Kembali menerawang ke masa kecil aku dahulu, saat majalah bobo bekas menjadi teman setiaku. (Mungkin ada yang sudah membacanya juga, ah bukan mungkin lagi kali.. tapi pasti). Memberi pelajaran, hiburan, cerita dan hikmah juga.
Ada satu kisah dimana ada dua orang kakak beradik (sebut si A dan si B aja ya) yang dibiasakan menabung oleh ayahnya. Pada suatu hari si Ayah menjanjikan akan memberi tambahan uang senilai dengan tabungan di celengan yang dikumpulkannya, pada saat mereka sekeluarga akan pergi bertamasya liburan nanti. Anak-anak yang baik ini menjadi tambah semangat untuk menyisihkan uang jajannya, semakin banyak tabungan semakin besar tambahannya bukan? Tapi menjelang hari H-nya, si A murung karena tabungannya sedikit. Sebab sudah dua kali dia membobok celengannya. Pertama karena dia membelikan buah-buahan untuk neneknya yang sakit.. Kedua, kembali dia bobok celengannya saat temannya yang lebih miskin tidak bisa mengikuti ujian karena belum bayar spp dan ia mengikhlashkannya (maaf kalo ceritanya mungkin salah, tapi kira-kira intinya seperti itulah). Dan benar saja. Tabungan si B lebih banyak, dan ia mendapatkan tambahan sesuai dengan janji ayahnya. Dan si A, yang hanya bisa mengumpulkan sedikit harus menahan pilunya. Tapi ayahnya yang bijak itu tahu bahwa putrinya tidak akan membelanjakan uangnya untuk hal yang tidak perlu. Dan ketika si ayah mendengar alasannya, si A malah mendapatkan lebih dari yang seharusnya. Alhamdulillah, si A bersyukur karena telah bisa berbuat baik dan juga mendapat balasan yang baik. Sementara si B menyesal, sebab ia melalaikan untuk membantu nenek dan temannya yang juga disayanginya. Dan aku terlempar kembali ke masa kini. Hmmm... pasangan capres-cawapres Indonesia memang luar biasa. Duitnya ber em-em, bahkan yang bertri-tril. Harga satu kudanya juga bisa em-em-an. Alhamdulillah. Aku sih gak pernah megang atau ngeliat duit segitu. Kalo pun ada, aku cuma melihat nilai PO saja. Kalo pun di tabungan pernah ada puluhan juta.. itu hanya mampir saja. Itu duit perusahaan untuk biaya dinas, hotel, makan-minum, transport, ongkos pesawat, sewa alat, beli consumabel dan lain-lain. (Kalo duit sendiri, susah banget untuk ngumpulin dua digit juta, padahal aku juga dibiasakan menabung sejak kecil. Selalu saja ada kebutuhan mendadak.. he he mendadak kok tapi terus-terusan). Buat capres dan cawapres.. semoga dalam harta kekayaan yang sudah didaftarkan dan diklarifikasi oleh KPK (maupun yang belum didaftarkan), sudah ditunaikan hak-haknya orang miskin dan penerima zakat. Sehingga harta yang didaftarkan itu bersih. Kalo punya 200 milyar, zakat 2.5% (minimum) = 5 milyar, kalo 1.7 trilyun = 42.5 milyar, banyak bener ya? apakah mereka bisa dan ikhlash mengeluarkannya? Pastinya sudah sampai nisab, karena mereka punya lebih dari gram emas yang ditentukan dan sudah dimiliki lebih dari setahun tentunya. Sebab sebaiknya kita juga tahu... di akhirat nanti (bagi yang percaya, jika tidak percaya terserah. Tanggung sendiri konsekuensinya). Kalo untuk yang lain pertanyaannya cuma satu, tapi untuk harta pertanyaannya itu ada dua: 1. Bagaimana mendapatkannya? 2. Dan bagaimana membelanjakannya? Pertanyaan yang maha berat, di hari di mana mulut kita terkunci... Heehhh.. pokoknya begitulah.. kebahagian bukanlah pada banyaknya harta yang kita kumpulkan, tapi seberapa ikhlash kita mau berbagi dengan sesama baik untuk keperluan konsumtif maupun produktif. Biarpun gak jadi presiden dan wakil presiden, aku sangat percaya jika mereka ikhlash.. banyak yang bisa mereka lakukan untuk Indonesia. Anniversary Homepage: http://www.sulzer.com/175 Anniversary Games: http://www.experience-sulzer.com CONFIDENTIALITY NOTICE The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.
