thanks mas..
saya juga tertarik dengan tulisan ini:
Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi! !! << nice..
Nugroho Laison wrote:
Ini perihal perlakuan thd Babi di Peternakan Inggris dan negara lainnya.
Info ini didapat dari komunitas Vegetarian.. ..
entah bagaimana dgn peternakan di negara Asia, terutama di Indonesia.
Ada informasi yg menarik ttg peternakan Babi tsb , terutama utk
kandangnya, utk pengebirian, utk pemotongan gigi dan ekor, serta utk
persalinan, dan terakhir...utk penjagalannya.
Juga mitos Babi suka memakan kotoran sendiri...dijelaska n di sini dgn
cukup baik.
Best Regads and Wassalam,
Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi! !!
http://nugon19. blogs.friendster .com/my_blog/
http://nugon19. multiply. com/journal
http://www.ivs- online.org/ v2/viewanimal. php?id=2
*Animal Welfare
*
BABI
Babi secara alamiah merupakan hewan sosial yang cerdik dan penuh rasa
ingin tahu. Secara alamiah, babi tinggal di hutan, makan
kacang-kacangan, biji-bijian, akar-akaran dan tempayak. Mereka tidak
akan mengotori peristirahatan mereka dan mitos yang mengatakan bahwa
babi suka tempat kotor berasal dari kebiasaan mereka yang memang suka
berkubang dalam lumpur basah. Hal ini mereka lakukan untuk
mendinginkan tubuh di cuaca yang panas dan melindungi tubuh dari
gigitan serangga.
* PRODUKSI BABI *
Babi betina dikawinkan ketika berumur 6 – 8 bulan. Sekitar 80 - 90%
kehamilan babi betina di Inggris adalah hasil pembuahan buatan.
Kehamilan berlangsung hingga 16,5 minggu dan babi tersebut akan
melahirkan antara 5 – 25 bayi babi dalam suatu kelahiran (rata-rata
setiap kelahiran: 10-12 bayi). Bayi-bayi babi ini disapih secara dini
dari induknya setelah berumur 2-4 minggu (masa sapih normal biasanya
12-14 minggu) dan seminggu kemudian babi betina itu dibuahi kembali.
Angka rata-rata kelahiran bayi per babi betina adalah 22 bayi per
tahun walaupun banyak yang melahirkan bayi lebih dari itu. Babi betina
akan melahirkan 4-7 kali sebelum mereka kecapaian dan disembelih
setelah berusia 3-4 tahun untuk dijadikan sosis, lemak, dan produk
berkualitas rendah lainnya. Secara alamiah, seekor babi dapat hidup
10-15 tahun. Babi betina menghabiskan paling tidak 2/3 hidupnya dalam
kehamilan.
Ada 800.000 babi betina yang dipelihara di Inggris. Sekitar 50%
dipelihara di dalam ruangan tertutup, di dalam kandang teralis (stall)
yang sangat sempit sehingga babi betina tak dapat memutar badan, yang
masih banyak digunakan di luar Inggris, atau di dalam kandang tambatan
(tether).
Dalam kandang tambatan, babi betina ditambat dengan rantai berat yang
diikat di leher atau tubuhnya. Lantai kandang adalah batu/beton dan
tanpa alas tidur (dari jerami/rumput) . Ketika pertama kali ditambat,
babi tersebut dapat menjadi sangat tertekan dan memberontak dengan
gelisah. Kepincangan, nyeri kaki, nyeri punggung dan nyeri pinggul
adalah hal yang biasa terjadi. Babi betina dalam kandang teralis
menunjukkan tingkah laku yang khas seperti menggerogoti dan menggigiti
teralis.
Peraturan pemerintah Inggris yang dikeluarkan pada bulan Oktober 1991
melarang penggunaan kandang dengan teralis (stall) dan tambatan
(tether) mulai 1 Januari 1999. Namun bagaimanapun juga, banyak daging
babi di Inggris yang diimpor dari negara-negara Eropa lain.
Persekutuan negara-negara Eropa / EC (European Countries) akan
melarang penggunaan kandang tambatan (tether) di seluruh negara
anggota EC mulai tahun 2005 tetapi tidak ada langkah apapun yang
diambil untuk kandang teralis (stall).
Salah satu alternatif dari kandang teralis (stall) dan tambatan
(tether) adalah memelihara babi di dalam ruangan tertutup (indoor) per
kelompok. Setiap kelompok dibatasi pagar dan beralas tidur. Alternatif
lain yang meningkat penerapannya adalah memelihara babi betina di
ruangan terbuka (outdoor) dengan sistem yang kurang intensif.
Meningkatnya pemeliharaan babi di ruangan terbuka terkait erat dengan
mulai meningkatnya peraturan mengenai kesejahteraan hewan.
