Kematian Yang Begitu Penting
Ada berapa banyak acara pemakaman yang pernah anda ikuti? Adakah yang membuat
anda terkesan? Jika ada, apa kira-kira alasan yang membuat anda terkesan?
Setahun terakhir bisa jadi jadi tahun anda kehilangan banyak orang (dalam
artian meninggal) dan anda menyempatkan diri hadir dalam acara pemakamannya.
Entah itu tetangga, kerabat dekat, teman, kenalan, tokoh penting, anak, atau
pun orang tua anda sendiri. Rasanya, mereka yang biasa muncul dalam keseharian
kita, tiba-tiba lenyap begitu saja untuk selama. Kehilangan dan sedih tentu
saja.
Di antara orang-orang yang telah pergi ini ada yang begitu mengesankan.
Misalnya, ia meninggal dan sempat meninggalkan surat wasiat yang panjang. Atau
ada yang sebelumnya melakukan hal-hal tidak biasa seperti meminta maaf pada
setiap orang yang ditemuinya, seolah-olah tak akan bertemu lagi (dan memang
begitu kenyataannya kemudian). Ada yang selalu mengatakan ingin 'pulang'
padahal dia berkata di kampung atau rumahnya sendiri, dan lain sebagainya.
Bagi saya, hal yang membuat saya terkesan adalah pada jumlah orang yang
menghadiri pemakaman. serta jumlah orang yang merasa benar-benar kehilangan
atas kepergiannya. Jumlah itu menunjukkan betapa dekat dan besarnya nilai orang
itu bagi orang lain. Pastilah ia orang yang baik, orang yang memberikan
manfaat, dan hatinya tulus ketika berinteraksi dengan sekelilingnya.
Saya masih ingat pemakaman seorang bapak, tujuh tahun silam. Orang-orang
bercerita kalau hari itu teman-temannya yang sudah terpisah kota bahkan pulau
berkumpul untuk melepas kepergiaannya. Jenazahnya dishalatkan dalam beberapa
gelombang, padahal itu dilakukan di masjid, saking banyaknya. Dalam kali yang
lain, teman sesama aktivis di kampus dulu, yang meninggal karena kecelakaan,
boleh dikatakan dihadiri oleh ribuan orang. Sampai-sampai orang tuanya tuanya
kaget, karena selama ini tidak tahu anaknya memiliki jaringan pertemanan yang
sangat luas. Jalan kampung menuju rumah dan area pemakaman penuh sesak. Tanpa
di minta, hadirin yang datang membantu prosesi pemakaman bersama, meski
diantara mereka banyak yang belum saling mengenal.
Kematiannya menjadi begitu penting, meski ia bukan pejabat apalagi tokoh
masyarakat. Demikian juga pada sosok bapak yang lain lagi. Dari tukang ojek,
tukang sayur, pedagang makanan keliling, sampai bocah enam tahun dan mantan
staf ahli menteri datang ke rumah yang sama sekali tidak bisa menampung lebih
banyak orang lagi. Beberapa dari mereka bersimbah air mata, yang justru
mendatangnya tanya di benak keluarga. Mengapa mereka sampai menangis?
Kalimat-kalimat pujian dan ungkapan kehilangan kemudian terlontar, dan pihak
keluarga hanya melongo, sedemikian pentingkah kematian sang bapak sampai-sampai
orang-orang itu menyempatkan datang sekedar memberikan salam perpisahan
terakhir kalinya? Padahal kalaupun tidak datang, toh yang meninggal tidak tahu.
Orang bijak berkata, jika ingin tahu seberapa besar nilai seseorang di mata
orang lain, hitunglah jumlah yang hadir pada acara pemakamannya.
Have a nice day!