'Si Penonton Nekat' Serukan PSSI Jalankan Hasil KSN Malang - Aksi menyusup ke tengah lapangan pertandingan membuat Hendri Mulyadi sudah menjadi ikon suporter sepakbola Indonesia. Menurutnya, PSSI harus menjalankan hasil KSN atau rakyat bisa marah.
Hendri mendadak terkenal lewat aksi nekatnya ketika timnas Indonesia bertanding melawan Oman di babak kualifikasi Piala Asia 2011 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 6 Januari lalu. Kesal Boaz Solossa dkk tak kunjung menjebol gawang lawan, ia turun dari tribun penonton, masuk ke lapangan, merebut bola dan menggiringnya sampai ke kotak penalti Oman. Walaupun tindakannya tidak dapat dibenarkan, namun motifnya dimaklumi. Hendri dan semua fans Indonesia benar-benar kehabisan akal untuk melihat timnas berlogo Burung Garuda bisa menghasilkan sepakbola yang berprestasi. Aksinya itu membuat Hendri menjadi "pahlawan". Ia dianggap mewakili kemarahan dan kegelisahan suporter Indonedia. Ia laris manis diwawancarai media massa, dijadikan narasumber berbagai diskusi, salah satunya yang diadakan Indonesia Corruption Watch (ICW) beberapa waktu lalu, ketika KSN mulai digaungkan. Hendri hadir pula di Malang untuk mengikuti KSN, 30-31 Maret 2010. Ditemui detiksport saat mengikuti Kongres Suporter Sepakbola Nasional (KSSN) di Balai Bela Negara Rindam V Brawijaya, Malang, Senin (29/3/2010) malam, Hendri mengenakan tanda pengenal "unik". "Ada malunya juga, Mas. Soalnya di ID saya ditulis sebagai 'Penonton Nekat'," seloroh Hendri sambil menunjukkan ID-nya tersebut. Tapi ia melanjutkan, dirinya merasa senang dan bangga karena dirinya sudah diperhitungkan dalam sejarah perjalanan sepakbola negeri ini. Tentang KSN, Hendri mengaku optimistis sekaligus pesimistis. Optimistis jika melihat antusiasme banyak pihak menjelang kongres, terlebih karena event ini digagas pemerintah dan diikuti oleh berbagai unsur yang terlibat dalam sepakbola. "Tapi saya juga pesimistis kalau PSSI nggak mau menjalankan hasil rekomendasi KSN. Kalau mereka tidak mau, rakyat bisa marah. Bisa saja mereka akan mengadakan sebagai kongres tandingan," ujarnya. Lebih lanjut pria asal Bekasi ini mengatakan, PSSI harus diberi tenggat waktu dalam menjalankan hasil KSN. "Kalau masih tidak berubah juga, saya rasa pemerintah harus turun tangan dan melakukan intervensi," imbuhnya.