Seminggu sebelum melahirkan, babi-babi betina dipindahkan ke kotak
persalinan (farrowing crates) tempat mereka akan tinggal selama 2-4
minggu sampai bayi babi disapih dari induknya. Kotak persalinan adalah
kotak yang terbuat dari logam dengan ukuran sedikit lebih besar dari
tubuh babi tersebut, tanpa ruang gerak untuk berputar badan. Setiap
usaha untuk bergerak akan menyebabkan gesekan dengan tiang-tiang besi
yang menyebabkan luka, goresan, dan bengkak. Insting kuat untuk
membuat sarang sendiri dari dedaunan, rumput, atau jerami membuat babi
betina merasa frustasi. Lebih dari 80% dari babi betina yang akan
melahirkan ditempatkan di kotak persalinan.
Kotak persalinan digunakan karena klaim bahwa kalau tidak memakainya
maka bayi babi akan tergencet/tertindih induk babi. Akan tetapi, kotak
persalinan yang dimaksudkan mencegah babi betina bergerak dan
berbaring, ternyata pada akhirnya tak dapat mencegah babi betina untuk
berbaring sehingga banyak bayi babi yang tertindih induknya.
Penelitian membuktikan bahwa angka kematian bayi babi antara sistem
kotak persalinan dengan sistem tanpa kotak persalinan, ternyata tidak
berbeda.
Intensifikasi telah meningkatkan masalah penyakit, umumnya terjadi di
kalangan bayi-bayi babi. Radang paru-paru oleh virus, radang selaput
otak, penyakit vesicular, penyakit telinga biru / blue–ear dan
gatal-gatal, adalah beberapa jenis penyakit dari sekian banyak jenis
penyakit yang dapat menjangkiti babi. Untuk mencegah penyakit-penyakit
ini, metode bebas penyakit spesifik / specific pathogen free (SPF)
telah dikembangkan untuk membiakkan bayi babi dalam lingkungan steril.
Sebuah metode yang pernah populer dengan cara menyembelih induk babi
sebelum melahirkan dan mengeluarkan rahim babi utuh yang berisi
bayi-bayi babi. Rahim utuh itu kemudian ditempatkan di ruangan steril,
dan bayi-bayi babi dikeluarkan dari rahim untuk kemudian dibiakkan.
SPF diterapkan hanya oleh sebagian kecil peternak.
Setelah disapih, bayi-bayi babi ini dipelihara dalam kelompok-kelompok
di dalam kandang besi kecil. Lantai kandang dari batu/beton atau
jeruji besi dan tanpa alas tidur (dari jerami), biasanya menyebabkan
cedera pada kaki babi. Kandang besi ini umumnya gersang (tak ada
jerami), padat dan kurang penerangan. Babi kemudian menjadi bosan dan
agresif sehingga suka menggigit ekor babi lain dan perkelahian antar
babi juga sering terjadi. Karena itu, bayi babi biasanya dipotong gigi
dan ekornya. Gigi dipotong tanpa pembiusan hampir pada batas gusi.
Pemotongan ekor juga tidak menggunakan pembiusan. Kedua pemotongan itu
biasanya dilakukan pada beberapa hari setelah lahir tanpa diawasi
dokter hewan.
Sebagian bayi babi jantan juga dikebiri tanpa pembiusan. Pengkebirian
dilakukan untuk menghindari daging dengan rasa yang tak enak akibat
kematangan seksual babi jantan. Namun, umumnya babi disembelih sebelum
mencapai kematangan seksual dan diperkirakan kurang dari 5% babi
jantan yang menghasilkan daging dengan rasa yang tak enak.
Setelah sekitar 6 minggu, bayi babi dipindahkan ke rumah penggemukan.
Rumah penggemukan ini biasanya berbentuk kandang dalam ruangan
tertutup (indoor) dengan lantai batu/beton dan tanpa alas tidur (dari
jerami). Sehabis rumah penggemukan, beberapa babi dipilih untuk
persediaan pembibitan. Sisanya dikirim ke penjagalan.
* PENJAGALAN *
Babi biasanya dijagal setelah berumur 4-7 bulan. Babi yang dijadikan
pork (daging babi mentah biasa), biasanya dijagal 1- 2 bulan lebih
muda daripada babi yang dijadikan bacon (daging babi yang
dikukus/diasinkan) . Sekitar 15 juta babi dijagal setiap tahun di
Inggris.
Penjagalan babi diawali dengan memingsankan babi dengan kejutan
listrik, baru kemudian dilakukan penyobekan leher (yang disebut juga
dengan “sticking” atau penusukan leher dengan pisau berbentuk
tongkat/stick panjang). Babi biasanya dipingsankan dengan kejutan
listrik dengan meletakkan sepasang jepitan listrik pada bagian leher
tepat di belakang telinga kiri dan kanan. Diyakini bahwa sebagian
besar babi tidak dipingsankan secara layak, karena jepitan listrik
tidak menempel cukup lama atau tidak menempel pada posisi yang tepat.
