Buat Marwan, thanks atas sharingnya dan kejujurannya,

Satu hal yang memang disadari adalah ketika kita masuk dalam lembaga
tertentu. Apapun. Kita langsung bersenyawa. Bersatu padu dengan lembaga itu.
Padahal itu bukan bagian kita, tapi tetap aza ada asumsi kita adalah bagian
dari itu. Dalam konteks ini gue pesimis dengan teori memisahkan gue sebagai
pribadi. Gue sebagai penulis. Gue sebagai karyawan dari Penerbit Dian
rakyat. Gue sebagai LSM ALU (Aliansi Utara). Gue sebagai Suami dari Herlinda
Novita Rahayu (istri per1). Susah deh misahin.

Makanya kalau saya masuk dalam organisasi atau lembaga biasanya saya full.
Saya masuk secara kafaah. Menyatu sepenuh hati. Atau, keluar dari situ.

Nah, dalam kasus ini Marwan pun  harus menanggung beban secara moril sebagai
bagian dari TV-one. GUe secara pribadi benci setengah hidup sama TV -One.
Walau pun secara pribadi gue sobatan dengan Ente kan...Tapi dalam kasus ini
gue kudu minta maaf, kalu gue serang Marwan. Tapi sebagai karyawan TV one ya
. Bukan sebagai pribadi.

TV one sudah menghalalkan segala cara. Untuk meraih kemenangan dalam
persaingan media. Menginjak-injak Hak Asasi warga negara untuk mampu merdeka
dan independen. Tanpa panduan emosional media untuk menentukan pilihan.
TV One selayaknya mengusung tugas media untuk mencerdaskan khalayak.
BUkannya malah memperbodoh. Sayangnya, tugas mulia itu raib entah ke mana.
Dengan argumentasi persaingan media. Itu pun kalau memang benar. Toh, Marwan
juga gak punya bukti ke kita. Sama halnya tidak ada data dan fakta yang
membuktikan bahwa incumbent membeliTv one dan membayar LSi untuk
mengeluarkan hasil polling yang menguntungkan incumbent.

TV one dan semua media melakukan komunikasi biadab. Dengan menjadikan
konsumen media sebagai objek. Yang bisa diapa-apain aza. Teserah lo! TVone
kudu dipancung karena memperkosa kehendak khalayak. Sayang, hanya sedikit
pemirsa yang ngamuk karena 'diperkosa'. Sisanya malah seolah kesenengan.
Malah ada yang seneng beneran karena pendaringannya aman.

Oh, alangkah indahnya bila media melakukan pendidikan dan penguatan konsumen
media. Dididik supaya cerdas. Sehingga mereka bisa menjadi bagian aktif,
dinamis dan menentukan dalam proses komunikasi.....


Sayang those are dreams..........



Sorry ya brother....
[gile....gue lagi marah ni ya.....]
2009/7/12 Renata Pramento <[email protected]>

>
>
>   Wakaka... tau aja loe ry harapan gw, ga tau nih kapan gw nyusul loe,
> mudah2an tahun depan, soalnya gw harus siapin pondasinya dulu... baru gw
> bisa tinggalin dengan tenang... go public... hueheuhe...
>
>
> --- On *Sat, 7/11/09, arrysign <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: arrysign <[email protected]>
> Subject: [sma1bks] Re: Cerita Negara Boneka (innailahi... part2)
> To: [email protected]
> Date: Saturday, July 11, 2009, 9:02 AM
>
>  Phi gue tau harapan lu, bisa nyusul gue kerja disini khan...
> udah kapan lu kesini tar kita photo2 di merlion hehehe..
>
> one world order, tak ada batas negara lagi, yang ada hanya batas ketaqwaan
> dan nomor rekening,
> ibarat dunia ini suatu perusahaan, maka posisi2 sudah dibagi2 siapa yg jd
> CEO, Manager, Staff, and OB.
>
> jd bisa dibayangkan apa yg harus dilakukan seorang OB untuk menjadikan
> dirinya staff atau kalo ga jd karyawan tetap aja...
> meskipun berkehendak mau jd staff, pas manager bilang jgn dulu deh kamu
> masih cocok di posisi OB, so kembali lagi si OB diposisinya semula... :D
>
> cheerss...
>
> --- In sma1...@yahoogroups 
> .com<http://mc/compose?to=sma1bks%40yahoogroups.com>,
> Renata Pramento <renata_pramento@ ...> wrote:
> >
> > Saya mungkin memang tidak sepintar Anda bung, tapi saya setidaknya masih
> menaruh harapan untuk bangsa ini, tidak seperti judul Anda bung.
> >
> >
> > --- On Fri, 7/10/09, Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@ ...> wrote:
> >
> > From: Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@ ...>
> > Subject: Re: [sma1bks] Cerita Negara Boneka (innailahi.. . part2)
> > To: sma1...@yahoogroups .com<http://mc/compose?to=sma1bks%40yahoogroups.com>
> > Date: Friday, July 10, 2009, 3:47 PM
> >
>
>
>  
>



-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply.com
0818721014-33113503
karya-karya ;
Novel Intelijen SOA (luxima)
sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)
rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)

Kirim email ke