Hari ini kita dikagetkan dengan berita berpulangnya Mbah Surip, tokoh fenomenal 
yang belakangan aksinya tidak pernah sepi muncul di layar kaca. Berambut 
gimbal, dengan tutup kepala rajutan warna-warni, siapa sih yang nggak kenal 
Mbah Surip? Anak kampung dan anak kota mana yang nggak bisa melantunkan "ta' 
gendhong, ke mana-mana... enak to mantep to.."

Baru kemarin terheran-heran dan salut dengan milyarder baru ini. Lagunya laris 
manis jd ring tone dalam jumlah yang fantastis. Band-band lain boleh ngiri sama 
mantan pengamen itu, tapi yaa namanya juga rejekinya Mbah Surip.. Dan hari ini 
rejeki Mbah Surip telah habis dengan berita berpulangnya dia. Kata Ustadz, 
orang yang sudah meninggal itu berarti jatah rejekinya (di dunia) dari Tuhan 
sudah habis. Mudah-mudahan saja Mbah Surip mendapat rejeki yang lain di 
sisi-Nya.

Apa istimewanya Mbah Surip? Dia sudah menceriakan hati anak-anak yang mendengar 
lagunya. Bahkan kita pun, orang dewasa ikut terhibur. Mbah Surip menghibur di 
saat banyak persoalan membelit kita, di saat berbagai kekisruhan yang 
'membosan'kan seputar Pilpres, di saat Marriot di ledakkan lagi dan teka-teki 
di mana Noor Din M Top berada (bener ga nih nulisnya ;)

"Artis lokal, Vit?" tanya Ike, teman yang sedang bermukim di Jepang. Weleh.. 
rupanya Mbah Surip baru ngetop di tanah air, atau teman saya yang ketinggalan 
jaman hehehe.. Kemunculan (dan kepergiaan) Mbah Surip yang baru saja tidak 
heran bikin temen2 di negara lain belum sempet 'ngeh kali ya...

Kalau Indonesia mengenal Mbah Surip, maka dunia mengenal Michael Jackson. Tanpa 
bermaksud membandingkan, kepergiaan keduanya sama-sama mendadak. Mbah Surip 
saat karirnya sedang naik, MJ saat para fansnya menanti konser 50 th-nya. 
Mereka menghibur dengan cara yang berbeda, tapi sama-sama mengena di hati 
banyak orang. 

Apa istimewanya Michael Jackson? Dia menginspirasi banyak orang dengan lirik 
lagu-lagu dan aksinya di panggung. Tidak ada penyanyi se-totalitas MJ saat 
tampil. Dia sangat serius untuk menghibur. Diluar pro kontra tentang dirinya, 
MJ adalah seorang penghibur yang 'genius', memiliki kecerdasan olah tubuh yang 
'sempurna' serta penghayatan seorang penyanyi soul yang prima (bahkan di usia 
belianya dia sudah jd penyanyi soul - terasa di lagu I want You Back, dan Who's 
Loving You).

Setelah lagu-lagu itu, siapa yang tidak kenal Michael Jackson? Musiknya 
mendominasi era 80an, dan tidak lantas padam pada era-era selanjutnya. Semuanya 
enak di dengar, dan liriknya tidak sedikit yang sarat pesan. Hmm, sejak MJ 
wafat saya jd suka men-download lagu-lagunya yang mengingatkan pada masa2 80an 
dan 90an. Dan setelah ini bisa jadi lagu "Ta' Gendhong" Mbah Surip berjajar 
dengan "Man in the Mirror" di playlist saya...;)

Mbah Surip and MJ  R.I.P....

Have a nice day!



      

Kirim email ke