Juga, karena banyak rumah penjagalan yang menggunakan tegangan listrik
yang tidak memadai. Karena hal-hal tersebut, banyak babi yang sadar
kembali sewaktu bahkan sebelum penyobekan leher.
Sebagian babi dipingsankan dengan menggunakan gas karbondioksida. Hal
ini tidak umum di Inggris tetapi digunakan secara luas oleh
negara-negara lain misalnya Denmark. Pemingsanan dengan karbondioksida
ini dikritik oleh ilmuwan karena dianggap tidak berperikemanusiaan,
sebab babi-babi mengalami sesak nafas yang sangat hebat dan bergerak
sangat liar ketika berusaha membebaskan diri dari gas tersebut.
* PEMBIBITAN *
Pembibitan babi adalah sebuah industri yang besar, bibit unggul
diarahkan pada pertumbuhan badan yang cepat, daging yang sangat rendah
lemak, dan sifat-sifat lain yang diinginkan menurut pertimbangan
ekonomis. Inggris memimpin industri pembibitan babi terbesar di dunia
dengan perusahaan-perusaha an seperti Pig Improvement Company ( PIC )
dan National Pig Development Company (NPD).
Babi modern telah diseleksi untuk mendapatkan bibit unggul dengan
pertumbuhan badan yang cepat, ternyata dapat menyebabkan kepincangan
pada babi, banyak babi yang tidak mampu berdiri tegak untuk menopang
berat badannya sendiri karena kenaikan berat badan yang sangat cepat.
Sekitar 15% babi diperkirakan menderita kepincangan dan angka ini
mungkin lebih tinggi pada beberapa peternakan babi.
Induk babi juga mempunyai tambahan masalah dalam menyusui karena
bayi-bayinya telah direkayasa untuk tumbuh luar biasa cepat. Hal ini
dapat menyebabkan penurunan berat badan dan penurunan jaringan tulang
yang menyebabkan retak tulang pinggul atau retak tulang belakang pada
induk babi.
Pembibit babi kini telah mengembangkan bibit babi betina dengan puting
susu yang lebih banyak dan dengan anak yang lebih banyak untuk setiap
kelahiran. Hal ini dilakukan melalui kawin silang antara babi
tradisional Inggris dengan babi Meishan dari Cina. Babi betina Meishan
mempunyai lebih dari 18 puting susu dan rata-rata 16 bayi babi setiap
kelahiran, sedangkan babi tradisional Inggris hanya mempunyai 12
puting susu dan 11 bayi babi per kelahiran. Babi Mesihan sangat tinggi
lemak sehingga tidak sesuai dengan permintaan industri daging. Kawin
silang tersebut telah menghasilkan sebuah blasteran yang disebut Manor
Meishan, dengan keuntungan jenis Meishan (puting dan bayi lebih
banyak) tetapi dengan daging rendah lemak. Industri babi mengharapkan
bibit babi baru ini akan menghasilkan 30-40 bayi babi per tahun.
Metode pembibitan lainnya mencakup pengembangan bibit-bibit yang
kurang peka terhadap tekanan/stress. Sindroma Stress Babi / Porcine
Stress Syndrome (PSS) dihubungkan dengan faktor genetika/keturunan
yang spesifik. PSS menyebabkan babi yang menghasilkan daging babi yang
pucat, berair, dan berkualitas rendah, serta babi yang berpenampilan
buruk dan berumur pendek. Pembibitan selektif telah menghasilkan
jenis/strain yang menghilangkan faktor genetika/keturunan yang tidak
diinginkan tersebut. Babi bebas stress (stress–free pig) ini mempunyai
tingkat kematian yang rendah (khususnya selama transportasi menuju
tempat penjagalan, sebuah tahap dimana tingkat kematian babi yang
tinggi dapat terjadi) dan disebutkan bahwa babi bebas stress ini
memproduksi daging dengan kualitas yang lebih tinggi.
Rekayasa genetika nampaknya akan berperan penting di masa depan untuk
menghasilkan babi yang lebih banyak menghasilkan laba. Sebuah
perusahaan Australia telah mengembangkan babi yang mengandung segmen
kecil dari material genetika manusia. Babi transgenetika ini
memproduksi hormon pertumbuhan yang lebih banyak sehingga tumbuh lebih
cepat dengan makanan yang lebih sedikit dan menghasilkan daging yang
sangat rendah lemak. Upaya sebelumnya untuk menghasilkan babi
transgenetika sejenis ini di Amerika Serikat ternyata menghasilkan
babi yang mandul, menderita radang sendi, dan hampir tidak mampu
berdiri tegak.
(HG)
Sumber : The Vegetarian Society of UK / www.vegsoc.org