---------- Forwarded message ----------
From: Lukman Nawawi <>
Date: 2009/5/23
Subject: Fw: Taman Indonesia di Belgia Diresmikan, Pertama di Eropa
Selingan diakhir pekan.
*Eddi Santosa* - detikNews
*Brussel* - Sebuah taman Indonesia seluas 5 hektar diresmikan di Belgia.
Taman yang diberi nama The Kingdom of Ganesha ini adalah sebuah penghargaan
dan kehormatan bagi bangsa Indonesia.
Taman berlokasi di Parc Paradisio, Brugelette, Belgia, itu telah dibuka dan
diresmikan pada 20/5/2009 oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero
Wacik, didampingi Dubes RI Nadjib Riphat Kesoema, Dirjen Pemasaran
Pariwisata Sapta Nirwandar dan Staf Ahli Khusus Menbudpar Harbunangin.
Dari pihak Belgia antara lain Menteri Ekonomi, Tenaga Kerja dan Warisan
Budaya Wilayah Walonia, Jean Claude Marcourt dan CEO Parc Paradisio, Eric
Domb.
Upacara pembukaan diwarnai upacara bernuansa Bali dengan penyucian Pura
Agung Shanti Buwana, disaksikan sekitar 800 undangan yang memadati pelataran
Taman Indonesia pertama di Eropa ini.
“Taman Indonesia di Belgia ini tidak hanya pintu dan jendela untuk mengenal
Indonesia, tapi juga sebuah penghargaan dan kehormatan bagi bangsa Indonesia
di Eropa,” Menbudpar Jero Wacik dalam sambutannya.
Secara terpisah Dubes Nadjib menambahkan bahwa taman yang digagas CEO Eric
Domb ini tidak hanya mendekatkan masyarakat Eropa kepada Indonesia, tapi
lebih dari itu adalah sebuah pengakuan bagi Indonesia.
"Bahwa sesungguhnya Indonesia memiliki keunikan yang amat menarik bagi
dunia, yang layak untuk terus menjadi perhatian bangsa lain,” demikian
Nadjib.
*Miniatur Indonesia*
Kompleks besar taman Indonesia seluas 5 hektar ini memang langka, unik
sekaligus istimewa, tidak hanya bagi masyarakat Eropa tapi bagi warga
Indonesia di Eropa. Di taman ini ada Puri Agung Shanti Buwana, sebesar
ukuran sesungguhnya di Bali, berdiri di atas sawah bertingkat ala sawah di
Ubud.
Selain itu juga dilengkapi dengan replika besar candi Prambanan yang
menjulang tinggi, serta bongkahan batu besar berderet ala Gunung Kawi di
balik tembok candi.
Di depan gerbang tampak Rumah Toraja, replika candi Borobudur dan di bagian
belakang tampak rumah tradisional Nusa Tenggara Timur, berderet melingkari
ujung taman. Ini masih diperindah dengan beragam patung, akar pohon tua, dan
batang kayu pohon besar, yang telah menjadi fosil dari daerah Banten.
"Dijadwalkan pada akhir bulan ini gajah dari Sumatera akan tiba untuk
memperkaya taman Indonesia ini," tutur Korfungsi Pensosbud PLE Priatna
kepada detikcom.
*Didatangkan dari Jawa Bali*
Taman ini terwujud berkat kecintaan CEO Parc Paradisio, Eric Domb kepada
Indonesia. Memperingati 60 tahun dibukanya hubungan diplomatik
Indonesia-Belgia, kerjasama KBRI Brussel dan Eric Domb ini membuahkan
hasil-hasil istimewa.
Kompleks taman dibangun keseluruhannya oleh para seniman yang didatangkan
khusus dari Bali dan para pekerja dari Bali dan Jawa Tengah. Sebanyak 22
orang bekerja membangun taman sejak akhir 2006 dan selesai dalam dua tahun.
Priatna menjelaskan bahwa untuk menjaga keaslian dan aroma magis
keindonesiaan, batu-batu untuk membangun pura besar dan seluruh lapisan
jalan setapak berasal dari Indonesia. Totalnya ada sekitar 320 kontainer
batu-batu candi diimpor dari lereng gunung Merapi Jawa Tengah.
"Betapa seriusnya Parc Paradisio memperkenalkan budaya Indonesia di pusat
Eropa ini," ujar Priatna.
Parc Paradisio adalah sebuah taman konservasi flora dan fauna, yang dibangun
sejak 2000 di tengah sisa bangunan *chateau *(kastil tua), dengan koleksi
sekitar 1500 spesies tanaman dan 3500 spesies binatang.
"Taman ini tidak hanya menjadi pusat rekreasi yang menawarkan keakraban
alam, manusia, dan kebudayaan, tetapi juga konservasi berkonsep moderen,
yang mengibarkan promosi permanen bagi pariwisata, ekonomi dan investasi
Indonesia di jantung Uni Eropa ini," demikian Priatna.
_,___
.