Pak Morry, terimakasih sudah disambungkan dengan yang bersangkutan,

Saya bukannya anti terhadap pembangunan. Khususnya Pertamina. Saya pahami
ini dalam konteks kepentingan nasional. Persoalannya, saya melihat tidak ada
Grand skenario untuk pembangunan di wilayah pengeboran minyak. Blue print
untuk pembangunan baik daerah maupun SDM-nya.

Sebagai contoh, rencana eksploitasi dan eksplorasi kan sudah ada jauh-jauh
hari. Betul? Lalu, adakah progam pemerintah dan Pertamina untuk menyiapkan
SDM-nya. Mengapa sampai sekarang gak ada SMK Perminyakan. AKAdemi
perminyakan. Atau, apalah....

Tidak ada program konkrit-integrated-berorientasi masa depan mempersiapkan
SDM untuk menyongsong perubahan. Lha, sekarang ketika tereak-tereak menuntut
hak, mereka bilang..."LIhat, apa yang bisa digunakan dalam konteks
profesional?"

"ini high invest!"
"Ini high technologi....!"

Lha, jangan salahin rakyat. Mereka dibentuk. Hanya, sedikit orang nekad yang
membentuk.

Atau, paling banter mereka bangun jalan. Segini aza udah bikin girang orang
Bekasi Utara. Pertama, saya cukup salut. Tapi, bukankah kewajiban bikin
jalan itu pemda?

Nah, gini lho....

Mau saya tuh, sebelon ngebor Pertamina datang ke rakyat.
"Yat, gue mau ngebor neh di kebon lo....ini untuk kepentingan nasional
lho...."
"SIlahkan aza, kalao gue bilang gak boleh ntar gue dianggap subversif..."
"lHA EMANG...lo sapa? Jadi rakyat mah tahu diri...."
"ya udah....bor sonoh. CUman pikirin 1.Lingkungan 2. orangnya 3.
Infrastruktur  4. Legalitasnya..."

1. Lingkungan. Perhatiin perubahan lahan. Jangan ampe pembangunnan tongkang
di Belacan nahan air yang dari Bogor. Ahirnya kampung Tanjung Air banjir.
Jangan salahin warga kalo rame-rame bongkar jembatan. Sanitasi dan irigasi
juga perhatiin.

2. Orangnya. Buat survey dengan dana CSR. Pembangunan yang strategis dan
integrated. Cari konsultan orang asli situ. BUkan orang Bandung.

3. Infrastruktur. Siapin jalan yang bagus. Lebar. Biar truk yang ngangkut
mesin berat bisa langsam masuk situ. Termasuk bikin saluran air. Masa bikin
jalan kagak bikin selokan. Belajar dimana seh?

3. Legalitas. Pertamina hendaknya transparan. Berapa seh hasil produksi.
Repotnya, sekarang kan semua yang dibor itu disalurin pake pipanisasi. Sapa
yang tahu? Presiden juga kagak tahu kayaknya...Trus, Bagi hasil ke pemkab
harus lebih besar.


Waduh, maaf Pak Morry kebanyakan ya... kalo berkenan forward aza ke
mereka......
maaf kalo gak berkenan


Komarudin ibnu mikam
Babelan City




2009/6/30 Morry Infra <[email protected]>

>
>
>  Buat Bang Komar,
>
> Ini ada respond dari komentarnya Bang Komar yang saya forward ke "orang'
> Pertamina.
>  ---------- Forwarded message ----------
> From: Renaldi Faizal <>
> Date: 2009/6/30
> Subject: Re: Pertamina bagi-bagi Sepeda Untuk Sekolah - DAAI TV (30 Juni
> 2009 jam 20.30 WIB)
> ..........
> ..........
> .........
>
> Morry,
> Terima kasih infonya, kami sudah mendengar secara langsung dan
> memakluminya...tapi apalah daya..hanya ini yg baru bisa kami
> lakukan...hiks...hiks...saya punya komentar yg lebih negative lagi...tapi
> mungkin tidak perlu di-share di milis ini.
>
> Apa yg bisa kami lakukan...akan terus kami lakukan demi perbaikan
> pendidikan sekolah serta kebahagiaan anak-anak (kurang mampu) di seluruh
> Indonesia (cita-citanya). Mudah-mudahan mendapat dukungan dari senior-senior
> & teman-teman kita yg ada di Pertamina, PSCs atau Perusahaan lainnya dalam
> melaksanakan program CSR-nya.
>
> Salam,
> Renaldi'86
>
>
>
>
> .
>
>
>  
>



-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply.com
0818721014-33113503
karya-karya ;
Novel Intelijen SOA (luxima)
sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)
rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)

Kirim email ke