tergantung negaranya punya utang ga ke cina ... 
kalo punya yah... jadi kacung doank... ga bisa lebih baik lha...
ide ada ngemplang utang... tapi ujung2nya kalah...
hehehe...

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94   


--- On Fri, 7/10/09, Arief Kurniawan <[email protected]> wrote:

From: Arief Kurniawan <[email protected]>
Subject: Re: [sma1bks] Cadangan Devisa China US$ 2 Triliun
To: [email protected]
Date: Friday, July 10, 2009, 8:41 AM











    
            
            


      
      
     Bagaimana agar kita bisa seperti or bahkan lebih baik dari cina? mungkin 
ada sumbang ide temen2 demi kemajuan bangsa ini?
AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XLFrom:  Dicky Kurniawan 
Date: Fri, 10 Jul 2009 01:25:43 -0700 (PDT)
To: <sma1...@yahoogroups .com>
Subject: Re: [sma1bks] Cadangan Devisa China US$ 2 Triliun
                           Yang pertama dilakukan China sebelum menguasai emas 
adalah menguasai pasar industri Baja...
 It's only a transition.. ..

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
marcial_riquelme@ yahoo.com
dicky.kurniawan@ gmail.com
omongkosongku. blogspot. comanswerlieswithin. multiply. com   

From: Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@ yahoo.com>
To: sma1...@yahoogroups .com
Sent: Friday, July 10, 2009 2:52:27 PM
Subject: Re: [sma1bks] Cadangan Devisa China US$ 2 Triliun

                           yuk ngumpulin emas/dinar biar nyunnah...
selain kaya dapet pahala juga... hehehe..

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94   


--- On Fri, 7/10/09, Arief Kurniawan <batigol_arief@ yahoo.com> wrote:

From: Arief Kurniawan <batigol_arief@ yahoo.com>
Subject: Re: [sma1bks] Cadangan Devisa China US$ 2 Triliun
To: sma1...@yahoogroups ..com
Date: Friday, July 10, 2009, 6:51 AM

                               Ane pernah baca, target china adalah menguasai 
140.000 ton emas dunia untuk cadangan devisa. Ini berarti sekitar lebih dari 80 
persen jumlah emas di dunia akan mereka kuasai, artinya mereka paham menguasai 
cadangan emas sangat baik dibandingkan menurunkan atau menaikkan nilai tukar 
mata uang mereka, karena uang kertas adalah semu dan uang riil adalah emas.

Dikutip dari www.geraidinar. com

Future World Currency  Uang Yang Namanya Disebut di Al-Qur’an...
Written by Muhaimin Iqbal       
Friday, 10 July 2009 07:22   
Di dunia yang didominasi oleh uang Fiat murni sejak Agustus 1971, uang emas 
menjadi seperti isi lagu tahun 1980-an – dibenci namun pada saat yang bersamaan 
juga banyak dirindukan.   
Uang emas dibenci oleh bank-bank sentral dunia dengan alasan yang tidak jelas – 
konon kalau uang emas dibiarkan exist – uang fiat akan kelihatan tidak 
bernilainya. Bahkan bukan hanya dibenci, dalam Article of  Agreement of the IMF 
ada larangan bagi negara-negara anggotanya untuk menggunakan emas sebagai dasar 
nilai tukar uangnya (Article IV, Section 2. B).    
Lantas siapa yang merindukan uang emas ?, bagi kita umat Islam – uang emas ini 
bukan hanya sekedar uang untuk kepentingan transaksi, tetapi juga sebagai alat 
untuk implementasi beberapa ketentuan syariah seperti nishab zakat, nishab 
hukuman bagi pencuri, nilai uang diyat dlsb. Jadi kita tentu merindukan 
kehadiran  uang yang adil ini..   Namun ternyata umat diluar Islam-pun yang 
cerdas dan memahami betul problem yang terbawa dengan uang kertas, mereka juga 
mulai merindukan hadirnya kembali uang emas ini.. Di Amerika ada Gold Anti 
Trust Action Committee (GATA) dan Foundation of Advance Monetary Education 
(FAME) , keduanya gencar mengkritisasi ketidak beresan uang kertas mereka dan 
pentingnya kembali ke emas.   
Yang lebih hebat adalah di Eropa ada United Future World Currency  (UFWC) yang 
sangat serius mempersiapkan uang baru berbasis emas ini; Akses mereka ke para 
pemimpin dunia juga sangat baik sehingga dalam pertemuan G-8 yang berlangsung 
di Italy sejak tiga hari lalu – mereka berhasil  secara symbolic menyerahkan 
uang emas mereka kepada para pemimpin dunia tersebut.   
Dalam kebingungannya, uang yang diberikan kepada para pemimpin G-8 ini diberi 
nama ‘eurodollars’ dan bernilai setara 2,800 Euro atau US$ 3,900 per kepingnya. 
Gambar yang saya sajikan diatas adalah koin yang diserahkan kepada Barrack H. 
Obama.   
Bukan hanya berhasil menyerahkan koin emas-nya pada para pemimpin dunia, UFWC 
juga melombakan design uang masa depan ini pada anak-anak di seluruh dunia – 
karena generasi merealah yang nantinya akan menggunakan uang ini. Lomba design 
uang masa depan  ini melibatkan juri dari berbagai latar belakang seperti para 
pemenang hadiah nobel, para ahli percetakan uang logam, para ekonom  dlsb.   
Lagi-lagi kita umat Islam sebenarnya punya solusi yang sudah sangat terbukti 
keunggulannya selama ribuan tahun – kalau saja kita mau kembali ke uang kita 
sendiri. Kita tidak perlu kebingungan mencari nama baru bagi uang kita karena 
uang kita namanya sudah disebut di Al-Qur’an (QS 3:75) dan berbagai hadits 
Rasulullah SAW.   
Kita juga tidak perlu capai-capai menentukan designnya karena yang diatur dalam 
uang kita hanya beratnya (1 Mitsqal emas = 1 Dinar) dan ancaman yang tegas bagi 
yang menurunkan kadar standarnya.   
Penggunaan Dinar juga tidak memerlukan kesepakatan khusus dari para pemimpin 
dunia; aturan main dalam syariah yang sudah baku dan sudah tested lebih dari 
seribu tahun terkait dengan  emas dan perak sangatlah mencukupi untuk mengatur 
penggunaan emas dan perak sebagai uang ini.   Jadi kalau kita kembali kepada 
solusi Islam; justru kita akan berada di depan dari bangsa-bangsa lain di 
dunia. Ketika  bangsa-bangsa lain masih sibuk mencari nama dan bentuk uang baru 
mereka, kita sudah diberi tahu nama dan bentuk uang kita dari dua pegangan 
utama kita yaitu Al-Qur’an dan Hadits. Wa Allahu A’lam.  

AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XLFrom:  Toby Fittivaldy 
Date: Thu, 9 Jul 2009 23:05:44 -0700 (PDT)
To: Kirim Pesan<sma1...@yahoogroups .com>
Subject: [sma1bks] Cadangan Devisa China US$ 2 Triliun
                                                        INTERNASIONAL           
                                                 
/       Home /     Internasional            Jumat, 10 Juli 2009 | 12:04         
                CADANGAN DEVISA CHINA                   Cadangan Devisa China 
US$ 2 Triliun                             
                
                BEIJING. Cadangan devisa alias foreign-exchange reserves China 
kemungkinan akan mencapai US$ 2 triliun.. Ini adalah pertama kalinya China 
memiliki cadangan devisa begitu besarnya; menunjukkan pemerintah China 
menghadapi kesulitan untuk menemukan tempat untuk membenamkan dananya. 

Menurut perkiraan tengah ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, cadangan devisa 
ini meningkat dari US$ 67,8 miliar menjadi US$ 2,022 triliun per 30 Juni lalu; 
dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Angka ini bisa dibandingkan dengan kuartal 
sebelumnya yang hanya memiliki cadangan devisa US$ 7 miliar saja.. Bank sentral 
kemungkinan akan merilis data pasti mengenai cadangan devisa ini  pada hari ini 
atau minggu depan. 

"Tidak ada alternatif yang jelas bagi China untuk membungkus surat utang AS," 
kata Stephen Green, Head of China Research Standard Chartered Plc di Shanghai. 

Cadangan devisa ini menekuk lebih dari dua kali lipat dalam dua setengah tahun 
seiring dengan surplus perdagangan yang menggerojokkan dana segar bagi 
perekonomian China.. 

Dariusz Kowalczyk, Chief Investment Strategist SJS Markets Ltd. di Hong Kong 
menyebutkan bahwa gemuknya cadangan devisa China ini kemungkinan ditopang oleh 
surplus perdagangan, tingginya nilai dari aset non-dolar AS karena si hijau 
telah melemah dan juga hot money yang masuk ke China. 

Menurut Kowalczyk, banyak investor tergiur masuk pasar China lantaran 
perekonomian di negeri ini kinclong sementara di saat yang bersamaan 
perekonomian negeri lain justru terjungkal.  

        Femi Adi Soempeno Bloomberg     
http://www.kontan. co.id/index.  php/internasiona l/news/17476/ Cadangan- 
Devisa-China- US-2-Triliun

Toby Fittivaldy 
Fis2  '94   

                                                                                
        
                                
                                                   
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke