lain.

Nah, Prestasi inilah yang saya lihat luput dari perhatian sodara-sodara kita
yang nyalon jadi caleg. Buat Anda mau nyalon lima tahun yang akan datang.
Cetak prestasi dulu. Barulah maju ke pentas lima tahun yang akan datang.

[Waduh....sampai di alinea ini, saya stag. Karena malu buat nerusin tulisan.
Seakan ada yang berkata, 'lo dah nulis soal prestasi, lo sendiri udah
berprestasi belum?.......]

AKhirnya, tidak ada akhir dan saya sendiri bingung untuk mengakhiri tulisan
ini.

tapi, lanjutin aza deh.....oleh Anda.

Kira-kira bagaimana caranya memulai PRESTASI dalam hidup?

[maaf kalau bikin bingung, sebab saya juga bingung....]


KIM

Kirim email ke