Merdeka Bangsaku
Arti kemerdekaan bagi suatu bangsa
Sebentar lagi kita akan memperingati kemerdekaan bangsa kita. Seperti tahun
lalu, dan tahun-tahun yang telah berlalu kita akan memperingatinya, ada yang
memperingatinya dengan acara seremonial di istana, ada yang dengan memberikan
ulasan-ulasan klise di media, bahkan ada yang dengan mengadakan "pesta rakyat"
yang membuat gelak tawa lepas berderai ~ hilanglah segala beban tekanan hidup
untuk sementara waktu. Inikah arti sebuah kemerdekaan???
Kalau kita rujuk kepada Pembukaan UUD '45 disana dijelaskan arti kemerdekaan
demikian; Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa oleh
karena itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai
dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dengan demikian maka Merdeka itu
adalah hapusnya penjajahan sekaligus terwujudnya kehidupan yang
berperikemanusiaan dan berperikeadilan (adil makmur bagi bangsa Indonesia).
Selama belum terwujudnya kehidupan yang berperikemanusiaan dan berperikeadilan
berarti bangsa itu belum merdeka, masih dalam penjajahan. Kalau begitu apa sih
penjajahan itu???
Penjajahan ialah kebijaksanaan menempatkan manusia, atau golongan manusia, atau
bangsa manusia menjadi dibawah telapak kaki manusia, atau golongan manusia,
atau bangsa manusia yang lainnya. Sama dengan satu sistem yang menempatkan
diatas kepala orang yang tak punya duduk mereka yang punya, diatas kepala yang
punya duduk mereka yang kuasa, diatas kepala yang kuasa duduk mereka yang maha
kuasa. Inilah penjajahan, kalau Mac Iver bilang dalam bukunya The Web of
Government adalah sistem jaringan laba-laba yakni sosial piramid.
Dengan begitu maka bila kita menempatkan manusia lain dibawah kita, berarti
kita adalah penjajah. Bila kita bersikap merendahkan yang lain, "ah kamu tahu
apa sih!", atau, "saya ini kan pejabat", saya ini, saya itu dan macam-macam,
menganggap diri lebih (superior) dibanding yang lain ini adalah mental
penjajah. Sebaliknya mereka yang status sosialnya dianggap rendah sehingga
bersikap; saya ini kan cuma bawahan, saya ini orang miskin, saya ini begitu
begini, ini adalah mental anak jajahan.
Jadi sesungguhnya penjajahan itu terletak pada diri manusia itu sendiri. Selama
mental "Ana Khairu Minhu" - "Saya lebih dibanding Anda" terus bersemayam dihati
sanubari bangsa ini maka selama itu kita tidak akan pernah merdeka sampai
kapanpun juga. Kita akan menjadi manusia yang "(sudikah anda) makan bangkai
saudara anda sendiri?"
Kalau begitu bagaimana mencapai kemerdekaan? Pertama-tama dan paling utama
adalah masing-masing pribadi harus "faqtuluu anfusakum" mempasifkan egoisme,
serba saya harus dikorbankan, sehingga masing-masing akan menjamin hidup saling
harga menghargai, saling memakmurkan, saling memenuhi harapan kemanusian,
saling menghantarkan mencapai tujuan, yaitu adil makmur di persada bumi
Indonesia tercinta.
3 Agustus 2009
Mursalin
SMA 1 '89
Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman
ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/